Sekolah Ceria

0
558

Kebakaran bukanlah hal asing di Samarinda. Bencana ini hampir terjadi setiap hari, walaupun skalanya kecil. Menurut salah satu Balakarcana kota Samarinda, kebakaran bisa terjadi lebih dari satu titik setiap harinya. Berbagai upaya telah dikampanyekan untuk mengurangi intensitas terjadinya kebakaran, namun segala sesuatu yang direncanakan pasti memiliki kelemahan yang menciptakan sebuah kesalahan.

Pada 10 Maret 2016 kobaran api besar kembali memecahkan malam Samarinda. Pemadaman listrik yang terjadi hingga lebih dari 4 jam ternyata merupakan isyarat telah terjadinya kebakaran. Malam itu kebakaran hebat terjadi di Kelurahan Karang Asam, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda. Kejadian ini menyisakan luka yang mendalam bagi masyarakat, juga pemerintah.

Menurut Dompet Dhuafa Kalimantan Timur, data yang terkumpul hingga Ahad (13/03), kebakaran ini menimpa 4 RT yakni RT 16, RT 31, RT 32 dan RT 33. Kebakaran ini melahap setidaknya 260 rumah dengan 280 kepala keluarga dan 1.230 orang kehilangan tempat tinggal. Lokasi kebakaran yang sulit dijangkau mobil pemadam kebakaran menyebabkan proses pemadaman berlangsung lama, warga yang panik tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka.

Pada saat kejadian semua elemen masyarakat ikut bergerak membantu korban kebakaran dari institusi tertinggi pemerintah kota hingga LSM-LSM kemanusiaan; dari mahasiswa hingga anak-anak SD; semua bahu membahu meringankan beban saudaranya. Posko-posko bantuan logistik didirikan diberbagai tempat kejadian. Posko-posko tersebut menerima bantuan berupa bahan makanan dan pakaian layak pakai. Tenda-tenda pengungsian, dapur umum dan pos kesehatan didirikan. Pemandangan ini terlihat sangat memprihatinkan mengingat di Samarinda tidak pernah terjadi bencana alam yang menyisakan luka sangat dalam.

Selain rumah, TK Latifah yang menjadi tempat anak-anak belajar dan bermain juga ludes dilahap si jago merah. Sekitar 45 siswa TK tidak dapat bersekolah. Ada sekitar 103 siswa SD yang pakaian dan bukunya terbakar sehingga tidak dapat pergi sekolah. Melihat kondisi ini Fita Berlianti Akbar, penanggung jawab Dompet Dhuafa Samarinda, memberikan solusi untuk membantu masyarakat dengan mengadakan traumatic healing. Traumatic healing ini diberikan pada anak-anak dan orang tua. Tujuan traumatic healing ini memberikan rasa nyaman dan aman; menciptakan rasa bisa menerima keadaan; dan menumbuhkan semangat untuk kembali hidup.

Dompet Dhuafa Samarinda mengajak masyarakat untuk ikut bergabung membantu kegiatan ini. Salah satu anak Dompet Dhuafa yang tidak ketinggalan diajak ialah Beastudi Etos Samarinda. Menyikapi tawaran ini, Beastudi Etos Samarinda tidak ragu untuk menerimanya, karena anak-anak adalah generasi emas yang kita nantikan kegemilangannya dimasa yang akan datang. Trauma yang menyiksa psikis mereka akan memberikan dampak tidak baik untuk masa depan mereka. Trauma ini harus segera dihilangkan agar mereka tetap optimis menatap masa depan.

Briefing tim relawan (Etoser, BEM KM Unmul, ESA, Pondok Al-Fajr) dilakukan pada Sabtu (12/03) 2016 pukul 09.00 WITA di kantor cabang DD Samarinda dan selesai pukul 10.00 WITA. Setelah briefing selesai dilakukan, bu Elin menawarkan siapa yang bisa membantu Sekolah Ceria di hari pertama itu dan tanpa ragu anak Etos menjawab, “Kami siap mba, sekarang juga kami berangkat”.

Semangat telah mengalahkan rasa bingung mereka tentang apa yang akan mereka sampaikan dan berikan pada anak-anak di sana. Bermodalkan Bismillah, mereka berangkat dan ternyata tidak sia-sia karena anak-anak sangat antusias memiliki kakak baru dan teman bermain. Siang itu hanya diisi dengan perkenalan dan bermain. Kami ingin memberikan mereka rasa nyaman dan aman di sekolah ceria ini.

Sekolah ceria akan berlangsung 10 hari, terhitung sejak Sabtu, 12 Maret 2016 hingga Senin, 21 Maret 2016. Semoga ikthiar sederhana yang kami lakukan ini membawa berkah untuk kami dan mereka yang menerima. Karena kami yakin bukan masalah sederhana atau luar biasa suatu langkah kami lakukan, melainkan seberapa besar usaha untuk melangkahnya.

Salam hangat Etoser Samarinda
#PemudaKontributif
#BermanfaatSampaiWafat

IMG-20160312-WA0017

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY