Titipan Yang Dirindui, Dicemburui, Diperebutkan Tapi Tak Akan Pernah Habis

178

Oleh: M. Habibi Adi Cipto (*) / Alumni Beastudi Etos 2011 Padang

Taukah saudaraku, apa itu titipan yang dirindui, dicemburui, diperebutkan tapi tak akan pernah habis? Itulah Al-Qur’an yang Allah titipkan di dalam dada.

Patutnya kita menangis, saat mulai menghafal namun ada saja rasa sulit. Ada saja godaan dan halangan untuk memulai. Kita patutnya menangis bukan karena sulitnya al-Qur’an untuk dihafal, melainkan karena banyaknya dosa-dosa kita sehingga al-Qur’an tak mau dihafalkan oleh kita.

Jangankan untuk memulai menghafal al-Qur’an, menyentuh dan membacanya pun terasa berat ketika hati jauh dari al-Qur’an dan masih banyaknya maksiat.

Banyak pula diantara kita yang beranggapan bahwa ketika ia galau, sedih, gundah gulana maka ia barulah membuka dan membaca al-Qur’an. Ini memang tidak salah karena memang al-Qur’an sendiri merupakan obat. Al-Qur’an adalah do’a. Al-Qur’an adalah dzikir.

Namun, bukankah suatu kelemahan diri ketika hanya butuh al-Qur’an saat tertimpa musibah atau kesedihan? Alangkah indahnya jika dibalik, bahwa kita bersedih karena tidak sempat membaca al-Qur’an dalam sehari atau bersedih jauhnya keinginan membuka al-Qur’an dalam keadaan bahagia dan tenang sekalipun.

Mari kita renungkan…

Kalaupun kita sudah banyak hafalan namun kadang kita melupakannya. Maka, mungkin penyebabnya selain tak diulang-ulang adalah karena adanya tanggungan dosa atau maksiat kita yang belum terampuni.

Ya Allah, beri kami cahaya dari setiap huruf al-Qur’an yang kami lihat dan kami lafadzkan. Ampuni dosa-dosa kami.

Saudaraku, tidak ada ayat yang benar-benar hilang meskipun sudah tidak ingat lagi selama bukan karena Allah yang mengambilnya. Ia tetap ada ditempatnya. Ia kadang muncul, meski samar-samar, saat mendengar orang lain membacanya. Juga sesekali terucapkan dalam lisan tak sadar, karena ia memang tak kemana-mana.

Hanya saja mungkin tertumpuk, tertindih, tercampur, atau tercecer dari raknya di dalam hati.

Segera rajut kembali masa-masa indah saat bersamanya, ulangi kenangan manis saat memperjuangkannya dahulu. Yakinlah, pertemuan setelah perpisahan itu lebih indah dan mengesankan.

Kalau bukan karena-Nya yang menghantarkan al-Qur’an ke dalam dada, apalah lagi yang bisa membuat tubuh ini berjalan dengan tegak. Mungkin ketiadaannya membuat diri hina-dina, menelungkupkan punggung dan wajah ke bawah tanah.

Nasehat Bagi Hafidzul Qur’an

Saudaraku, ini adalah harta simpanan yang Allah percayakan di simpan di dalam dadamu. Dan ini adalah kedudukan yang Allah pilihkan atasmu untuk menempatinya, dan ini adalah kemuliaan yang engkau raih.

Maka, selayaknya atasmu memuliakan al-Qur’an di dalam dadamu dan menjaga dirimu dari penghambaan terhadap ahli dunia. Juga wajib engkau melazimi prilaku tawadhu’. Hati-hatilah dari kesombongan dan takabbur tatkala engkau mendengar pujian manusia atasmu. Maka, ketahuilah bahwasannya riya dapat meluluh-lantakan amal-amal shalihmu.

Bukan saja hanya menjadi cita-cita, “kapan aku mengkhatamkan surat ini?”

Tapi cita-cita kan-lah, “Kapan aku merasa cukup hanya dengan Allah bukan selainnya? Kapan aku menjadi orang yang bertaqwa? Kapan aku menjadi orang-orang yang berbuat ihsan? Kapan aku malu kepada Allah dengan malu yang sebenarnya? Kapan aku bersyukur atas segala nikmat ini? Kapan aku bertaubat dari segala dosa-dosa? Kapan aku memperbaiki kejelekan-kejelekan urusanku?”

Bersemangatlah dalam melaksanakan kebaikan serta menjauhi maksiat maupun syubhat. Dekatlah dengan al-Qur’an untuk mendidik jiwa, atas apa-apa yang Allah kabarkan dari ketaatan.

(*) Pendiri dan Pembina Rumah Tahfidz Madhiyafah Qur’an
__________

#RehatSejenak
Merupakan wadah inspirasi berupa gagasan / pemikiran teman-teman Alumni tentang berbagai tema yang sifatnya mencerdaskan dan tidak mengandung SARA. Silahkan bisa mengirim naskah tulisan ke alumnibeastudietos@gmail.com

Kanal Kontribusi Alumni :

#PatunganKuliah (donasi uang)

BNI Syariah no.2880288013 a.n.YYS DOMPET DHUAFA REPUBLIKA
(di jumlah nominal ditambah “56”, ex:1.056)

***


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044
SHARE