Aktivis, Harapan Negara Ini untuk Bangkit Dari Kemiskinan

0
79

Aktivis, Harapan Negara Ini untuk Bangkit Dari Kemiskinan

Bogor – “Tidak tepat jika zakat dikaitkan dengan pengentasan kemiskinan,” kata Muhammad Sabeth Abilawa, Wakil Direktur DD Corporate University, membuka materi kedua Strategic Leadership Training (SLT) 2019 yang dilaksanakan pada Kamis (25/07) di Hotel IZI, Bogor.

Sabeth didapuk menjadi pembicara dengan membawakan materi “Memahami Kemiskinan dan Peta Sebaran Kemiskinan di Indonesia”. Menurut Sabeth ada delapan asnaf dalam zakat yakni fakir, miskin, amil, muallaf, riqab (budak), gharm, fisabilillah, dan ibnu sabil.

“Dompet Dhuafa sebagai lembaga sosial yang berkhidmat di bidang kemanusiaan telah lama mengambil peran untuk membantu para Aznaf Zakat dan sekaligus membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan,” ujarnya.

Dihadapan 75 aktivis penerima manfaat BAKTI NUSA dari 22 kampus ternama di Indonesia, ia memaparkan dalam banyak kasus kemiskinan dipengaruhi oleh ketimpangan distribusi ekonomi baik secara struktural maupun natural.

“Kita tak bisa memungkiri kalau kemiskinan juga terkait dengan kebijakan pemerintah, dan ada tiga faktor yang dapat dituding sebagai penyebab terjadinya kemiskinan. Pertama kesalahan yang menganggap kemiskinan sebagai fenomena single dimension, padahal kemiskinan adalah fenomena multidimension. Kedua, kesalahan menganggap fenomena lingkaran kemiskinan sebagai suatu kawasan tersendiri yang tidak berkaitan dengan fenomena lingkaran berlebihan atau lingkaran kemewahan. Ketiga, kesalahan menganggap prioritas pembangunan adalah pertumbuhan. Ini merupakan langkah yang salah dari strategi pembangunan di Indonesia,” tegasnya.

Sabeth menuturkan jika negara ini bisa mendayagunakan zakat untuk pengembangan sumber daya manusia sehingga solusi atas kemiskinan dapat terwujud.

“Potensi zakat itu besar. Andai zakat itu mampu terkumpul dan dikelola dengan baik, maka mampu menjadi solusi dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia,” terang Sabeth.

Ia berharap setelah mengikuti sesi terakhir SLT untuk hari ini para aktivis semakin semangat mewujudkan Indonesia tanpa kemiskinan dengan memberikan kontribusi terbaik, karena aktivis merupakan harapan negeri ini untuk bangkit. (AR)

Komentar via Facebook
BAGIKAN