Selamat Menjadi Istimewa

0
652

Oleh: M. Rizki – UNSRI

Ahlan wa sahlan, saya ucapkan selamat datang kepada kamu sekalian. Selamat datang para aktivis dakwah. Para pejuang yang telah menyisihkan energi dan waktunya untuk Lillahi ta’ala, melangkah di jalan-Nya. Selamat datang dalam lingkaran penuh kebaikan, dalam keluarga yang saling menguatkan, dan dalam gerak menebar kebermanfaatan. Selamat datang di dunia dakwah kampus.

Selamat datang dan selamat karena telah menjadi orang-orang terpilih. Orang-orang luar biasa. Orang yang istimewa. Mengapa? Bukankah orang istimewa memang berjumlah lebih sedikit dari biasanya. Bukankah tidak semua orang berada di sini. Tidak semua orang mau berlelah untuk memikirkan dan mengerakan langkahnya di jalan dakwah. Dan selamat kamu kalian telah menjadi salah satunya. Alhamdulillah, Allah SWT masih memberikan kesempatan untuk menjadi orang yang istimewa itu.

Selamat datang dan selamat berjuang di jalan penuh kebaikan, di jalan cinta para pejuang. Di jalan yang nantinya juga akan kita temui banyak hambatan dan rintangan. Penuh pengorbanan, penuh dengan tantangan. Karena itu tidak semua orang mau untuk mengambil jalan ini. Ingatlah kamu, kamu tidak sendiri! Akan selalu ada saudara seiman yang menemani. Selalu ada Allah SWT yang akan memudahkan. Bersabar dan percayalah bahwa sesungguhnya jalan yang sedang kita lalui ini adalah jalan yang selalu kita inginkan. Jalan yang kita ucap dalam bait doa di setiap rakaat sholat kita. Ridho Allah di sepanjang jalannya, surga sebagai balasannya.

Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (Q.S. Al-Fatihah: 6-7)

Selamat berjuang kamu sekalian. Mari kita memulainya dengan hati penuh keikhlasan dan komitmen besar dalam genggaman. Serta berdoa agar diberi ke-istiqomah-an hingga akhir perjalanan. Dalam suatu hadits diceritakan, sahabat Abdullah al-Tsaqafi meminta nasihat kepada Nabi Muhammad SAW agar dengan nasihat itu, ia tidak perlu bertanya-tanya lagi soal agama kepada orang lain. Lalu, Rasulullah saw bersabda, ”Qul Amantu Billah Tsumma Istaqim” (Katakanlah, aku beriman kepada Allah, dan lalu bersikaplah istiqamah!). (H.R. Muslim)

Sekali lagi saya sampaikan, selamat datang dan selamat berjuang. Kepada para ikhwan tangguh, yang akan meninggalkan kebaikan dalam setiap langkahnya. Kepada para akhwat luar biasa, sang bidadari dunia yang sedang belajar menyurga. Kepada kamu semua yang akan menggoreskan namanya dalam sejarah dakwah kampus Indonesia.

Selamat menjadi istimewa

BAGIKAN

LEAVE A REPLY