Satu Coretan di Lembar Lama

0
251

Setiap awal semester selalu ku buat target mimpi yang baru, mengevaluasi dari target mimpi semester sebelumnya. Mimpi mimpi baru selalu kubuat takkan pernah aku bosan dengan mimpi mimpi itu. Terus bergerak untuk menyuwujudkan mimpi tentu bukan perkara mudah. Ada saja halangan yang membuat kita merasa seakan harus mngakhirnya. Teringat betul aku ketika hari hari mendekati semester 6 ,mulai kurancang targetan targetan yang membuatku semakin tertantang dan produktif. Rasanya sungguh amat disayangkan bila di masa muda kita tidak bisa membuat kenangan yang cukup membanggakan untuk diceritakan kelak atau hanya sekedar untuk kita kenang. Tentu bukan hanya sebuah kenangan cengeng brtemakan kisah cinta layaknya sinetron sekarang,tapi harus lebih dari itu. Jika diawal memasuki dunia perkualiahan pada suatu pembinaan angkatan etos tentang menuliskan 100 target mimpi,maka aku benar bnar mebuatnya. Diawal mugkin aku sedikit ragu akan kekuatan menulis mimpi,namun karena seiring berjalanya waktu mimpi mimpi itu satu persatu menjadi nyata .Hal ini yang akhirnya mendasari ku untuk memperbarui ingatanku tentang 100 mimpiku di awal masa perkuliahan. Mulai ku fokuskan tujuanku, mulai kuambil setiap semesternya 10 mimpi dengan strategi strategi yang kususun. Jika di semester lalu aku sudah mampu untuk berada di Indonesia bagian paling barat yaitu Nanggro Aceh Darussalam maka kubuat mimpiku untuk semester ini harus barada di pulau bagian timur Indonesia.

Mimpi ini tak akan kubiarkan hanya sekedar menjadi tulisan belaka ,maka tanpa sengaja ketika mendapat sebuah poster IEIC yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Hasanudin Makasar aku tak menyia nyiakan kesmpatan ini. Kuajak timku untuk mengikuti kompetisi ini hingga akhirnya dinyatakan lolos sebagai finalis IEIC dan otomatis kita harus ke Makasar, sebuah pulau bagian timur Indonesia. Sungguh teramat senang diri ini satu coretan di lembaran lama ku akhirnya akan terwujud juga. Namun memang tak mudah untuk mewujudkan mimpi, masalah itu datang. Timku yang beranggotakan 3 orang, 2 diantaranya tidak dapat mengikuti acara ini. Setelah membahasnya maka cukup aku yang berngkat dan aku bebas mengajak siapapun untuk lomba ini. Ini pilihan sulit karena mngajak orang lain yang mau diajak bekerja keras sangatlah sulit mengingat waktu kurang 2 minggu lagi sedangkan persiapan belum ada sama sekali. Aku berusaha mengajak bebarapa orang terpecaya namun semuanya menolak karena tebentur dengan jadwal perkuliahan yang tidak bisa ditinggal. Waktu semakin sempit ,akhirnya aku berhasil mengajak satu adik tingkat dalam kepanitian dulu. Awalnya kukira dengan mengajak satu orang lagi ke tim akan membuatku merasa diringankan,ternyata tidak, aku salah pilih orang. Dia tiak membantu sama sekali dalam persiapan ke makasar,semuanya dibantu dengan 1 orang tim ku yang lama kau mempersiapkan keberangkatan. Aku memutuskan tetap berangkat. Jika dalam bahasa jawa bondo nekat. Berhari hari aku tidak tidur untuk mebuat prototype sendiri di kamar, tangan tersolder,tergores kawat membuatku semakin yakin untuk berangkat karena ini tentu akan menjadi pengalaman yang cukup berharga nantinya. Lebih dari itu aku pun juga yakin bahwa untuk melewatkan satu kesempatan ini akan sangat disayangkan.

Setelah semua persiapan aku matangkan,kita brngkat dan ssesampainya disana masalah itu hadir kembali. Masalah internal,dimana teman satu tim ku memutuskan untuk pulang ke Malang padahal kita baru beberapa jam tiba di Makasar. Sedih tentu saja, seakan akan rasa optimis yang kubangun di awal  luruh seketika. Tapi semuanya tidak ku buat berlaru larut. Alloh Maha baik dengan membuatku presentasi di paling terakhir membuatku memiliki banyak waktu untuk berlatih kembali. Alhamdulilah semuanya berjalan lancar. Hati ini pun lega kembali, meskipun dalam perlombaan ini saya bukan seorang pemenang tapi dalam perjalanan ini aku telah merasakan menjadi seorang pemenang. Pemenang atas menahan amarah kepda teman satu tim, Pemenang atas keadaan yang membuatku semakin mengerti akan hidup. Mungkin tak dapat ku jelaskan secara rinci dalam goresan ini. Terimkasih beastudi etos telah mensupport saya untuk mewujudkan salah satu mimpi saya.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY