Berjuanglah Kar!!

0
26

Namaku Kar, aku senang menyamakan diriku dengan sebuah car (baca mobil). Sebuah benda yang selalu bergerak secara dinamis, naik turun, maju melesat dengan kekuatan  Lillah untuk terus melaju di arena kehidupan penuh rintangan. Pernah merasakan kehabisan bensin (ide), pernah merasa tersesat, dan bahkan sering rasanya merasa ingin berhenti. Tapi itu bukanlah sebuah pilihan yang bijak, karena hanya pecundang lah yang akan menyerah sebelum peperangan di mulai. Dan saat ini sebuah kehidupan baru di mulai..

Aku….

Adalah mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara, hobi ku adalah merangkai sebuah cerita. Cerita kehidupan seorang manusia biasa yang berharap bisa menjadi luar biasa dengan harapan yang selalu ingin di perjuangkan. Harapan-harapan itu tertulis rapi di dinding kamarku, kamar kecil berukuran 2 x 3 dengan 1 jendela kotak yang mengarah ke jalan raya. Setiap pukul 5 pagi aku bersembunyi di balik tirai untuk melihat siapa saja makhluk bumi yang sudah menggerakkan kaki nya memenuhi seruan sang Maha Kaya, Allah SWT. Tak banyak.. mungkin hanya tiga sampai lima orang saja yang kulihat sedang berlalu ke arah mushola dengan frekuensi satu saja setiap 10  menit nya. Yaa… aku adalah si pengamat yang bersahaja..

Setelah aku puas mengamati keadaan sekitar dan merasa cukup menghirup udara segar, aku bergegas menyusun roster pelajaran. Akulah salah satu spesies makhluk bumi yang menyusun buku mata pelajaran satu jam sebelum memulai perkuliahan, haha.. honestly  itu bukanlah hal yang baik sih. Tapi itu seperti sudah mendarah daging pada diriku. Hari ini aku merencanakan sebuah pertemuan dengan teman Aliyah ku dulu, namanya uvi.. she’s make me feel crazy when we together. Haha. Pertemuan itu lah yang pada akhirnya membawa ku bisa mencapai sebuah mimpi yang tertulis di dinding kamar ku. Impian sederhana yang mungkin orang lain sudah bisa mencapai nya, yaitu mimpi untuk bisa mendapatkan juara di ajang lomba Essay tingkat Nasional. Mimpi yang aku sendiri ragu bisa mendapatkan nya, tapi ada satu hal yang menguatkan kan ku untuk terus memperjuangkan nya. Yaitu janji Allah Azza Wa Jalla “Man Jadda Wa Jadda siapa yang bersungguh sungguh pasti akan mendapat” .

Perbincangan aku dengan Uvi akhirnya berujung pada sebuah perlombaan Essay yang akan kami apply, yaitu lomba Essay Nasional Indonesian Fisheries And Marine Student Youth Forum yang diadakan oleh Institut Pertanian Bogor. Lomba ini sekaligus mewujudkan 2 impian yang berbeda sekaligus. Impianku adalah bisa mendapatkan juara lomba Essay Nasional, sedangkan impian si Uvi adalah bisa lulus jadi finalis karena dia sangat ingin datang ke Institut Pertanian Bogor. Dan Alhamdulillah Allah mewujudkan kedua impian kami itu. Allah sangat baik bukan ?

Saat menyelesaikan essay jangan ditanya, ada banyak perdebatan – perdebatan yang terjadi antara aku dan Uvi. Bahkan kami hampir ingin menyerah untuk tidak mengirimkan karya kami, karena kesibukan aku dan Uvi membuat kami tidak memiliki waktu untuk berdiskusi. Tetapi Allah ternyata memiliki skenario yang sangat indah. Akhirnya aku dan Uvi mengirimkan karya kami dan Qadarullah Allah berikan aku dan Uvi kesempataan yang sangat luar biasa untuk bisa menjadi finalis di ajang tersebut. Masya Allah.. sungguh tak ada hal yang cukup untuk menggambarkan kebahagiaaan yang kami rasakan waktu itu.

Saat menjadi finalis ini juga jangan ditanya. Hampir saja kami ingin pulang saat panitia mendeklarasikan bahwa ternyata persentasi hanya diperbolehkan dilakukan oleh satu orang, sedangkan kami mempersiapkan presentasi oleh dua orang dengan metode tanya jawab. Alhasil pada malam technical meeting kami bersitegang dengan panitia untuk memberikan alasan mengapa presentasi hanya boleh dilakukan oleh satu orang. Dengan sangat lembut khas logat bogornya, panitia memberikan penjelasan. Tapi tetap saja kami masih tidak menyetujuinya, akhirnya dilakukan vooting dan ternyata semua peserta membuat kesepakatan bahwa persentase bisa dilakukan oleh satu, dua, maupun tiga orang. Alhamdulillah

Akhirnya persentase berlangsung dengan baik, dan juri juga merespon ide kami dengan baik, dan Qadarullah kami mendapatkan juara 2 di perlombaan tersebut.. Luar biasa bukan skenario nya

***

Dari perjalanan kali ini aku mendapatkan sebuah keyword yang akan terus ku pegang untuk melanjutkan hidup ku, yaitu Berjuanglah ! Selelah apapun kau berjalan, sesulit apapun rintangan yang menghadang, maka Berjuanglah ! karena kita tidak pernah tahu hadiah istimewa apa yang Allah persiapkan bagi hamba Nya yang tidak mudah berputus asa.

~Wallahu A’lam

Terimakasih kepada Universitas Sumatera Utara yang selalu mensupport mahasiswa nya, Beastudi Etos Dompet Dhuafa yang telah memberikan support prestasi nya serta Beastudi Etos Bogor yang telah menyambut kami dengan sangat meriah di asrama. Untuk Komunitas Ribak Sude yang selalu memberikan arahan dan juga Inkubator Sains USU kalian selalu di hati , dan banyak lagi orang orang hebat yang tak luput dari memori perjalanan kali ini.. Salam Perjuangan.. (Karlin Wijiyani, Awarde Beastudi Etos Medan 2016)

Komentar via Facebook
BAGIKAN