Aktivis Adalah Elite Pengentas Kemiskinan

0
71

Aktivis Adalah Elite Pengentas kemiskinan

Bogor – 75 aktivis penerima manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) dari 22 kampus ternama di Indonesia diboyong menyelami pengentasan kemiskinan melalui program pendidikan bersama Arif Rahmadi Haryono, GM Pendidikan Dompet Dhuafa Filantropi pada Jumat (26/07) di IZI Hotel, Bogor.

Arif membuka materi dengan mengutarakan keterkaitan kemiskinan dengan pendidikan, menurutnya keduanya saling terkait dan memiliki peranan besar karena pendidikan memberikan kemampuan untuk berkembang lewat penguasaan ilmu dan keterampilan.

“Tertutupnya akses individu/komunitas terhadap sumber daya membuat masyarakat tidak memungkinkan untuk mandiri, itulah yang membuatnya masuk ke dalam golongan masyarakat kurang mampu,” ujar Arief. “Lalu bagaimana kita mengentaskan kemiskinan?” tanyanya.

Harus tahu peta kemiskinan menjadi kunci untuk menguraikan kemiskinan di Indonesia. Sebab ada tiga problematika pendidikan dalam kemiskinan yang perlu diperhatikan seperti akses infrastruktur, kualitas SDM, serta sistem dan kebijakan.

“Kenapa orang miskin tak mau menyekolahkan anaknya tinggi-tinggi? Karena mereka masih berfokus pada urusan perut. Kemudia bagaimana cara mengubah mindset masyarakat tersebut? Kalian harus menjadi atau mecari role model dan bersinergi serta berkolaborasi untuk mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan,” pungkasnya.

Arif menambahkan jika ada tips dan trik untuk mengelola kemiskinan salah satunya dengan memastikan bahwa kita tahu kondisi masyarakat yang ingin dituju. Jika ingin melakukan intervensi melalui pendidikan ada tiga poin harus dilakukan yakni melalui pendidikan formal, non formal, dan informal.

“Buatlah aktivitas yang melibatkan anak-anak muda di daerah. Saya berharap 75 penerima manfaaat BAKTI NUSA di sini mampu mengatasi kemiskinan di Indonesia. Karena teman-teman itu elite, maka harus bisa berpikir out of the box dan besar,” tutup Arif. (AR)

Komentar via Facebook
BAGIKAN