Ayo Beli Takjil di Pasar!

0
84

Ayo Beli Takjil di Pasar!

Oleh: Nabila Nurul Chasanati

Kamu pasti menyadari kalau setiap 100 meter tak jauh dari rumahmu sudah berdiri minimarket-minimarket untuk memenuhi kebutuhan harianmu. Kita tak perlu lagi pusing memikirkan jarak karena minimarket selalu dekat, nyaman, dan lengkap. Nah kehadiran minimarket atau supermarket ternyata mengancam eksistensi pasar tradisional. Pemerintah sudah memberikan regulasi yaitu Perpres 112 tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern maupun Peraturan Menteri Perdagangan yang mengatur pembenahan pasar tradisional tetapi hal itu seolah belum cukup untuk melindungi pasar tradisional.

Menumbuhkan daya beli masyarakat terhadap pasar tradisional akan mengembalikan keberlanjutan usaha masyarakat apalagi di saat Ramadan seperti sekarang. Hal ini bisa mengangkat perekonomian kaum marginal. Di satu sisi, pasar tradisional merupakan cermin dari kebudayaan terdahulu. Pendayagunaan potensi pasar tradisional di era globalisasi membutuhkan inovasi untuk mengembangkan potensi tersebut. Memberdayakan pasar bukan hanya mengembangkan usaha kelas menengah ke bawah, tetapi juga meningkatkan beberapa aspek lainnya seperti dalam kehidupan sosial masyarakat dan melestarikan budaya bangsa.

Melihat anak muda dalam melakukan pembenahan pasar tradisional mungkin sedikit sekali. Tetapi sekarang ada Gerakan Aku Cinta Budaya Indonesia  yang menjadi gerakan sosial untuk menumbuhkan daya beli masyarakat untuk setidaknya meninggikan kembali keberadaan pasar tradisional dengan melakukan re-branding jajanan pasar untuk takjil misalnya. Dari sektor wisata belanja inilah kita bisa mengembangkan sektor pariwisata. Pengembangan pariwisata biasa akan berkorelasi pada aspek pelestarian budaya daerah. Pengembangan tersebut bertujuan  meningkatkan pendapatan daerah agar mampu bersaing dengan ritel modern maupun mall besar.

Fokus gerakan ACBI ialah menumbuhkan produktivitas masyarakat golongan menengah ke bawah untuk tetap menjaga eksistensi jajanan pasar agar tetap selalu ada. Menggalakkan kampanye akan sia-sia hasilnya jika tidak ada implementasi nyata dari kontributor gerakan sosial itu sendiri. Kampanye dan iklan tentang jajanan pasar di kalangan mahasiswa sendiri mampu menumbuhkan daya beli meningkat dan secara tidak langsung berimbas pada kesejahteraan penjual jajanan pasar. Untuk menjaga konsistensi para mahasiswa yang menginisiasi gerakan sosial ini dibutuhkan tidak hanya sekadar komitmen, karena ACBI lahir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

***

 

Mari bergabung dan bergandengan tangan bersama Dompet Dhuafa Pendidikan untuk menyalakan pelita harapan anak-anak yang kurang beruntung secara ekonomi melalui program-program pendidikan berkualitas. Salurkan zakat, infak, dan sedekahmu melalui nomor rekening: 2881 2881 26 BNI Syariah a.n. Yayasan Dompet Dhuafa Republika.

 

Komentar via Facebook
BAGIKAN