Aktivis! Yuk Ambil Peran untuk Bangun Desa

0
97

Aktivis! Yuk Ambil Peran untuk Bangun Desa

 

Bogor – Memasuki hari ketiga Strategic Leadership Training (SLT) 2019, 75 aktivis penerima manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) Angkatan 9 dari 22 kampus ternama di Indonesia mengikuti Leadership Training bersama Lukmanul Hakim, Kepala Desa Bantarsari, pada Sabtu (27/07) di IZI Hotel, Bogor, Jawa Barat.

 

Lukmanul Hakim dikenal sebagai Kades dengan segudang prestasi karena memiliki banyak program mumpuni untuk membangun desanya, pada 2016 ia berhasil menyabet Kades Berprestasi se-Kabupaten Bogor. Membawakan tema “Manajemen Sumber Daya Desa” Lukmanul Hakim ingin menanamkan nilai-nilai kontributif pada para aktivis.

 

“Negara ini hadir, desa lebih dulu hadir. Jika kita ingin mengubah Indonesia, maka ubahlah desa terlebih dahulu. Jika desa dikelola secara baik, bukan tidak mungkin Indonesia menjadi lebih maju,” kata Lukman lantang.

 

Ada dua cara yang bisa dilakukan agar aktivis bisa mengubah Indonesia, pertama menjadi pribadi disiplin dan kedua menjadi pemain bukan hanya penonton seperti yang termaktub dalam surat At-Taubah ayat 105.

 

“Allah menyuruh kita untuk menjadi pemain dan pelaku, maka jadilah akitivis yang bisa berbuat banyak untuk orang lain karena Allah akan melihat apapun  yang kalian lakukan, misalnya cobalah membangun desa,” tambah Lukman.

 

Desa memiliki kewenangan begitu luas dan telah diatur oleh Undang-Undang (UU) Desa tahun 2014, UU ini dibuat agar desa bisa mengatur dirinya sendiri. Karena itulah seorang Kades harus melakukan analisis SWOT, membuat inovasi, dan melakukan pemetaan untuk pemberdayaan desanya.

 

“Ketika berbicara tentang manajemen sumber daya desa maka kita akan berbicara tentang kesejahteraan masyarakat di dalamnya. Lalu apa saja langkah yang dlakukan kepala desa? Perbanyak inovasi dengan membangun spirit dan memotivasi masyarakat untuk terus maju. Hal lainnya ialah harus berkolaborasi dengan banyak stakeholder,” tegasnya.

 

Berbeda dengan masyarakat kota, kesadaran masyarakat desa harus terus disulut, sebab itulah kepala desa menjadi corong penting agar masyarakat desa mampu menerapkan program yang telah dibuat dengan baik.

 

“Menggerakan masyarakat menuju kesejahteraan memang tidak mudah, banyak proses harus dilakukan meski perlahan. Berikan teladan dan contoh terbaik agar masyarakat termotivasi melakukan hal yang sama,” ujar Lukman.

 

“Berbuat saja, jangan khawatir salah. Karena kesalahan akan membuat kita lebih baik lagi. Sekecil apapun yang bisa kita lakukan, lakukan! Karena Allah telah memberikan potensi besar untuk kita,” tutupnya.

Komentar via Facebook
BAGIKAN