Beginilah Cara Beastudi Etos Pastikan Kualitas Penerima Manfaat Wilayah Bogor

0
143
Beginilah Cara Beastudi Etos Pastikan Kualitas Penerima Manfaat Wilayah Bogor.
Beginilah Cara Beastudi Etos Pastikan Kualitas Penerima Manfaat Wilayah Bogor.

Bogor, 27/02/2019. Pada tanggal 23 dan 24 Februari 2019, telah dilaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) Beastudi Etos untuk wilayah Bogor. Aktivitas ini rutin diselenggarakan setiap enam bulan sekali dalam rangka melihat implementasi dan capaian di wilayah program Beastudi Etos. Diharapkan dengan adanya aktivitas monev, dampak perbaikan untuk proses continues improvement dapat terus berjalan. Adapun tujuan umum penyelenggaranaan monev di semester ini adalah untuk mengontrol dan mengevaluasi implementasi program di wilayah, mendapatkan feed back dari manajemen wilayah dalam hal ini pengelola di wilayah program yang terdiri atas pendamping dan koordinator wilayah serta memberikan pembekalan kepada penerima manfaat.

Gambaran aktivitas monev selama dua hari mencakup kegiatan audit 5R untuk asrama Beastudi Etos, forum dengan penerima manfaat membahas tentang program desa binaan, yaitu Desa Produktif (Despro), forum manajemen wilayah, dan training value untuk penerima manfaat bertema innovatife.

Di hari pertama, ada tiga kegiatan utama, yaitu audit 5R, forum Desa Produktif bersama dengan penerima manfaat, dan forum pendamping. Untuk kegiatan pertama, yaitu audit 5R, dilakukan di asrama Beastudi Etos. Kegiatan audit 5R merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan setiap monev dengan tujuan melihat sudah sejauh mana budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) diterapkan di asrama Beastudi Etos.

Penerima manfaat Beastudi Etos Bogor merupakan mahasiswa Institut Pertanian Bogor. Kegiatan audit 5R dilaksanakan di dua asrama, yaitu asrama putra dan asrama putri. Aktivitas audit berlangsung mulai pukul 09.00-11.00 WIB dengan dua pengelola pusat sebagai auditor. Selama kegiatan audit 5R, auditor mengisi form audit sembari mengambil dokumentasi dan mencatat temuan audit untuk beberapa lokasi di asrama, meliputi ruang umum, dapur, kamar tidur, dan kamar mandi. Auditor memastikan bahwa 5R dilaksanakan di setiap ruangan tersebut. Di akhir aktivitas audit, auditor memberikan review hasil audit kepada penerima manfaat dan pendamping berkaitan dengan temuan yang diperoleh untuk dapat segera diperbaiki.

Memasuki agenda kedua, yaitu Forum Desa Produktif bersama penerima manfaat. Forum diselenggarakan di Ruang Kelas Seminar Agribisnis Institut Pertanian Bogor dari pukul 13.30-16.00 dan dihadiri oleh 30 penerima manfaat yang merupakan pengurus dan mahasiswa aktif IPB tingkat satu hingga tiga. Pada forum ini, penerima manfaat memaparkan kondisi ter-update dari Despro Bogor yang bertempat di SDN Dukuh 2 Desa Galuga, Bogor. Selain itu disampaikan pula permasalahan dan kendala yang dihadapi oleh penerima manfaat selama mengelola Desa Produktif. Dari hasil diskusi bersama pengelola pusat, penerima manfaat mendapatkan insight baru mengenai pengelolaan program Despro dan program pemberdayaan sosial pada umumnya.

Malam harinya, pengelola pusat bersama pendamping program melakukan diskusi ringan bertemakan “efektivitas coaching”. Diskusi ini sekaligus sebagai pembekalan untuk pendamping program terkait skill coaching dalam penanganan penerima manfaat yang memiliki kebutuhan khusus serta membantu penerima manfaat melesatkan potensi mereka. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 19.30-21.00 WIB di Rumah Makan Saung Kuring dan dihadiri oleh pendamping program wilayah Bogor. Aktivitas hari pertama berakhir pukul 21.00 WIB.

Memasuki kegiatan monev hari kedua, dibuka dengan kegiatan training value Dompet Dhuafa Pendidikan, yaitu value Innovative. Training dilaksanakan di RK AGB 303, IPB dengan trainer Pandu Heru Satrio. Kegiatan ini dihadiri oleh 37 penerima manfaat Beastudi Etos Bogor tahun pertama hingga keempat dari total 49 penerima manfaat. Kegiatan berlangsung dari pukul 08.30 hingga 12.00 WIB. Selama kegiatan training, penerima manfaat diajak untuk berpikir bersama menciptakan inovasi di bidang pemberdayaan sosial, khususnya Desa Produktif yang menjadi laboratorium lapang mereka dalam melaksanakan aktivitas sosial. Penerima manfaat terlihat sangat antusias dengan materi yang disampaikan oleh trainer.

Di tengah sesi materi, penerima manfaat dibagi ke dalam sepuluh kelompok dan diberikan waktu lima belas menit untuk mendiskusikan inovasi yang akan dilakukan di Desa Produktif. Selanjutnya, satu per satu kelompok diminta mempresentasikan hasil diskusi dan melakukan tanya jawab singkat dengan penerima manfaat lainnya. Berikutnya, penutupan training dengan foto bersama setelah sebelumnya dilakukan pembagian penghargaan kepada penerima manfaat dengan prestasi yang baik.

Memasuki agenda kedua yaitu forum manajemen. Forum manajemen merupakan forum antara pengelola pusat dengan manajemen wilayah membahas terkati kondisi program di wilayah program. Forum Manajemen Bogor diselenggarakan di RK Seminar AGB, IPB dari pukul 14.00-18.00 WIB. Forum dihadiri oleh pendamping program, pengelola pusat, dan koordinator wilayah program. Aktivitas yang dilakukan selama forum meliputi penilaian kinerja pendamping dan koordinator wilayah program dengan tools berupa SKI (Sasaran Kinerja Individu), presentasi dari majemen wilayah, dan presentasi dari pengelola pusat mengenai informasi Beastudi Etos. Kegiatan monev hari kedua selesai pukul 18.00 dan ditutup dengan penyampaian hasil penilaian kinerja dari pengelola pusat kepada manajemen wilayah. (UL)

Komentar via Facebook