Saatnya Pemuda Mengenggam Bangsa

0
298

Pasuruan – Pemuda menggengam masa depan bangsa, di tangan pemuda nasib sebuah bangsa ditentukan. Pemuda Indonesia dikenal sebagai sosok pejuang, sejak dulu mereka dikenal sebagai penggagas beragam ide-ide hebat untuk negaranya, seperti yang dilakukan oleh Nazir Pamuncak. Pada 1921 Nazir bersama beberapa para pelajar Hindia Belanda yang bersekolah di Amsterdam membentuk sebuah organisasi bernama Indische Verenigde, saat itu Nasir masih berusia sembilan belas tahun. Dengan usia semuda itu ia telah berani memimpin pemuda lainnya. Nazir menjadi orang pertama yang menggaungkan keinginannya untuk mengubah Hindia Belanda menjadi Indonesia, maka pada 1922 ia mengubah nama Indische Verenigde menjadi Perhimpunan Indonesia. Sejak saat itu kata Indonesia digunakan diberbagai kesempatan.

Sosok Nazir dianggap mewakili sosok pemuda lintas zaman, sama seperti Soekarno, mereka digadang menjadi sosok muda yang berani mengajak bangsanya mewujudkan mimpi besarnya. Dengan semangat keduanya pada Minggu (06-08) malam, Beastudi Indonesia melalui Beasiswa Beastudi Etos menghelat acara “Renungan Kebangsaan” bersama Ustaz Jazir, Dewan Pakar Pusat Studi Pancasila UGM. Renungan Kebangsaan ini merupakan bagian dari Sociopreneur Camp 2017 yang diadakan di Aula Kahuripan Taman Candra Wilwatikta, Pasuruan, Jawa Timur.

“Pemuda Indonesia saat ini masih tertidur, oleh karena itu sebagai anak muda masa depan bangsa kalian harus bergerak menyiapkan diri menjadi pemimpin. Jangan biarkan Indonesia hilang di masa depan karena pemimpinnya kebanyakan orang-orang yang sudah letih,” ujar Ustaz Jazir.

Dalam materi kepemudaan yang ia sampaikan, Ustaz Jazir terus mendorong para peserta untuk terus membangun Indonesia karena menurutnya saat ini Indonesia belum memiliki sosok muda untuk memimpin. Selain itu permasalahan bangsa lainnya ialah Indonesia tak memiliki peta budaya serta strategi kebudayaan untuk menguatkan posisi Indonesia di mata negara lainnya.

“Kalian masih muda, kalian adalah harapan bangsa, kalian memiliki kekuatan luar biasa, maka kembalikan Indonesia ini ke tangan kalian sebagaimana dahulu kala,” tandasnya.

Dengan materi yang kekinian 140 penerima manfaat Beastudi Etos mengikuti jalannya Renungan Kebangasaan dengan antusias, tak segan mereka menanyakan banyak hal terkait kepemudaan dari berbagai persepsi.

“Saya berharap Pemilu 2019 nanti kalian sudah berani maju menjadi pemimpin di Indonesia. Karena Indonesia bisa maju jika bisa memudakan para pemimpin Indonesia. Pemuda harus menjadi singa, agar ditakuti oleh negara lainnya,” tutupnya menyemangati para peserta. (AR)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY