Usai Penelitian Undang Mantan Pecandu di Seminar

128

Kebiasaan buruk warga merokok menggugah pikiran Elian Devina. Salah satu mahasiswi negeri di Kota Solo ini terpanggil menciptakan kawasan bebas rokok. Mimpi ini terwujud setelah blusukan ke kampung-kampung bersama rekan-rekannya.

OBJEK contoh kampung sebagai bahan penelitian di Mipitan RW 36, Kelurahan Mojosongo, Solo. Proyek penelitian ini diberi nama Bebas Rokok Menuju Kampung Sehat (Bronkus)”. Kegiatan blusukan ke kampung-kampung ini dijalani sejak pertengahan tahun lalu.

Menciptakan proyek ini setelah mendatangi kantor Dinas Kesahatan Kota (DKK) Solo. Awalnya mencari informasi masalah penyakit yang paling disorot. Lantas menuju kantor DKK, lantas menemukan data bahwa pengguna rokok aktif sangat tinggi. ”Kami kerucutkan lagi, di Solo yang paling tinggi di kawasan Mosojongo, tepatnya di RW 36,” beber dara cantik berkerudung ini.

Setelah mendapat informasi itu, tim Elian langsung menuju lokasi untuk memastikan informasi tersebut. Setelah dikonfirmasi dengan puskesmas setempat, kebiasaan tersebut sangat dikeluhkan petugas puskesmas. Pihaknya lantas survei dari rumah ke rumah dan mendapati dari sekitar 15 ribu penduduk, yang merokok ada 11 ribuan orang.

Dari hasil survei, didapati para perokok aktif didominasi kaum adam. Yang menjadi perhatian para mahasiswa tatkala aktivitas merokok itu dilakukan dalam rumah. Padahal ada perempuan dan anak-anak. ”Mereka (perempuan dan anak, Red) menjadi korban sebagai perokok pasif. Ini yang menjadi semangat kami meneruskan proyek penelitian,” ungkap pemilik tanggal lahir Bogor, 19 Maret 1995, ini.

Setelah itu, Elian lantas melakukan persiapan awal membikin grand opening proyek bronkus ini. Awalnya, dia bingung cara mengubah pola fikir masyarakat tentang kebiasaan yang sudah dilakukan warga sejak lama ini. Lantas dia menciptakan strategi menggelar seminar dengan menggandeng dokter-dokter. Tidak ketinggalan juga mengundang mantan pecandu rokok untuk testimoni.

”Bapak ini sudah puluhan tahun merokok dan sayangnya yang menjadi korban adalah istrinya. Istriya menderita kanker paru-paru stadium 3. Ternyata testimoni dari bapak yang kami undang itu menggugah hati para warga,” ujar anak ketiga dari empat bersaudara ini.

Melihat kondisi tersebut, lantas dirinya langsung membikin kontrak sosial dengan para warga agar tidak lagi merokok. Itu dilakukan agar tidak merokok timbul dari dalam diri mereka, bukan karena kegiatan mahasiswa. Selain orang dewasa, proyek ini juga diberikan kepada anak-anak sekitar yang secara tidak langsung mejadi kader menuntaskan masalah rokok di lingkungan tersebut.

”Kami buat juga proyek bronkus go to school. Jadi anak-anak kami ajarkan rokok itu apa dan bahaya-bahaya rokoknya. Hal ini sebagai pencegahan anak-anak mengisap rokok. Setelah itu anak-anak juga diberikan tugas untuk membuat poster bahaya merokok. Poster tersebut ditempel di rumah. Secara tidak langsung, gambar-gambar lucu itu menjadi sindiran tersendiri bagi orang tua mereka,” urai Alian.

Meski belum signifikan upaya yang dilakukan, namun sudah sedikit menekan angka pengisap rokok di lingkungan tersebut. Dari hasil survei, sedikit demi sedikit ada yang mengurangi rokok. Mereka juga ada yang berhenti merokok.

Ke depan, dia membuat ruang merokok di kawasan tersebut. Namun strategi ini bukan memfasilitasi para perokok, melainkan mengubah pola fikir mereka. Karena tidak boleh merokok di rumah, mereka nanti merokok di tempat yang sudah disediakan. Dengan langkah ini diharapkan dapat menekan angka merokok dalam rumah 25 persen.

Program ini dilirik masyarakat dengan lingkungan lain yang penasaran. Hal ini selaras dengan tujuan awal menambah kawasan kampung bebas rokok. Namun untuk melebarkan sayap ke kampung lain tidak dilakukan terburu-buru. (*/un)


***


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044
SOURCEradarsolo.jawapos.com
SHARE