“Youth Excursion” In Malaysia & Singapore, 21-24 January 2016

1000

Oleh: Yusriansyah, Etoser Samarinda 2014.

Assalamualaikum, Puji Syukur kehadirat Allah SWT yang mana berkat limpahan dan anugrahnya lah saya bisa berada dalam lingkungan orang-orang sholeh, dan mendapatkan berbagai manfaat yang berguna, sungguh sangat saya rasakan kegunaannya sampai saat ini, bahkan saya berharap anugrah ini berkelanjutan dan tidak berhenti ketika status etoser tidak lagi ada dipundak saya.

Beastudi etos lahir dan berkembang & berenang dalam darah dan membentuk kepribadian diriku menjadi lebih baik, banyak progres dalam hidup saya yang semulanya tidak pernah saya sangka bisa mencapai target hidup ini. Saya yakin dan percaya ini adalah bentuk support dan dukungan dari pihak beastudi etos baik Pusat maupun daerah.

Sebelumnya ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya saya ucapkan kepada Manajemen Pusat yang telah membantu dan mensupport saya dalam program ini, sehingga bermuara pada keikutsertaan saya pada program yang sangat bermanfaat ini.

Pada mulanya saya mendapat informasi program ini adalah melalui jejaring informasi dan telekomunikasi yang canggih, sebuah aplikasi yang didesain untuk mendekatkan individu satu dengan yang lain, yang mungkin terpisah jarak yang jauh. Info itu saya dapatkan dari gruf ETOS SAMARINDA, yang di share oleh saudara baru saya dari lamongan, namun sayang beliau belum dikasih kesempatan untuk bisa berpartisipasi dalam agenda ini. Pada mulanya saya tidak merespon sedemikian rupa, namun ketika saya membuka ponsel untuk kedua kalinya saya baca dengan baik informasi itu, ketika itu mulai ada ketertarikan terhadap program ini,kemudian saya mencoba mencari website yang bisa dikunjungi, dan teryata program yang dipromosikan membuat saya semakin tertarik untuk menjadi bagian dari mereka.

Saat setelah sholat Isya saya mencoba dan iseng-iseng untuk daftar program Youth Exercusion, dengan kualitas jaringan yang kurang baik, saya mulai mencoba mengisi data sesuai dengan pengalaman yang saya pernah jalani, hampir tiga puluh menit lamanya saya mengisi, terutama pada bagian Motivasi Letter, karena pada bagian itulah yang menjadi titik penilaian utama. Saya masih ingat sepenggal kalimat motivation letter saya yaitu “ pengalamanlah yang membuat seseorang bijak dalam mengambil dan mengartikulasikan kepentingan yang ada”. Wah ini merupakan motivasi letter yang saya rangkai dengan kalimat istimewa, dalam hati semoga allah mengabulkan doaku untuk bisa menjadi bagian daripada peserta Youth Exercusion.

Selang beberapa saat, saya masih ingat itu hari itu tanggal 4 januari 2016, awalnya saya mau membuka laptop, kebetulan ada teman meminta materi ujian Metodologi penelitian Sosial, dia meminta dikirimkan melalui email, dan teryata ketika saya membuka email, saya disuguhkan dengan Inbox yang membuat hati ini kagum serta terharu, ternyata ada pesan dari Youtex 2016, dengan bismilah saya buka email itu, dan ternyata congratulation !! Dear applicant Yusriansyah, wah senang sekali ternyata saya lulus seleksi administrasi, malam itu pikiran saya kacau, dari sepenggal email yang dikirimkan panitia, ada persyaratan berupa pembayaran fee registrasi yang harus dibayar sebesar empat juta dua ratus ribu rupiah. Saya mulai pusing dapat dari mana dana sebesar itu, lalu saya membangunkan teman sekamar saya, Namanya Roni Haeroni saya menyuruh dia membuka emailnya, dan teryata dia juga lolos, dan kami sempat bincang-bincang kecil mengenai hal ini, akhirnya kami memutuskan untuk berkonsultasi dengan pendamping asrama kami, namanya kak Surahman, Beliau orang yang bijak dan selalu memotivasi kami dengan kalimat yang senantiasa dikeluarkannya melalui sela bibirnya. Sungguh seketika itu kami optimis bisa berangkat dengan keterbatasan dana yang ada, dan semata-mata berharap hanya mendapat bantuan dari ALLAH SWT.

Malam ini berlalu seketika, bahkan kami tidak bisa tidur, saya dan roni mulai mempersiapkan seluruh perlengkapan yang akan kami bawa kedekanat Besok hari, kami mulai menggarap proposal dan kami print malam itu juga, kondisi kamar kami berantakan dan kertas dimana-mana, namun itulah usaha , harus ada yang dikorbakan termasuk jatah tidur kami malam ini. Jam tepat menunjukkan 04.00 WITA, kedua bola mata ini seolah sudah memperlihatkan dan memberi isyarat bahwa ia butuh ditutup sejenak, jadi saya putuskan untuk tidur beberapa saat, sambil menunggu azan shubuh berkumandang.

Shubuh sudah terlewati dan kini matahari mulai menampakkan dirinya, awan biru mulai mengiasi dinding – dinding langit, burung merpati dan sejenisnya terbang melayang di cakrawala bumi pertiwi yang kaya akan segalanya. Saya pun bergegas berangkat ke kantor administasi fakultas mengurus dan mengajukan proposal ini. Sebelum saya berangkat, tak lupa menelpon kedua orang tua, meminta restu darinya semoga malam ini di mudahkan urusan dan proposal bisa diterima oleh pihak dekanat. Ketika sampai didekanat saya langsung menemui wakil dekan III pak Erwin, beliau antusias sekali mendengar kabar bahagia ini, akhirnya ia merevisi proposal saya, bahwa ada kesalahan penulisan redaksi yang harus saya perbaiki, dan akhirnya saya mencoba untuk memperbaiki semuanya dalam waktu yang singkat, kemudian saya kembali bergegas menemui beliau, dan tanpa berbicara panjang dan lebar beliau langsung mendaratkan penanya yang berisi tinta hitam kekertas putih di hadapannya, seketika itu juga saya pamit dan mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan kepada saya.

Setelah menghadap Wakil dekan III saya me menghadap penguasa di fakultas tertua di Univeristas mulawarman ini, yang kebetulan merupakan dosen wali saya. Saya curhat dan menceritakan alur program ini, sampai pada saat yang menegangkan beliau mengatakan “ saya disposisikan proposal ini, tolong kamu hadap ke PD II karena dialah yang punya wewenang”. Kemudian setelah itu saya kembali bertanya “ kalau proposal ini ditolak bagaimana pak? Soalnya kemarin saya batal ke aceh untuk ikut lomba debat nasional gara-gara keputusan PD II, yang mengatas namakan masalah teknis fakultas sehingga tidak bisa meralisasikan anggaran untuk membantu saya”. Setelah itu pak dekan berhenti berbicara dan mencoba berpikir lebih lanjut dan stetment yang keluar dari sela bibir beliau adalah “ diterima atau tidaknya kamu, saya harap kamu kembali kesini” saya dengan sigap menjawab siap pak. Tanpa membuang waktu saya langsung ke ruangan Bu Dekan II, mengajukan proposal yang sudah mendapatkan disposisi tersebut, akhir cerita, beliau menolak proposal yang saya ajukan dengan berbagai pertimbangan yang berusaha dia jelaskan kepada saya. Saya berusaha mengerti dan memberi pemahaman kepada diri saya, kalau allah memberikan jalan yang sulit dan berkelok, berarti allah tau kemampuan yang saya miliki, dan Allah tau kalau kamu bisa menghadapinnya. dengan perasaaan kecewa saya pamit, dan berusaha kembali ke pak dekan. Setelah menceritakan pembicaraan saya dengan Bu wakil dekan II, akhirnya bapaknya mengambil keputusan untuk membantu saya dengan berbagai cara, saya sangat bersyukur atas nikmat ini, akhirnya allah memberi dan meluturkan hati bapak ini, saya hanya mampu mendoakan semoga amal bapak ini diterima, dan akhrinya saya mengucapkan terima kasih dan pamit kepada bapaknya.

Hari demi haripun terlewati, sekarang tiba pada saat keberangkatan, entah mengapa justru pikiran ini seolah terkecoh dan takut untuk melangkahkan kaki dinegeri orang, namun semuanya saya lawan dengan rasa optimis dan keberanian, saya harus membangun komitmen untuk maju, penting bagi saya untuk bisa menginjakan kaki di negeri tetangga, apalagi sering beredar informasi bahwa mereka adalah negeri yang maju nan sejahtera. Sebenarnya tujuan utama saya ikut program ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kemajuan Negara tetangga kita, baik dalam hal infrastuktur Negara, tata ruang kota bahkan keadaaan social masyarakat setempat. Ini adalah pengalaman yang menarik, dan allahamdulilah passport yang dibuatkan oleh manajemen pusat akhirnya bisa digunakan dengan baik, dan terisi dibagian visa meskipun baru 2 negara yang saya datangi gratis atau tanpa Visa.

Sekian lama menunggu, akhirnya kami bisa melakukan Check in di bandara Sepinggan, saya sengaja tidak membagasikan sejumlah barang yg saya bawa untuk menghemat dana yang ada. Selang beberapa jam sampai lah kami pada bagian migrasi, dan tas kami masuk kedalam tempat yang ada sinar- X dan teryata tampak botol aqua dan saos abc saya ditahan oleh petugas, kemudian saya bertanya mengapa bisa ditahan ?? ini sudah menjadi ketentuan dari angkasa pura, tidak di perbolehkan membawa botol minuman. Akhirnya saya hanya bisa ketewa kecil saja, dengan waktu yang lama kami menunggu waktu keberangkatan dengan asyik melihat tingkah laku orang barat dan sekitarnya yang juga ingin melihat kota kuala lumpur tersebut. Seketika itu pula waktu-waktu yang saya nantikan tiba, waktunya pesawat kami terbang dan kami dipersilahkan naik pesawat.

Di dalam pesawat tampak jelas bumi Indonesia yang kaya nan indah, berjuta kawasan hutan, lautan yang menyebar dan mengelilinggi pulau-pulau indah di Indonesia, awan putih yang menerangi dan turut ,memberi pesona, tak lepas mata memandang keindahannya, sungguh nikmat mana lagi yang kau dustakan !!, setelah lelah melihat-lihat waktunya untuk tidur sebelum akan berperang dengan agenda yang padat selama empat hari yang akan datang, mata pun tertutup dan seketika bangun tampak kita sudah diluar daerah NKRI, aku melihat Negara Malaysia dari atas, tidak jauh berbeda dengan kondisi Kalimantan, hanya mereka lebih rapi dalam penanaman kepala sawit, dan mereka unggul di infrastuktur jalanan yang sangat mulus.Semua tergambar bagaikan lukisan dari atas. Dalam hitungan detik pesawat akan mendarat, dengan membaca doa akhirnya tanpa saya sadari pesawat sudah mendarat dengan mulus J allahmdulilah.. senang rasanya, apalagi saat membuka mata sudah disuguhi dengan pemandangan bandara Kuala lumpur international airport yang memang keren dari segi arsitektur. Wah sungguh negeri kita kalah dalam hati, namun saya tidak boleh menjadikan penilaiannya melalui satu factor.

Akhirnya kami turun dan menginjakan kaki dibandara itu,memang luas dan kalau kita tidak Tanya bisa-bisa kita akan hilang, karena luas banget, tapi allahmdulilah petugas disini ramah-ramah, kami pun bergegas ke bagian imigrasi, dan setelah selesai dengan urusan migrasi kami bertolak ke bagian bagasi, melihat dan mengambil barang bawaaan teman saya roni haeroni. Kami pun berkeliling bandara melihat pemandangan bandara, karena jujur kami berangkat 1 hari lebih dahulu sebelum jadwal yang diberikan oleh panitia, alhasil kami harus tidur di bandara. Hampir 2 jam kami berjalan mengelilingi bandara, kami memutuskan untuk sholat dhuhur di surau J bahasa melayunya mushola hehe, dan anehnya sholat dhuhur di sini adalah jam 13.40 wah, ekstrim banget hehe, kami pun bergegas mencari tempat mushola, teryata di bandara ini tidak sulit menemukan surau, hampir disetiap sudut adalah surau, jadi memudahkan warga muslim untuk beribadah kepada tuhannya, apalagi saat waktu sholat tiba, petugas bandara mengumumkannya melalui sound system bandara, jadi semua warga muslim bisa mengetahui waktu sholat dengan tepat. Miris melihat Indonesia sebagai Negara muslim terbesar didunia tidak menerapkan pemberitahuan untuk sholat kepada warganya di tempat umum, seharusnya ini bisa dijadikan contoh untuk diterapkan di bandara-bandara Indonesia.

Pengalaman menarik lainnya, yaitu ketika kami sholat dengan seluruh warga muslim dari berbagai Negara, mulai yang matanya sipit sampai yang berkulit hitam semuanya kami temui disurau ini, bahkan tak ada yang membedakan kami, semua sujud menghadap allah swt yang maha pencipta lagi maha penyayang. Waktu terus berputar dengan cepat dan meninggalkan memori kenangan sebelumnya, lalu tepat pukul 21.00 WMB ( waktu Malaysia barat ) kami bertemu dengan teman roni, namanya zul dari Malaysia asli orang sana keterunan johor, hehe orangnya asik dan enak di ajak ngobrol meskipun sulit menyamakan bahasa, walau satu rumpun msih ada beberapa kalimat yang berbeda makna, di akhir pertemuan kami asyik berphoto bersama, ibarat kata persahabatan Indonesia-malaysia hehe, dan akhirnya waktu cepat berlalu dan terpaksa memisahkan saya dengan teman baru yang saya kenal lewat Roni, sungguh menarik baru beberapa jam sudah banyak pengalaman yang menarik dan harus diceritakan kepada teman-teman dikampung halaman.

Malam pun semakin gelap, seolah memberi tanda bahwa ini waktunya istirahat, bahkan pengunjung bandarapun sedikit sekali, bandara malam itu seketika sepi dan banyak pengunjung yang lalu lalang, itu artinya kami harus beristirahat, dan kami memutuskan beristirahat di surau, teryata ketika sampai disana, banyak juga etnis dari berbagai belahan dunia yang tidur disini, jadi dengan berbagai pertimbangan kami ikut nimbrung tidur rame-rame di mushola, sungguh indahnya ukhuwah islami yang kau berikan.

Keesokan harinya, saya di kagetkan dengan suasana mushola yang sangat penuh, banyak yang tidur di surau ini teryata, dan ketika saya bangun jam 5 teryata, waktu sholat di kuala lumpur adalah jam 6.05 WMB sungguh pemandangan yang aneh, namun inilah realitannya, saya pun menunggu waktu sholat tersebut dengan baring, kebetulan shubuh itu sangat dingin, detik demi detik pun berlalu sampai pada saat waktu sholat telat tiba, saya pun mengambil wudhu dan bergegas sholat, karena takut ketika ada panitia yang menjemput saya tidak stay di lokasi yang telah ditetapkan oleh panitia.

Kami pun turut ke lantai bawah yang memang menjadi kesepakatan untuk lokasi penjemputan, saya pun bertemu dengan pemuda- pemuda yang memang luar biasa dari penjuru negeri, akhirnya bincang-bincang hangat dengan panitia kami pun di suruh kelantai dasar untuk bertemu dengan panitia lainnya, awal pertemuan dengan panitia di sambut dengan hangat sekali begitupun dengan teman-teman sekelilingku yang juga hangat dan mudah berinteraksi dengan baik. Tak lama kemudian panitia pun memesan kami tiket untuk langsung menuju hotel sentral dengan menggunakan bus, kami pun bergegas, ketika mau menaiki bus, saya sengaja memilih duduk di dekat kaca, alasan utama saya ingin melihat kota kuala lumpur dengan jelas, dan pemandangan sekelilingnya. Kebetulan saya duduk dengan kak Yunan dari IPB, beliau ramah dan sepanjang perjalanan beliau Nampak kelelahan dan beliau tertidur lelap, sehingga komunikasi kami terbatas. Sepanjang perjalanan, saya melihat banyak kesamaan kondisi fisik Indonesia dan Malaysia, kelapa sawit menjadi sector unggulan Malaysia, menghiasi jalan di kiri dan kanan, hanya saja mereka lebih rapi dalam penanaman tidak seperti di Indonesia, namun saya sudah berniat Indonesia tidak akan tergantikan. Hampir 1 jam berlalu kami pun tidak di pusat kota, dan kamipun turut di terminal KL sentral. Setelah turun dari bus ada panitia yang mengarahkan langsung dan kamipun bergegas menuju hotel untuk istirahat.

Bertemu lagi dengan panitia yang lain, dan partisipas yang lain, kali ini saya dipertemukan dengan saudara – saudara sepulau Kalimantan dari UNLAM, Banjarmasin dan IAIN Palangkaraya. Sungguh meskipun berbeda kota namun sama dalam hal pulau membuat kami tampil kompak dan langsung sapa menyapa, sungguh interaksi mirip dengan kondisi masyarakat perdesaaan tanpa ada unsur kepentingan, kebetulan ketika kami asyik mengobrol, waktu check in di hotel telah dibuka, saya pun langsung memperlihatkan passpord saya kepada petugas hotel, dan petugas hote langsung mengarahkan ke kamar 301, saya bersyukur tidak mendapatkan kamar yang jauh, dan terlalu atas, sehingga nantinya bisa memudahkan saya dalam mengikuti segala agenda yang ada. Saya pun baring-baring sambil menunggu teman sekamar, ketika saya mandi, teman sekamar itu dating, beliau bernama Adit dari UNPAD sungguh luar biasa, bisa sekamar beliau, seorang enterprenuer muda , beliau sudah punya usaha sosis goreng di kota bandung, wow… kami pun bercerita dan sandau gurau sampai lupa waktu kalau jam 17.00 ada acara pembukaan dari panitia, kami pun bergegas bersiap-siap untuk menuju lantai lima dalam rangka pembukaan kegiatan dan makan malam bersama.

Seketika sampai saya di hadapkan dengan 94 peserta lainnya dari penjuru negeri, ketika itu saya telat jadi agak sulit untuk bisa duduk didepan, sehingga mendapatkan kursi dan duduk di belakang, dan setelah itu ada panitia yang membacakan peraturan bahwa dalam agenda ini peserta diperkenankan untuk selalu on time dalam setiap kegiatan, konsekuensi yang didapatkan ketika telat, peserta tidak akan mendapatkan pembelajaran yang sama, dan peserta harus menyusul ketempat acara dengan menggunakan uang pribadi, sekali lagi panitia tidak akan membangunkan peserta, Karena kalian the future dan agen perubahan kalian harus mandiri dan membuang kebudayaan dan patalogi yang ada dan timbul di masyarakat. Saya dan teman saya pun tercengang mendengar stantment yang keluar dari mulut panitia,setelah beberapa saat kondisi di tempat acara tegang, suasana kembali kondusif dan ceria, karena kami dibagi menjadi beberapa kelompok kembali untuk menjalankan misi dalam segala agenda yang ada, sebelumnya team kami adalah dari INDONESIA, wah serasa beruntung nama teman-teman yang se-team dengan saya adalah Visi, Roni, Nanda, Husein, Putri, amel,dan betri. Misi pertama yang kami harus lakukan adalah melakukan riset pasar ditiga tempat yang berbeda, seru dan kami mendatangi beberapa pasar yaitu pasar KL sentral, China Town, dan menara kembar petronas, di mana dalam misi itu kami harus menukarkan kartu nama kami dengan para pemilik toko tersebut, seru pokoknya dan gak bisa diceritakan secara rinci karena sangking lucu dan banyak pengalaman yang didapatkan. Teoat pukul 23.00 kami pun sudah selesai menjalankan misi, bahkan kami hampir tak bisa MRT karena waktu terakhir MRT adalah jam 23.00 dan kami adalah penumpang terakhir, sesampainya di hotel setelah agenda market riset saya langsung bergegas naik karena sangat kelelahan dan memutuskan untuk tidur tanpa menunggu teman sekamar saya naik.

Kesekoan harinya tepat pada tanggal 22 Januari 2016, kami peserta youth excursion telah tiba dan duduk di bangku bus jam 08.00, seketika itu juga kami langsung pergi ke salah satu perusahan yang bergerak dalam bidang pengembangan IT, berupa inovasi dan kreativitas , di mana perusahaan ini memiliki pengembangan enterprenuership yang sangat baik, bahkan member dari perusahaan ini hampir mencakup dan tersebar di seluruh wilayah ASEAN. Pada agenda ini kami dibagi dalam beberapa kelompok, kelompok kami harus berdampingan dengan delegasi dari Malaysia dan singapura untuk mendapatkan penjelasan secara rinci oleh salah satu petugas dari perusahaan tersebut, bahkan perlu diketahui kartu upin dan ipin lahir dari perusahaan ini, kemudian di publikasi secara besar-besaran dan akhirnya sampai menguasai distribusi perfilman di Indonesia.setelah asyik dengan penjelasan tibalah akhir kebersamaan di MAGIC ( Malaysia Global Inovation Centre), dan setelah kami mendapatkan pembelajaran yang luar biasa di MAGIC kami kembali ke kota selanggor untuk melaksanakan sholat jumat bersama-sama, yang patut menjadi catatan kita bersama Malaysia itu unggul dalam bidang infrastuktur jadi ketika kita mengunjungi satu kota ke kota yang lain hanya bisa di tempuh melalui jalan tol, berbeda dengan Indonesia yang heterogen jadi pemilihan jalannya pun bervariasi, namun ketika kita bandingkan dengan kondisi jalan di Kuala Lumpur tidak begitu jauh dengan kondisi di kota-kota besar pada umumnya, hanya saja macet di kuala lumpur tak separah di Jakarta, karena melihat dari jumlah penduduknya jelas Kuala lumpur tak ada apa-apanya ketimbang Jakarta.

Kembali ke cerita awal, kami pun sholat di salah satu masjid terbesar di kota selanggor, masjid fisabillilah, sungguh masjid ini besar dan mewah, saya langsung teringat perkataan dosen saya bahwa Malaysia adalah Negara Islam, jadi sarana dan prasarana pembuatan rumah ibadah yang di fasilitasi dan di bangun oleh pemerintah hanyalah masjid, namun untuk pengakuan agama yang lain, pemerintah tetap mengakui namun tidak membantu proses pembuatan tempat ibadah agama lain. Jadi sungguh ini yang patut di tiru oleh penguasa negeri sang lembaga suprastruktur politik, dimana kepentingan agama jauh lebih penting di banding kepentingan bangsa.tak terasa setelah melamun azan pun berkumandang, saya pun secara cepat, mengambil air wudhu untuk bisa cepat mengambil tempat duduk paling depan, setelah semuanya selesai saya pun bergegas naik kelantai dua, dan duduk disamping etnis india yang kebetulan muslim, beliau melihat saya mengenakan jaket etos yang ada bendera Indonesianya dengan sepontan dia mengatakan Indonesia very good, Malaysia Bad, aku pun kaget, namun aku tak terlalu memperhatikan respon yang keluar dari sela bibirnya, namun ia tetap senyum senyum kepadaku, wkwkwk. Tak beberapa lama kumandang azan kedua kembali ada, dan saatnya khutbah berkumandang di sela telinga setiap insan yang ada di masjid itu, yang uniknya lagi di setiap sudut masjid ada televise yang sudah tersambung dengan perangkat lain, sehingga kita bisa melihat yang menjadi khotib melalui televise meskipun kita berada di lantai II, subtitlesnya juga berbahasa inggris, sungguh islami banget tapi tak ketinggalan zaman, bahkan saya sangat terkesima dengan doa yang dikeluarkan oleh khotib, mereka rakyat Malaysia setiap sholat mendoakan pemimpin mereka agar menjadi pemimpin yang amanah, bahkan mereka mendoakan daerah mereka ( selanggor ) agar menjadi daerah yang sejahtera serta makmur, sungguh ini bisa kita jadikan pembelajaran untuk dakwah kita di Indonesia.

Usai sholat, saya pun bergegas ke bus, kan misi awal harus on-time, jadi mau gak mau harus cepat bergerak, seketika itu juga dibus sudah penuh dengan teman-teman yang lain, saya sengaja menduduki kursi paling depan agar bisa dengan jelas melihat jalanan dan tata ruang kota yang ada, namun sepanjang perjalanan teryata saya tidur , mungkin kelelahan dan ketika saya membuka mata, bus kami sudah tiba di KLCC, tepatnya di MATIC (Malaysia tourism Information Centre), di mana seketika kami sampai di tempat ini kami langsung diarahkan kegedung tempat penampilan budaya-budaya Malaysia, tari-tarian mulai dari tari china, india, melayu bahkan tarian mirip orang dayak pun ditarikan oleh mereka. Sungguh mereka tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Indonesia yang kaya akan budaya, semoga pemudanya merawat dan melestarikannya agar tidak diklaim oleh bangsa lain. Di akhir acara kami diajak joget bersama sungguh asyik sekali, dan setelah usai acara itu kami kembali kehotel untuk mandi dan bersiap-bersiap bertemu dengan orang-orang penting di Malaysia salah satunya kementrian pelancongan/ kementrian pariwisata. Jadi kamipun diantar secepatnya dan dihotel kami dikasih waktu satu jam untuk bersiap-siap saja , dan kembali ke bus dengan cepat agar acara dapat berjalan dengan sukses dan tidak ada keterlambatan waktu lagi.

Malam harinya, kami peserta Youth Excursion mendapat arahan dari panitia untuk mengenakan pakaian resmi, Karena pada malam tersebut kami akan bertemu dengan para pejabat public di Malaysia mulai dari kemetrian pelancong sampai dengan mahasiswa Indonesia yang kuliah di Malaysia, malam itu sangat menarik karena mereka menjelaskan progres dari perkembangan dunia pariwisata yang jauh meningkat dari tahun ke tahun, di akhir acara kami pun kembali dinner di salah satu restorant terkenal di Malaysia, kebetulan saya satu meja dengan salah satu etoser padang, saudara jauh dari tanah minang, yang ketika berbicara memiliki logat unik, sungguh kaya Indonesia, berbeda suku namun persatukan dalam tujuan Negara yang sama. Dinner malam itu menandakan bahwa kegiatan atau agenda kami selama di Malaysia akan berakhir di malam itu, dan akan disusul di agenda berikutnya di Singapore. Ketika panitia mengintruksikan untuk kembali ke hotel, saya dan beberapa teman – teman yang lain memutuskan untuk menjelajah kota kuala lumpur, menikmati udara dan belaian angin di negeri jiran, alhasil kami berjalan-jalan hampir 2 jam setegah, kami asyik berphoto ria dimenara petronas, menara kebanggan warga Malaysia, menara yang arsitekturnya tak jauh beda dengan candi prambanan, saya pribadi terposana dengan bangunan ini, sungguh megah sekali dan wajar ketika mempunyai mimpi untuk bisa kekota ini, saya pun ketika menghadap menara ini, tak terasa air mata menetes, mengingat jarak saya yang jauh dengan orang tua, dengan kampung halaman, namun inilah sebuah pengalaman yang nantinya akan membuat saya lebih bijak dalam mengambil dan mengartikulasikan kepentingan yang ada.

Kami pun bergegas pulang, suasana hening dan tak jauh beda dengan kondisi Indonesia, saya disini juga menemukan warga yang tidur dipinggir jalan, sungguh miris sekali nasibnya, namun kamipun tak mampu berbuat banyak, alhasil kami pun melangkahkan kaki kami untuk menuju hotel karena waktu sudah menunjukkan pukul 03.00, tak lama lagi shubuh. Sesampainya kami di hotel jam didinding tepat pukul 03.30, ketika memasuki hotel saya langsung mandi dan kemudian tidur, setelah asyik packing untuk mempersiapkan keberangkatan besok hari.

Kesekoan harinya , saya telat bangun bahkan saya terbangun gara-gara suara petugas kebersihan yang membangunkan, pas melihat jam teryata waktu menunjukkan pukul 09.30, artinya bus kami sudah berangkat, gelisah dan perasaan menyesal campur aduk, karena tidak biasanya saya lalai seperti ini, saya kemarin mengambil keputusan untuk tidak tidur karena saya terbiasa bangun pagi untuk melaksanakan sholat, namun saya hanya berpikiran postif bahwa ada hikmah di balik ini semua, dengan memegang hal itu saya berangkat dengan mengucap bismilah bersama teman sekamar saya, kami menuju KL sentral sempat mutar-mutar didaerah tersebut bahkan binggung, namun teryata dari kejauhan ada yang memperhatikan kami, teryata seorang perempuan kira-kira berumur 30 tahunan, dia adalah orang Malaysia namun menempuh pendidikan di IKIP PGRI MEDAN, dan langsung menanyakan adenya mau kemana ?? ke singapura, beliau pun langsung membelikan tiket dan mengantarkan kami ke lokasi tempat penaikan kereta api, wah terima kasih banyak kami ucapkan kepada kakak perempuan itu sungguh kami hanya bisa mendoakan kebaikannya, dan sebelum naik kereta api saya memberikan kartu nama saya kepada beliau dan saya mengatakan ketika pergi ke kota balikapapan atau samarinda silahkan hubungi saya, saya siap membalas kebaikan anda, dan kereta api persis berada di depan mata saya, dan saya langsung menaikinya dan mengucapkan selamat tinggal kak, J dan tak lama kereta api itu melaju dengan cepatnya. Jujur ini adalah pengalaman pertama saya menaiki kereta api sungguh luar biasa rasanya, saya sebelumnya tak menyangka bisa naik kereta api langsung di Malaysia.hehehe

Sesampainya kami di TBS, kami pun bertemu dengan orang Medan dia menunjukkan kami antrian tiket menuju ke Singapore, wah sungguh banyak orang baik disini, ketemu orang Indonesia serasa seperti saudara sendiri, akhirnya kami mengantri dan membayar 45 RM untuk bisa turun di Singapore, sebelum turun kelantai 1 saya dan teman baru itu photo sebagai bahan kenang-kenangan dan saya kembali memberikan kartu nama dan dia menerima, saya mengatakan ketika ada urusan di Kalimantan timur, terutama di kota samarinda saya siap membantu hehe, sambil promosi kaltim.

Tak terasa waktu menghantarkan saya untuk naik ke atas bus tujuan Singapore, jarak Kuala Lumpur dan Singapore adalah 4 jam, dan sepanjang perjalanan saya hiasin dengan tidur pulas tanpa berhenti, ketika bangun tak terasa kami telah mau meninggalkan wilayah Malaysia dan mulai memasuki wilayah Singapore, akhirnya kami kebagian migrasi untuk mendapat stempel keluar dari Negara ini. Setelah sudah mengurus prosedur yang ada kami kembali naik bus, dan bersiap memasuki wilayah Singapore , teryata melawati jembatan yang kecil dan ketinggalan jauh dengan jembatan suramadu yang sangat megah, ketika sudah melewati jembatan kami harus kembali antri untuk menghadap bagian migrasi di Singapore, memang jelas Negara ini penuh dengan peraturan, tidak boleh memoto gambar apalagi membuat video, bahkan saya dan teman saya sempat tertahan di bagian migrasi selama hampir 2 jam lamanya, dan kami mempertanyakan kepada petugas, ada apa dengan kami ?? lalu mereka menjawab ini adalah hal yang normal, namun anehnya yang ditahan di bagian migrasi kebayakan warga Indonesia, Malaysia dan Negara arab laiinya, mungkin mereka waspada mengenai bom di Jakarta yang sempat terjadi sebelumnya, namun setelah kami menjelaskan panjang lebar bahwa kami di singapore mengikuti kegiatan youth excursion di Malaysia dan Singapore , petugasnya mulai percaya, apalagi ketika kami melihatkan tiket pesawat pulang kami, mereka langsung mempermudah dan kami diantar kegerbang dan akhirnya kami mencari bus yang teryata sudah lama menunggu, namun beliau memperbolehkan kami untuk naik, dan kami di turunkan di daerah marina bay, kami mencari mrt, dan kami berusaha melihat peta yang diberikan panitia sebelum acara pembukaan, dan teryata kami nginap di Singapore , di sebuah hotel bintang lima yaitu hotel BOSS, di lavender, kami pun membeli karcis dengan membayar 1 dolar, 5 sen singapura, dan kami pun menaikinya dan beberapa saat tibalah kami di lavender, kami berjalan mencari alamat hotel namun agak sulit ditemuka, akhirnya kami memutuskan untuk bertanya dan orang yang berasal dari etnis china itu menghantarkan kami sampai kedepan hotel, baik sekali yah … dan ketika sampai di depan hotel saya berniat ke money changer untuk menukarkan uang karena saya belum ada uang singapura bahkan tiket dari marina bay ke lavender itu pinjam uang kak adit hehehe, ketika sampai di tempat penukaran tersebut, teryata petugasnya adalah seorang muslim yang kebetulan pada saat itu saya menganakan peci khas Sulawesi selatan, dia pun tersenyum sambil bertanya mau nginap di mana ? saya membalas di sebelah pak oke selamat datang disingapura, kalau mau sholat di samping hotel sebelah kanan ada masjid, dan ketika saya mau pamit untuk masuk ke hotel teryata beliau memanggil saya sambil memberikan roti dan minuman kotak rasa jeruk, sungguh atas izin allah saya bisa bertemu dengan orang baik ini, sungguh islam sangat indah, tak tau nama bahkan beda ras dan budaya yang terbangun namun tetap menanamkan rasa cinta sesame muslim sungguh luar biasa.

Tak beberapa lama kami memasuki hotel bintang lima”Hotel BOSS” di lavender singapura, saya dan adit menunggu hampir 30 menit kedatangan teman – teman untuk bisa masuk ke kamar hotel karena ketentuan dari petugas menunggu konfirmasi dari panitia, ya kami sadar mungkin ini peraturan dihotel yang megah ini, sungguh ini adalah kali pertama saya tidur di hotel bintang lima, sebelumnya hanya dipenginapan ketika mengikuti lomba – lomba di kabupaten, sungguh luar biasa pengalaman yang menarik. Dengan handphone yang kugenggam saya berusaha sabar menunggu sambil membuka beranda Wattshap hingga Bbm, namun sudah terlanjur bosan akhirnya memutuskan untuk berjalan-jalan walau hanya disekitar daerah itu. Ketika mau keluar dari pintu tak lama bus teman-teman yang lain datang, wah senangnya seharian berpisah hampir 9 jam lamanya, bahkan aku menjadi terkenal gara-gara hal lucu yang saya dan adit alami saat ini, banyak yang menyakkan gimana kabarnya ? kok bisa ketinggalan ? emang tadi malam kemana aja ? sampai saya binggung untuk menjawabnya, namun saya berusaha menjawab semampu saya dengan jawaban yang memang saya alami ketika perjalanan ke Singapore. Tak lama pembagian kamar pun langsung di umumkan dan saya sekamar dengan Yunan dari IPB dan Bintang dari UI, malu rasanya ketika mendengar asal universitas mereka, namun kualitaslah yang mampu menjawab semuannya. Bincang-bincang sedikit akhirnya keterusan sampai dengan mengobrol berat dan sepertinya kami harus mengakhirnya obrolan kami, karena harus makan di daerah marina bay, tempat terkenal di Singapore, lambang Negaranya yang telah mendunia. Akhirnya kamipun berangkat mencari stasiun MRT, yang berada didekat hotel, “saya rasa di ibukota Jakarta perlu alat transportasi seperti ini, untuk menguraikan kemacetan”, dan setelah sampai kami berjalan sebentar teryata ini sudah di daerah marina bay, wah tak menyangka bisa melangkahkan kaki di negeri singa, luar biasa terharu bercampur bahagia, waktu disana tak terhasa cepat sekali berlalu, sehingga memutuskan kami harus cepatr kembali kehotel.

Di pagi hari ini, tepat tanggal 24 January 2016, agenda kami resmi ditutup oleh panitia, tak terasa kebersamaan ini harus terhenti begitu cepatnya, namun inilah rumus dunia ada pertemuan dan ada perpisahan yang harus mampu ditelaah oleh orang-orang bijak. Diakhir moment kami salah menukar kartu nama untuk memperluas relasi dan terakhir/ last moment kami Para Etoser ( padang,Bogor dan samarinda) menghiasi akhir cerita kami di negeri orang dengan asyik berphoto sebagai bahan kenang-kenangan, terima kasih youth excursion, terima kasih Dekanat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik, terima kasih juga Beastudi Etos baik manajemen Pusat maupun daerah, terima kasih juga kak surahman atas supportnya, tak lupa mba ratna, serta teman-teman yang mendukung dan ,mensupport saya.sungguh sebenarnya pengalaman ini sulit untuk dituliskan dengan kalimat apapun, karena terlalu indah untuk dikenang. Akhir kata kembali ucapan TERIMA KASIH SEMUANYA J

Wassalamualaikum.Wr.wb


***


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2880 2880 13

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044
SHARE