Reshuffle Kabinet Jokowi Jilid 2, Pro Atau Kontra?

407

Oleh: Tiara & Asiidaa

Pada bulan Juli kemarin, Indonesia dikagetkan dengan salah satu keputusan presiden Jokowi. Keputusan tersebut adalah adanya perombakan kabinet kerja yang dilakukan oleh presiden jokowi, Perubahan-perubahan tersebut bukan hanya satu-dua orang namun sekiranaya hingga lebih dari 5 mentri kerja diganti nama oleh presiden Joko Widodo. Dikutip dari tribunnews.com presiden joko widodo mengatakan bahwa perombakan yang dia lakukan pada kabinetnya merupakan cara yang ia tempuh guna mengelesaikan beberapa permasalahan. “Kita harus menyelesaikan masalah kemiskinan, kita harus mengurangi kesenjangan ekonomi yang kaya dan miskin, kesenjangan antarwilayah,” ujar Jokowi saat mengumumkan perombakan menteri di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/7/2016) Terdaoat beberapa nama baru yang menduduki kabinet kerja joko widodo, Sejumlah 12 nama mentri baru berhasil di sahkan oleh Joko Widodo, presiden Indonesia. Nama pertama adalah Luhut Binsar yang menggantikan Rizal Ramli sebagai menko Kemaritiman. Sebelumnya Luhut Panjaitan dikenal sebagai menkopulham. Penulis merasa Presiden Indonesia melihat kinerja yang baik dari Luhut dan akan lebih baik ketika ia bekerja pada bagian Kemaritiman. Hal yang sama juga dialami oleh Bambang Brodjonegoro, yang saat ini menjabat sebagai mentri PPN atau Bapenas yang pada kabinet jilid 1 dikenal sebagai menkeu. Mentri BPN juga merupakan mantan mentri Bapenas yaitu Sofyan Djalil. Beberapa nama yaang sudah terkenal juga menduduki kabinet kerja saaini seperti Wiranto yang saat ini menjabat sebagai Mentri Polhukam, Srimulyan yang dahulu ramai dibicarakan karena kasus bank dan akhirnya memutuskan untuk berkiprah diluar kini kembali dan menduduki jabatan sebagai mentri keuangan. Serta Archandr tahar yang merupakan presiden petroengineerng Houston texas sejak tahun 2013. Mentri ESDMs menjabat di kabinet kerja sejak 27 Juli hingga 15 Agustus 2016. Hal ini berkaitan dengan status dwi kenegaraan yang disandang oleh Bpk Archandra yaitu kewarganegaraan Indonesia dan Amerika. Beberapa Mentri juga merupakan orang-orang baru namun merupakan aktivis partai yang tidak akan disebutkan satu persatu oleh penulis. Yang menarik disini adalah, adanya perombakan kabinet kerja bisa dikatakan salah satu bukti joko widodo yang tidak segan dalam pengambilan langkah.Pasalnya, hal ini dibuktikan oleh pencabutan jabatan seorang yang sangat sudah dipandang pantas dengan jabatan tersebut, yaitu bapak Anies Baswedan. Sebagai mentri pendidikan pada kabinet jili pertama, annies baswedan memang sudah dielu-elukan oleh masyarakat indonesia sebagai orang yang tulus dan sangat sesuai dalam mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan indonesia. Beberapa kebijakan dikeluarkan oleh Anies Baswedan dari yang wajar (perubahan kurikulum)
hingga gerakan mengantarkan anak ke sekolah atau kewajiban berbudaya sejak SD. Beberapa pihak menagggap kebijakan dan geraknya memang tidak signifikan namun beberapa pihak salut oleh keberaniannya dalam menciptakan gerakan-gerakan kecil yang bisa mendorong adanya gerakan-gerakan lain. Jika mengulik dalam buku tipping point bapak anies baswedan memang menerapkan hukum kecil namun berdampak dan melekat guna membereskan hal hal besar. Jika dimulai dari pelarangan adanya ospek, maka setiap kegiatan di lini pendidikan akan dikerjakan dengan rasa hormat serta menuntut adanya partisipasi aktif dari segala pihak termasuk guru sekolah dan orang tua.Gebrakan gebrakan kecil memang dilakukan namun presiden Joko Widodo tetap mengmbil langkah yaitu mengganti dan melepas jabatan mentri dari seorang Anies Baswedan. Keberanian jokowi juga dimunculkan dengan memanggil kembali seorang Srimulyani guna menempati jabatan mentri keuangan. Pasalnya, sri mulyani saat itu sedang menduduki jabatan penting di bank dunia. Presiden bank Dunia Jim Young Kim mengakui adanya kesedihan sekaligus bangga. Dikutip dari tribun news, presiden bank dunia melalui surat yang dikirimkan kepada joko widodo. Penulis mengakui, pemangilan srimulyani menunjukan bukti jokowi untuk menjadikan kabinetnya kabinet profesional yang dimaksudkan mentri-mentri yang mendudukinya merupakan orang-orang yang sudah ahli di bidangnya. Namun beberapa titik yang menarik adalah beberapa mentri yang saatini menduduki kabinet kerja jilid 2 merupakan aktivis aktivis partai politik. Jadi apakah ini sebuah kongsolidasi? Menariknya, beberapa minggu sebelum disahkannya kabinet kerja jilid 2, terdapat beberapa partai yang mengakui dan mengumbar dukungan atas kinerja jokowi seperti seperti PAN, Golkar dan partai lain. Dikatakan oleh wasekjen partai golkar bowo sidik pangarso “Dengan Golkar dukung pemerintah pasti akan mengalokasikan. Soal siapa orangnya saya yakin Golkar dapat jatah. Tapi orangnya siapa, Pak Jokowi yang tentukan. Tapi yakin,” kata Bowo di Jakarta, Jumat (15/7) dikutip dari merdeka,com Penulis mewajarkan apabila partai yang mendukung pemerintahan mendapat jatah, begitulah politik bukan? Namun bagaimana kinerjanya? Mungkin masyarakat dan jokowi sendiri dapat menilainya nanti. Apakah sebuah keputusan yang tepat untuk memasukan orang-orang partai dalam kabinet yang profesional? Daftar pustaka
http://www.merdeka.com/politik/menanti-jokowi-reshuffle-kabinet-jilid-ii-siapa-menteri-tergusur.html dibuka pada 1 september jam 19.00 WIB
http://www.tribunnews.com/nasional/2016/07/27/presiden-bank-dunia-sedih-sri-mulyani-ditarik-jokowi dibuka pada 1 september 2016 pukul 20.00 WIB
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/16/07/27/oaymid282-jokowi-ungkap-alasan-reshuffle-kabinet-kerja Dibuka pada 1 september 2016 pukul 18.30 WIB
http://www.tribunnews.com/nasional/2016/07/27/alasan-jokowi-lakukan-reshuffle-kabinet-jilid-ii dibuka pada 1 september 2016 pada pukul 17.00 WIB
https://www.tempo.co/topik/masalah/208/reshuffle-kabinet-jokowi Diakses pada 2 september pukul 09.00 WIB


***


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044
SHARE