64 Mahasiswa Bakti Nusa Rancang Kepemimpinan Masa Depan

0
131
64 Mahasiswa Bakti Nusa Rancang Kepemimpinan Masa Depan
64 Mahasiswa Bakti Nusa Rancang Kepemimpinan Masa Depan

Pemuda merupakan fase saat potensi manusia mencapai puncaknya. Indonesia beruntung, bonus demografi yang diperoleh negeri ini memberikan banyak pemuda usia produktif. Potensi para pemuda ini harus dioptimalkan. Merekalah yang akan memimpin negeri ini di masa depan.

 

Hal itulah yang dilakukan oleh Bakti Nusa (Beasiswa Aktivis Nusantara). Salah satu program investasi SDM yang dikelola oleh Dompet Dhuafa Pendidikan (DD Pendidikan) ini akan melaksanakan pembinaan kepemimpinan untuk para penerima manfaatnya. Kegiatan pembinaan tersebut bertajuk “Strategic Leadership Training 2.0”, yang akan dilaksanakan selama tiga hari di Yogyakarta pada tanggal 23-25 November 2018.

 

Tahun ini untuk kedua kalinya Bakti Nusa menggelar kegiatan serupa setelah sukses tahun lalu. Kali ini training kepemimpinan tersebut mengangkat tema “Leadership: Precision and Performance”. Sebanyak 64 mahasiswa penerima manfaat aktif Bakti Nusa akan mengikuti training tersebut. Para mahasiswa ini berasal dari 18 kampus favorit di seluruh Indonesia. Saat ini mereka masih menjalani masa kuliah di semester ke-6.   

 

Selama tiga hari melaksanakan kegiatan, para mahasiswa ini tidak hanya akan mendapatkan materi, namun mereka juga mendapat tugas untuk membuat proyek kepemimpinan secara pribadi dan proyek sosial di tingkat wilayah. Kedua proyek tersebut akan dipresentasikan di hadapan panelis.

 

Penerima manfaat selaku peserta training ini akan mendapatkan materi tentang kepemimpinan keluarga  dengan judul Membangun Keluarga, Mengembangkan Masyarakat yang akan disampaikan oleh Ustadz Arif Rahman Hakim. Praktisi lain yang akan memberikan materi pada kegiatan ini adalah Andi Angger Sutawijaya, Direktur Turun Tangan. Angger akan menyampaikan workshop Membuat Project Berdampak Berkelanjutan.

 

Direktur DDP, Muhammad Syafi’ie El-Bantanie juga berkesempatan memberikan materi berjudul “Kepemimpinan Transformatif dan Melayani dalam Perspektif Islam”. Penguatan terhadap gerakan sosial yang dilakukan oleh para penerima manfaat juga akan didapat dalam kegiatan ini. Melalui workshop bertajuk “Revitalisasi Gerakan Sosial Wilayah”, Muhamad Saepudin selaku Supervisor Program Kepemimpinan Bakti Nusa akan memberikan penguatan tersebut.

 

Para penerima manfaat juga akan mendapatkan materi tentang kebencanaan. Materi tersebut mencakup manajemen bencana dan psychological first aid. Kedua materi tersebut diberikan agar para penerima manfaat dapat terjun memberikan respon saat terjadi bencana, sebagai bentuk kontribusi nyata mereka untuk masyarakat yang membutuhkan.

 

“Pembinaan kepemimpinan sendiri merupakan kekhasan dari program Bakti Nusa. Beasiswa ini secara khusus memang diberikan kepada para aktivis kampus agar mereka dapat memberikan kontribusi terbaik mereka untuk masyarakat. Pembinaan kepemimpinan merupakan suplemen bagi penerima manfaat program ini agar kelak mereka dapat menjadi pemimpin terbaik untuk Indonesia” jelas Budiyanto, Manager Bakti Nusa.

 

Hingga hari ini, Bakti Nusa telah memberikan kemanfaatan kepada 500 mahasiswa yang tersebar di 18 kampus ternama di seluruh Indonesia. Beasiswa ini berasal dari dana zakat masyarakat yang dihimpun oleh Dompet Dhuafa, sekaligus merupakan bukti bahwa kebaikan yang dilakukan bersama-sama dapat membawa dampak yang signifikan. Semoga program ini dapat menjadi pemicu untuk memberikan kontribusi yang lebih baik lagi bagi negeri ini.

Komentar via Facebook