Beginilah Cara Beastudi Etos Pastikan Kualitas Penerima Manfaat Wilayah Bogor

0
256
Beginilah Cara Beastudi Etos Pastikan Kualitas Penerima Manfaat Wilayah Bogor.
Beginilah Cara Beastudi Etos Pastikan Kualitas Penerima Manfaat Wilayah Bogor.

Bogor,
27/02/2019. Pada tanggal 23 dan 24 Februari 2019, telah dilaksanakan kegiatan monitoring
dan evaluasi (monev) Beastudi Etos untuk wilayah Bogor. Aktivitas ini rutin
diselenggarakan setiap enam bulan sekali dalam rangka melihat implementasi dan
capaian di wilayah program Beastudi Etos. Diharapkan dengan adanya aktivitas
monev, dampak perbaikan untuk proses continues
improvement
dapat terus berjalan. Adapun tujuan umum penyelenggaranaan
monev di semester ini adalah untuk mengontrol dan mengevaluasi implementasi
program di wilayah, mendapatkan feed back
dari manajemen wilayah dalam hal ini pengelola di wilayah program yang terdiri
atas pendamping dan koordinator wilayah serta memberikan pembekalan kepada
penerima manfaat.

Gambaran
aktivitas monev selama dua hari mencakup kegiatan audit 5R untuk asrama
Beastudi Etos, forum dengan penerima manfaat membahas tentang program desa
binaan, yaitu Desa Produktif (Despro), forum manajemen wilayah, dan training value untuk penerima manfaat
bertema innovatife.

Di
hari pertama, ada tiga kegiatan utama, yaitu audit 5R, forum Desa Produktif
bersama dengan penerima manfaat, dan forum pendamping. Untuk kegiatan pertama,
yaitu audit 5R, dilakukan di asrama Beastudi Etos. Kegiatan audit 5R merupakan
kegiatan yang wajib dilaksanakan setiap monev dengan tujuan melihat sudah
sejauh mana budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) diterapkan di asrama
Beastudi Etos.

Penerima
manfaat Beastudi Etos Bogor merupakan mahasiswa Institut Pertanian Bogor.
Kegiatan audit 5R dilaksanakan di dua asrama, yaitu asrama putra dan asrama putri.
Aktivitas audit berlangsung mulai pukul 09.00-11.00 WIB dengan dua pengelola
pusat sebagai auditor. Selama kegiatan audit 5R, auditor mengisi form audit
sembari mengambil dokumentasi dan mencatat temuan audit untuk beberapa lokasi
di asrama, meliputi ruang umum, dapur, kamar tidur, dan kamar mandi. Auditor
memastikan bahwa 5R dilaksanakan di setiap ruangan tersebut. Di akhir aktivitas
audit, auditor memberikan review
hasil audit kepada penerima manfaat dan pendamping berkaitan dengan temuan yang
diperoleh untuk dapat segera diperbaiki.

Memasuki
agenda kedua, yaitu Forum Desa Produktif bersama penerima manfaat. Forum
diselenggarakan di Ruang Kelas Seminar Agribisnis Institut Pertanian Bogor dari
pukul 13.30-16.00 dan dihadiri oleh 30 penerima manfaat yang merupakan pengurus
dan mahasiswa aktif IPB tingkat satu hingga tiga. Pada forum ini, penerima
manfaat memaparkan kondisi ter-update
dari Despro Bogor yang bertempat di SDN Dukuh 2 Desa Galuga, Bogor. Selain itu
disampaikan pula permasalahan dan kendala yang dihadapi oleh penerima manfaat
selama mengelola Desa Produktif. Dari hasil diskusi bersama pengelola pusat,
penerima manfaat mendapatkan insight baru
mengenai pengelolaan program Despro dan program pemberdayaan sosial pada umumnya.

Malam
harinya, pengelola pusat bersama pendamping program melakukan diskusi ringan
bertemakan “efektivitas coaching”.
Diskusi ini sekaligus sebagai pembekalan untuk pendamping program terkait skill coaching dalam penanganan penerima
manfaat yang memiliki kebutuhan khusus serta membantu penerima manfaat
melesatkan potensi mereka. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 19.30-21.00 WIB
di Rumah Makan Saung Kuring dan dihadiri oleh pendamping program wilayah Bogor.
Aktivitas hari pertama berakhir pukul 21.00 WIB.

Memasuki
kegiatan monev hari kedua, dibuka dengan kegiatan training value Dompet Dhuafa Pendidikan, yaitu value Innovative. Training dilaksanakan di RK AGB 303, IPB dengan trainer Pandu Heru Satrio. Kegiatan ini
dihadiri oleh 37 penerima manfaat Beastudi Etos Bogor tahun pertama hingga
keempat dari total 49 penerima manfaat. Kegiatan berlangsung dari pukul 08.30
hingga 12.00 WIB. Selama kegiatan training,
penerima manfaat diajak untuk berpikir bersama menciptakan inovasi di bidang
pemberdayaan sosial, khususnya Desa Produktif yang menjadi laboratorium lapang mereka
dalam melaksanakan aktivitas sosial. Penerima manfaat terlihat sangat antusias
dengan materi yang disampaikan oleh trainer.

Di
tengah sesi materi, penerima manfaat dibagi ke dalam sepuluh kelompok dan
diberikan waktu lima belas menit untuk mendiskusikan inovasi yang akan
dilakukan di Desa Produktif. Selanjutnya, satu per satu kelompok diminta mempresentasikan
hasil diskusi dan melakukan tanya jawab singkat dengan penerima manfaat
lainnya. Berikutnya, penutupan training
dengan foto bersama setelah sebelumnya dilakukan pembagian penghargaan kepada
penerima manfaat dengan prestasi yang baik.

Memasuki
agenda kedua yaitu forum manajemen. Forum manajemen merupakan forum antara
pengelola pusat dengan manajemen wilayah membahas terkati kondisi program di
wilayah program. Forum Manajemen Bogor diselenggarakan di RK Seminar AGB, IPB
dari pukul 14.00-18.00 WIB. Forum dihadiri oleh pendamping program, pengelola
pusat, dan koordinator wilayah program. Aktivitas yang dilakukan selama forum
meliputi penilaian kinerja pendamping dan koordinator wilayah program dengan
tools berupa SKI (Sasaran Kinerja Individu), presentasi dari majemen wilayah,
dan presentasi dari pengelola pusat mengenai informasi Beastudi Etos. Kegiatan
monev hari kedua selesai pukul 18.00 dan ditutup dengan penyampaian hasil
penilaian kinerja dari pengelola pusat kepada manajemen wilayah. (UL)

Komentar via Facebook