Satu Semesterku di Tokyo, Jepang

0
1248
Foto bersama President of TUAT, Sensei, AIMS Students, dan AIMS Buddies

Oleh: Yudi Pratama.

ASEAN International Mobility for Students (AIMS) Programme merupakan salah satu program pertukaran pelajar untuk regional ASEAN-Japan dengan negara anggota yakni Malaysia, Indonesia, Thailand, Brunei, Vietnam, dan Philipina. Pada tahun 2015 ini, kampus yang berpartisipasi pada AIMS programme adalah Universiti Putra Malaysia (UPM), Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gajah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), King Mongkut’s University of Technology Thonburi (KMUTT), dan Universiti Brunei Darussalam (UBD). Mahasiswa dari kampus yang berpatisipasi tadi akan berkuliah sesuai dengan jurusan masing-masing di Tokyo University of Agriculture and Technology, Ibaraki University, dan Tokyo Metropolitan University. Program ini berlangsung selama satu semester sekitar 4 bulan.

Pada tahun ini, Saya, penerima manfaat Beastudi Etos Bandung angkatan 2012, mendapatkan kesempatan untuk mewakili ITB bersama delapan Mahasiswa ITB lainnya untuk berkuliah satu semester di Faculty of Engineering, Tokyo University of Agriculture and Technology. Perwakilan ITB dalam AIMS Programme tahun ini berasal dari dua mahasiswa teknik elektro, tiga mahasiswa teknik mesin, dan empat mahasiswa teknik fisika. Jepang merupakan salah satu negara tujuan Saya dalam menuntut ilmu terutama dengan kecintaan Saya pada dunia robotika. Saya bertekad untuk ikut pertukaran pelajar ke Jepang sejak awal masuk ITB. Saya ranjin memantau peluang dan informasi pertukaran pelajar ke Jepang yang ditawarkan ke ITB.

Disamping itu, Saya juga sering bertanya dan berdiskusi dengan senior yang sedang dan pernah menjadi perwakilan ITB dalam pertukaran pelajar ke luar negri. Akhirnya, usaha dan persiapan atas izin dan ridho Allah, Saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti AIMS Programme di Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT).

Piknik bersama PPI Fuchu-Koganei dalam menikmati keindahan Autumn Season
Piknik bersama PPI Fuchu-Koganei dalam menikmati keindahan Autumn Season

Kesempatan ini merupakan pengalaman dan pelajaran hidup yang berharga sekali bagi Saya. Disini, Saya menemukan hal yang begitu berbeda dari Indonesia. Melaui AIMS Programme, Saya bertemu dengan banyak orang-orang baru mulai dari teman-teman dari negara lain dalam satu program, teman-teman jepang, mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam PPI Fuchu-Koganei, teman-teman di Haijima Social Residence tempat kami berkediaman, dan teman-teman kajian islam Tokyo. Dengan bertemu orang-orang baru, Saya mendapatkan banyak pelajaran melalui berdiskusi dan bertanya dari mereka. Tidak jarang, kami melakukan perjalanan bersama mengekplorasi kota Tokyo, Jepang.

Jalan-jalan di Ueno Park setelah Kajian Komochi di Mesjid As-Salaam
Jalan-jalan di Ueno Park setelah Kajian Komochi di Mesjid As-Salaam

Kegiatan AIMS Programme yang Saya ikuti dibagi menjadi tiga bagian yakni preparatory subjects, specialized subjects, and wrap-up programme. Pada bagian preparatory subjects, kami diperkenalkan dengan bahasa, budaya, wisata, dan teknologi di Jepang. Disini, Kami banyak mengekplorasi jepang dalam tim-tim kecil yang ditemani oleh teman-teman dari TUAT. Ada beberapa kegiatan utama pada preparatory subjects yakni Hachioji Joint Seminar dan Japanese High-Technology. Pada Hachioji Joint Seminar, Kami dibagi menjadi beberapa kelompok dan bediskusi untuk menyelesaikan permasalahan global.

Foto bersama dengan Pimpinan Meister Co, Ltd
Foto bersama dengan Pimpinan Meister Co, Ltd

Lalu pada sesi selanjutnya, Kami diperkenalkan dengan perusahaan-perusahaan di jepang dan bekunjung dengan tim masing-masing untuk berdiskusi dengan beberapa perusahaan secara langsung. Pada sesi ini, Saya sangat salut dengan keterbukaan perusahaan-perusahaan jepang

dalam menyabut dan memperkenalkan perusahaannya mereka kepada kami. Mereka dengan senang hati mengajak Kami untuk melihat proses produksi dari produk yang mereka hasilkan. Selanjutnya, solusi dari permasalahan global yang dirancang, kami kembangkan dengan mengkombinasikan produk-produk dari perusahaan-perusahaan tadi. Pada akhir sesi dari Hachioji Joint Seminar, Kami mempresentasikan hasil rancangan solusi kami kepada para pimpinan perusahaan-perusahan yang diundang dalam Hachioji Joint Seminar.

Berkunjung ke Museum Miraikan dalam sesi Japan-Hightechnology
Berkunjung ke Museum Miraikan dalam sesi Japan-Hightechnology

Pada Sesi Japanese High-Technolgy, Kami mengekplorasi perkembangan teknologi dari jepang. Disini, Kami diberikan kesempatan untuk berkunjung dan mengamati secara langsung tempat-tempat yang menerapkan teknologi tinggi di Tokyo, Jepang. Pada sesi ini, tempat yang paling berkesan bagi Saya adalah National Museum of Emerging Science and Innovatioon atau lebih dikenal dengan Miraikan (yang artinya Future Museum). Miraikan terletak disalah satu daerah yang sangat terkenal di Tokyo yakni Odaiba. Disini Saya menemukan teknologi masa depan seperti ASIMO yang merupakan humanoid robot asal jepang, Tsunagari yang merupakan teknlogi layar berbentuk bumi yang memberikan informasi secara real time setelah dianalisis secara scientific data, banyak hal lainnya.

Foto bersama Kondo Sensei, Biologically-Inspired Computing Laboratory
Foto bersama Kondo Sensei, Biologically-Inspired Computing Laboratory

Pada bagian kedua dari AIMS Programme, Kami mengikuti perkuliahan sesuai dengan minat Kami masing-masing. Pada tahun ini, TUAT membuka courses untuk beberapa jurusan yakni Department of Chemical Engineering, Mechanical System Engineering, Applied Physics, Electrical and Electronic Engineering, and Computer and Information Science. Karena ketertarikan Saya pada dunia robotika, hampir semua course yang Saya ambil dari Department of Computer and Information Science. Pada kesempatan ini, Saya juga bergabung dengan salah satu Lab dibidang robotika di TUAT yakni Kondo Lab, Biologically-Inspired Computing Laboratory. Disini, Saya bimbing langsung oleh Kondo Sensi dan Yano Sensei. Mereka sangat terbuka untuk diajak berdiskusi. Dan yang paling berkesan adalah mereka menyediakan kebutuhan dan referensi yang dibutuhkan, meskipun Saya hanya short-term student.

Kelas terakhir bersama Khoa Sensei pada Signal Analysis and Pattern Recognition Course
Kelas terakhir bersama Khoa Sensei pada Signal Analysis and Pattern Recognition Course

Disamping itu, Saya juga mengikuti perkuliahan dengan mengambil 6 mata kuliah utama yakni Micrprocessor and Microcontroller, Artificial Intelligence, Signal Analysis and Pattern Recognition, Research Activity in Specific Area, Parallel Processing, dan Database, dan  2 mata kuliah umum yakni Academic Writing and Presentation Skill in Engineering dan Energy and Environmetal Technology. Pada sesi ini, Saya sangat menikmati perkuliahan di Jepang. Yah, perkuliahan disini menurut Saya punya kultur proses pembelajaran yang disiplin. Mulai dari Sensei yang mengajar, Beliau selalu dating tepat waktu ke kelas. Meskipun terkadang Mereka harus berlari untuk menghindari keterlambatan masuk kelas. Untuk materi perkuliahan, Mereka desain agar materi yang akan disampaikan sesuai dengan alokasi waktu untuk satu semester. Contohnya, pada kelas Database yang ngajar ada tiga dosen. Jadi, setiap dosen mendapatkan slot waktu tertentu untuk menyampaikan bahan perkuliahan sesuai dengan kurikulum dan keahlian mereka masing-masing.

Pada sesi ketiga dari AIMS Programme, semua peserta pertukaran pelajar dari tiga kampus utama yakni Tokyo University of Agriculture and Technology, Ibaraki University, dan Tokyo Metropolitan University dikumpulkan. Disini, para perwakilan peserta pertukaran pelajar dari masing-masing kampus mempresentasikan apa saja yang telah mereka peroleh selama keberjalanan AIMS Programme. Tibalah, saat dimana perpisahan itu datang. Setelah menjalani proses pembelajaran yang sangat berharga di Jepang selama satu semester, tepatnya empat bulan. Kini, kami peserta pertukaran perlajar pada AIMS Programme 2016 kembali ke kampus masing-masing dengan membawa pengalaman dan pembelajaran dari Negri Sakura, Jepang. Sekian, cerita singkat Saya selama menjalani pertukaran pelajar di Jepang. Semoga cerita yang singkat ini bermanfaat dan menginspirasi. Wassalam.

Yudi Pratama
Teknik Elektro – Institut Teknologi Bandung
Beastudi Etos Bandung

BAGIKAN

LEAVE A REPLY