We Are Leaders

256

Memimpin bukanlah suatu perkara yang mudah. Sekali lagi, menyatukan banyak kepala dengan sifat yang berbeda-beda bukanlah pekerjaan yang remeh temeh. Seorang pemimpin harus siap menerima cacian atas segala pekerjaan yang sudah dilakukan dengan maksimal. Terkadang kebanyakan dari kita memandang pucuk kepemimpinan adalah sebagai orientasi dan prestasi, padahal seharusnya lebih dari itu. Daripada berandai-andai ingin menjadi pemimpin, mari simak pengalamanku untuk dijadikan pelajaran.

Perjalanan seorang pemimpi(n)

Siapa sangka seorang aku yang bisa dikatakan mempunyai masa lalu kelam, dapat memiliki kemampan dalam hal kepemimpinan seperti sekarang ini. Dari mulai pahitnya kehidupan keluarga hingga kerasnya kehidupan sosial remaja pernah aku rasakan. Atas asam garam yang pernah aku cicipi dan jatuh bangun perjuangan yang aku lalui. Dengan itu aku belajar bahwa hidup bukan sekedar hidup tapi juga harus menghidupi. Karena kebahagiaan hidup tidak akan tercipta dari keputus-asaan. Maka dari itu aku yakin untuk tetap terus berjuang menjalani hidup. Agar kekecawaanku dapat terbalaskan, dan tidak akan ada lagi orang yang merasakan kesedihanku seperti saat itu.

Namun terlepas dari segala latar belakang apapun, setiap orang bisa dan berhak menjadi pemimpin. Yang terpenting adalah apakah orang tersebut mau untuk belajar dan menatap ke depan, berusaha memperbaiki kesalahan dan berusaha menjadi lebih baik. Semua itu berawal dari mimpi, pemimpin yang hebat pasti berasal dari pemimpi yang hebat pula. Berani bermimpi harus berani menanggung konsekuensi agar mimpi tersebut dapat direalisasi. Maka dari itu bermimpilah setinggi langit, namun jangan lupa tetap membumi. Karena dengan membumi sikap kita akan selalu terpelihara.

“Proses menjadi pemimpin memerlukan banyak pengorbanan, mulai dari waktu, tenaga, hingga pikiran…..”

Ada peribahasa yang mengatakan bersakit-sakit dahulu baru senang kemudian. Apa yang aku rasakan tepat seperti kalimat itu. Bagaimana tidak, disaat orang lain tertidur aku masih harus terjaga untuk menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk. Bahkan, ketika liburan tiba aku masih harus menghabiskan waktu di sekretariat untuk mengevaluasi kegiatan yang sudah dilakukan dan merencanakan program yang akan dilakukan. Pikiran yang masih harus terus diajak berdialektika walaupun sudah memasuki waktu istirahat. Begitu pula tenaga yang terkuras untuk mengurusi hal-hal teknis lainnya. Ya, tapi tidak apalah karena keyakinanku berkata bahwa hasil tidak akan mengkhianati proses. Dan ternyata benar proses yang demikian itu telah mengantarkanku untuk sampai di titik ini.

Konflik

Konflik dalam suatu organisasi ketika menjadi pemimpin adalah suatu keniscayaan. Bahkan dalam tahapan pra pemilihan, konflik itu sudah ada. Dalam tataran praksis banyak sekali cara-cara curang yang dilakukan untuk merebut puncak kepemimpinan. Logika seperti ini yang salah, karena orientasinya adalah jabatan bukan karena fondasi keikhlasan. Pramoedya pernah berkata “seorang terpelajar harus sudah adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan”. Tipikal orang diatas tidak akan menjadi seorang pemimpin, tapi akan menjadi pimpinan. Seperti tulisan saya sebelumnya pemimpin dapat lahir dengan sendirinya dari dalam masyarakat, dan juga ada yang diciptakan dengan proses sedemikian rupa. Pemimpin itu berbeda dengan pimpinan. Pemimpin akan dihormati oleh pengikutnya, sedangkan pimpinan bukan karena penghormatan tapi ketakutan. Cara curang akan berbalas dengan hasil yang buruk pula karena tidak didapatkan dengan kejujuran.

Konflik selanjutnya muncul pada internal organisasi. Dinamisasi organisasi sangat diperlukan untuk menuju tujuan bersama. Tapi ketika itu terlalu over akan menjadi pekerjaan tersendiri yang harus diselesaikan. Banyaknya pemikiran, perilaku, dan sikap masing-masing individu mempengaruhi jenis konflik yang akan dihadapi. Terbentur, terbentur, terbentuk! Ya kedewasaan seorang pemimpin terlihat dari seberapa banyak ia berhadapan dengan masalah. Selanjutnya metode penyelesaian konflik seperti apa yang digunakan, dan cara komunikasi seperti apa yang dipakai untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Belum lagi konflik yang bersumber dari eksternal lembaga, seperti hinaan tanpa dasar. Anies Baswedan pernah berkata “Pemimpin itu dicaci tidak tumbang, dipuji tidak terbang”. Terkadang kritik sangat diperlukan untuk mengevaluasi kinerja, namun apabila sudah urusan personal itu sangat tidak profesional. Siapapun pemimpinnya pasti pernah mengalami masa seperti ini, dan juga pasti terpikir untuk mengatasi hal tersebut. Namun tenanglah, pemimpin itu bukan yang nyaring suaranya tapi nyata karyanya. Buktikan saja dengan karya!

Catatan untuk pemimpin selanjutnya

Ada kalanya tidak berbangga hati dan tetap rendah diri apabila telah mencapai puncak kepemimpinan, karena itu adalah sebuah amanah yang kelak dapat dicabut sewaktu-waktu. Tapi aku yakin amanah tidak akan pernah salah memilih pundak, seperti cinta yang tak akan pernah salah memilih hati. Teruslah bermanfaat, buatlah peninggalan yang kelak bisa dijadikan contoh bagi pemimpin selanjutnya. Suatu saat kamu akan senang melihat karya atas segala perih perjuangan yang telah dilalui,

Menjadi pemimpin bukanlah perkara siapa yang lebih baik, bukan pula perkara siapa yang berhak. Karena sejatinya setiap orang itu berhak. Setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya (HR Bukhari, Muslim). Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberikan tauladan, dan yang terpenting seorang pemimpin haruslah bisa mencetak pemimpin-pemimpin lainnya. Bicara pemimpin, bukan tentang aku, kamu, atau dia, tapi tentang kita. Kita yang dapat membebaskan mustadh ‘afin atas segala bentuk ketertindasan dari mustak birin. Karena kita adalah pemimpin di muka bumi! WE ARE LEADERS!


***


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044
SHARE