Aktivis Kudu Punya Mimpi!

0
287

Aktivis Kudu Punya Mimpi!

 

Bogor – Aktivis dianggap sebagai tonggak kekuatan suatu bangsa. Mereka dituntut memiliki visi misi yang jelas dalam hidup. Hal itu semata-mata dilakukan karena semakin ketatnya persaingan di abad 21  dan semakin banyaknya tantangan yang akan mereka hadapi di negara ini, jika para aktivis tak siap dengan hal tersebut maka mereka harus mawas diri untuk tersingkir dari bursa calon pemimpin bangsa.

 

Pada Sabtu (01-09), dalam Strategic Leadership Training (SLT) 1.0, 64 aktivis Penerima Manfaat (PM) Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) yang hadir di Aula Zikir Zona Madina diajak Berpikir Strategis dan Bergerak Taktis bersama Bambang Suherman, Ketua FOZ dan Aktivis Kemanusiaan. Selama tiga puluh menit Bambang menjabarkan betapa pemuda saat ini banyak kehilangan arah dalam menentukan cita dan mimpi yang ingin dicapai. Menurutnya kondisi tersebut berpengaruh kepada eksistensi pemuda terbaik Indonesia saat ini, ia juga menambahkan bahwa munculnya faktor tersebut berawal dari bagaimana seseorang me-maintenance pikiran dan men-state mimpi.

 

“Hidup itu bagai pesawat. Sebelum lepas landas kita harus memastikan koordinat navigasi, pastikan titik berangkat hingga titik tuju tak berubah sehingga mampu membawa kita ke tujuan tanpa mengubah apapun. Oleh karena itu jangan takut men-state cita-cita kalian, karena kalau tidak begitu maka kita akan ragu menggapai cita. Ikrarkan cita-cita kalian, bulatkan niat berulang di kepala kita, dan azzam kan,” tegas Bambang.

 

Membaca zaman berarti para aktivis harus mencari pengalaman sebanyak-banyaknya dan mengasah kemampuan agar tak kalah bersaing di kancah global; Para aktivis sebagai penerus bangsa tak boleh enggan berjejaring dan bergaul dengan masyarakat dan orang-orang hebat. Tak lupa Bambang mengingatkan bahwa para aktivis harus memiliki mimpi tinggi karena mereka wajib merancang masa depan diri dan juga lingkungan sekitarnya, jika mereka kelak sukses maka berkontribusi di masyarakat melalui pemberdayaan diberbagai sektor perlu dilakukan agar masyarakat dapat tumbuh dan berkembang secara mandiri; Terakhir, ia menyampaikan bahwa para aktivis dapat mewujudkan itu semua dengan terus berinovasi serta menciptakan sesuatu yang baru.

 

Ia berharap setelah mengikuti sesi ketiga SLT 1.0 ini para aktivis semakin semangat menggapai cita dan memberikan prestasi terbaiknya untuk dirinya dan Indonesia, karena aktivis merupakan harapan negeri ini untuk bangkit kembali.

 

“Mulailah membangun jejaring dengan mereka yang memiliki mimpi dan semangat sama agar mimpi dan pencapaian kalian tak menguap begitu saja. Sebab hidup merupakan rentetan pencapaian demi pencapaian, maka kejar dan usahakan,” tutup Bambang. (AR)

Komentar via Facebook