Abdul Karim, Etoser Padang Unjuk Aksi di Moot Court Competition (MCC) Piala Bulaksumur IV

0
256
Abdul Karim, Etoser Padang Unjuk Aksi di Moot Court Competition (MCC) Piala Bulaksumur IV
Abdul Karim, Etoser Padang Unjuk Aksi di Moot Court Competition (MCC) Piala Bulaksumur IV

Moot Court atau Peradilan Semu adalah salah satu kegiatan yang memfasilitasi mahasiswa fakultas hukum untuk berpraktik melakukan simulasi persidangan layaknya sebuah sidang yang nyata terjadi di Pengadilan Negeri. Moot Court Competition (MCC) atau Kompetisi Peradilan Semu adalah sebuah perlombaan yang ditujukan bagi mahasiswa/i Fakultas Hukum untuk saling beradu argumentasi secara yuridis dan implementasi teori hukum secara praktik dalam sebuah sidang atas kasus posisi yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Pemilihan bidang hukum perdata sebagai bidang kompetisi peradilan semu ini didasarkan pada kepedulian Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada untuk meningkatkan kemampuan keilmuan maupun kemampuan penelitian mahasiswa Fakultas Hukum dalam bidang Hukum Perdata serta menambah variasi bidang hukum kompetisi peradilan semu yang ada di Indonesia. Selain itu, tidak dapat dipungkiri lagi bahwa ilmu hukum keperdataan selalu erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, seperti dalam mengadakan hubungan dagang, jual-beli, sewa-menyewa, serta kerja sama.

Setelah sukses dalam penyelenggaraannya yang pertama, kedua, dan ketiga, kini Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada akan mengadakan kembali kompetisi tersebut di Tahun 2018. Perhelatan MCC Piala Bulaksumur IV ini mengangkat tema : “Pengembangan Potensi Mahasiswa Fakultas Hukum sebagai Calon Pemimpin Negeri melalui Hukum Perdata Guna Mewujudkan Pembangunan di Indonesia”. Tema ini diambil dengan tujuan untuk memberikan semangat kepada mahasiswa/i sebagai poros generasi penerus keseimbangan kehidupan bangsa melalui penegakan hukum yang adil dan mandiri.

Acara yang diselenggarakan di Hotel The Rich Jogja ini dibuka oleh Ketua Jurusan Ilmu Hukum Universitas Gadjah Mada. “Harapannya acara ini dapat menjadi sarana pembelajaran dari segi hukum acara perdata dan hukum perdata materiil bagi para mahasiswa Fakultas Hukum di Indonesia yang menjadi peserta kompetisi sebagai persiapan untuk terjun ke dalam dunia praktik”, jelas Ketua Jurusan Ilmu Hukum UGM. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan kegiatan Seminar Nasional dan Technical Meeting pada malam harinya.

Kegiatan perlombaan yang dilakukan di Pengadilan Negeri Sleman diikuti oleh 14 peserta dari PTN dan PTS Indonesia dilakukan pukul 08.00 hingga 17.30. Komponen penilaian dalam MCC meliputi Kesesuaian dengan Hukum Formil, Kesesuaian dengan Hukum Materiil, serta Kreativitas Persidangan. Juri dalam MCC sendiri adalah para praktisi dan akademisi hukum.

Keesokan harinya, dilaksanakan final yang diikuti oleh 4 tim dari Universitas Udayana, Universitas Hasanudin, Universitas Diponegoro dan Universitas Padjajaran. Dihari yang sama, pada malamnya dilaksanakan acara penutupan dan pembagian hadiah bagi pemenang.

Komentar via Facebook