Alumni Bakti Nusa Pimpin Persatuan Pelajar Indonesia dari Seluruh Dunia

0
265

Kabar baik datang dari Moskow, Rusia. Fadjar Mulya, salah satu alumni penerima Bakti Nusa (Beasiswa Aktivis Nusantara) angkatan 4, terpilih menjadi Koordinator PPI Dunia untuk kepengurusan 2018-2019. Bakti Nusa sendiri adalah produk beasiswa dari Dompet Dhuafa Pendidikan yang diperuntukkan bagi para aktivis mahasiswa.

PPI adalah singkatan dari Perhimpunan Pelajar Indonesia, yaitu organisasi yang mewadahi para mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi mereka ke luar negeri. PPI saat ini telah ada di 52 negara. Setiap tahun, PPI menghelat Simposium Internasional. Tahun ini acara tersebut diselenggarakan pada 23-26 Juli 2018 di Moskow Rusia.

Simposium Internasional tersebut bertujuan untuk menentukan arah pergerakan PPI Dunia ke depan. Salah satunya adalah dengan memilih pimpinan baru. Fadjar berhasil terpilih menjadi Koordinator PPI Dunia melalui proses Pemilihan Raya (Pemira) di antara para anggota PPI seluruh dunia.

Fadjar berangkat ke moskow sebagai perwakilan dari Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Thailand (Permitha). Memimpin PPI Dunia di usia yang cukup muda (24 tahun) menurut Fadjar juga menjadi tantangan sendiri. Fadjar harus memutar otak, menemukan cara efektif untuk merangkul para aktivis PPI yang memiliki perbedaan usia dan karakter, juga belajar di negara yang berbeda-beda.

“Dua minggu sebelum penutupan pendaftaran kandidat Koordinator PPI Dunia, beberapa Ketua PPI Negara mendorong saya untuk maju sebagai kandidat. Dengan meminta restu kepada orang tua dan teman-teman, saya beranikan diri untuk maju dengan niat berlomba-lomba dalam kebaikan. Hampir satu bulan menjalani proses Pemira PPI Dunia, banyak kesan yang saya dapat. Saya bisa mengenal lebih dekat 52 Ketua PPI Negara. Secara otomatis saya juga belajar public speaking dan debat,” ungkap Fadjar mengenang proses yang ia lalui.

Fadjar merupakan alumni FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM). Masa kuliah Fadjar manfaatkan untuk aktif di organisasi. Ia pernah diamanahi sebagai Ketua BEM KM FMIPA UGM pada tahun 2014.  Menjadi aktivis kampus tidak membuat Fadjar melupakan studinya. Dalam bidang akademik, Fadjar juga meraih prestasi tak kalah gemilang. Pada tahun 2013, ia pernah menjadi wakil FMIPA dalam Kompetisi Mahasiswa Berprestasi di UGM. Fadjar juga pernah mendapatkan dana hibah PKM dan mempublikasikan hasil riset di beberapa jurnal internasional terindeks scopus.

Fadjar berharap pergerakan PPI Dunia di masa mendatang lebih menonjolkan nilai-nilai intelektualnya. Tahun ini adalah tahun yang strategis mengingat ada hajatan Pemilu 2019.  Fadjar menargetkan rekomendasi dari PPI Dunia dapat menjadi acuan pemerintah untuk membangun bangsa Indonesia yang lebih baik lagi.

Komentar via Facebook