Berlomba Nak Kota Madura

0
363

Karya Tulis Ilmiah atau yang disebut KTI merupakan hal yang tak asing bagiku saat duduk di bangku SMA. Namun, saat sudah naik jabatan dari siswa menjadi mahasiswa, kata KTI sudah cukup asing bagiku. Hal ini dikarenakan kesibukanku di kampus dengan adanya tugas kuliah, organisasi, dan kepanitiaan. Baru di semester 3 ini akhirnya saya meluangkan waktu untuk membuat KTI kembali bersama 2 teman saya yang satu jurusan yaitu jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP) tepatnya di Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya. Saya dan kedua teman saya mengikuti perlombaan LKTIN atau Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional yang diadakan oleh Universitas Trunojoyo Madura. Saat itu, kalender memperlihatkan bahwa sudah tanggal 11 November 2018. Sedangkan, batas pengumpulan full paper yaitu pada 15 November 2018. Hanya ada kesempatan 4 hari saja untuk mengejar pengumpulan full paper saat itu. Tetapi, saya dan tim merupakan tim yang mengutamakan tugas kuliah dan kepanitiaan, sehingga sampai tanggal 13 November 2018 tim kami belum mengerjakan 1 bab sekalipun. Dilema itu pasti, antara mau melanjutkan atau hanya wacana saja, tetapi karena sifat optimis oleh teman saya yang merupakan ketua tim saya, saya pun mencoba mengerjakan sebisa mungkin. Karya tulis kami membahas tentang pemanfaatan limbah tahu (whey) menjadi minuman probiotik dengan penambahan bakteri L. Caseii, setelah itu kami pun membagi tugas pengerjaan KTI, saya mengerjakan bab 1, 2, dan 5, sedangkan teman saya mengerjakan bab 3 dan 4. Sehingga, terkumpullah fullpaper KTI dari tim saya dengan pengerjaan hanya 2 hari saja. Pada 18 November 2018 tiballah pengumuman 10 besar finalis, dan syukur alhamdulillah nama tim saya masuk diantara 10 tim finalis tersebut, dan tim kami diundang untuk maju ke tahap selanjutnya yaitu tahap presentasi yang dilaksanakan di tuan rumah penyelenggara lomba yaitu di Kampus Universitas Trunojoyo Madura pada 25 November 2018. Namun, rangkaian kegiatan dimulai pada 24 November 2018 hingga 26 November 2018, karena pada tanggal 24 November 2018 terdapat rangkaian kegiatan berupa technical meeting dan pada tanggal 26 November 2018 terdapat rangkaian kegiatan berupa seminar nasional dan pengumuman pemenang.
Saya dan tim melakukan perjalanan menuju Madura pada tanggal 24 November 2018 dengan menggunakan transportasi darat yaitu bus. Berangkat dari Malang pukul 10.00 wib dan sampai pada daerah tangkel Madura pukul 14.50 wib. Setelah sampai di tangkel, kami pun dijemput oleh panitia penyelenggara lomba untuk menuju tempat penginapan yang tidak jauh dengan lokasi Universitas Trunojoyo Madura. Technical meeting dimulai pada pukul 19.00 wib, pada kegiatan tersebut terjadilah kesepakatan perihal peraturan-peraturan yang harus ditaati oleh peserta selama lomba berlangsung. Contoh peraturan diantaranya yaitu presentasi dilakukan selama 10 menit, tanya-jawab dengan juri dan audiens selama 10 menit, pengambilan nomor urut perlombaan, selama lomba berlangsung peserta dilarang bermain alat komunikasi, jadi semua alat komunikasi diamankan oleh panitia. Saat pengambilan nomor urut perlombaan, saya dan tim mendapat nomor urut 2, tetapi ternyata ada 1 tim yang mengundurkan diri dari perlombaan, dan tim yang mengundurkan diri tersebut mendapat nomor urut 1, sehingga mau tidak mau saya dan tim mendapat nomor urut 1. Sebuah hal yang mengagetkan bagi saya dan tim, karena sejujurnya saya dan tim belum ada persiapan sama sekali untuk presentasi dan perlombaan ini merupakan kali pertama bagi kami.
Esoknya pada 25 November 2018 merupakan hari utama rangkaian kegiatan yakni tahap presentasi yang dilaksanakan di gedung rektorat lantai 10 Universitas Trunojo Madura. Hari tersebut, membuat saya dan tim merasa berdegup kencang karena harus maju presentasi di depan juri, panitia, dan 8 finalis lomba lainnya yang menurut saya telah expert untuk berpresentasi. Namun, dengan ucapan basmallah saya dan tim pun akhirnya dapat menampilkan presentasi karya kami semaksimal mungkin. Pada kesempatan kali ini, banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan saat berlomba, diantaranya yakni dalam berpresentasi sebaiknya saat pembukaan didahului dengan quotes ataupun puisi dengan diiringi musik latar yang menarik perhatian audiens, memahami pembahasan yang ingin dipresentasikan, minimal sudah belajar berpresentasi sebanyak 10x, saat presentasi jangan terpaku pada satu arah saja, tapi cobalah untuk berjalan dan melihat seluruh audiens, saat berbicara pun harus lantang hingga terdengar seluruh audiens namun tetap harus berirama, gunakan pointer untuk memaksimalkan pemaparan yang dipresentasikan, saat presentasi dan tanya jawab dengan juri harus selalu tersenyum dan mengucap kata-kata yang sopan. Itulah hal-hal yang bisa saya pelajari dari penampilan presentasi finalis lainnya. Rangkaian kegiatan lomba tahap presentasi pun usai saat pukul 12.20 wib. Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan ishoma dan field trip. Kegiatan field trip ini merupakan kegiatan yang saya nantikan dimana saya bisa berwisata melihat keindahan bumi ini, selain itu dengan adanya field trip juga menambah serta mengakrabkan diri dengan finalis lainnya yang berbeda kota dan daerah. Field trip ini bertujuan ke bukit jaddih Madura, yang merupakan wisata kota Madura yang menawarkan keindahan bukit nya yang berwarna putih, tempat recomendasi untuk spot foto.
Esoknya pada tanggal 26 November 2018, merupakan rangkaian acara terakhir yakni seminar nasional dan pengumuman pemenang yang dilaksanakan di ruang kelas lantai 3 Fakultas Keislaman Universitas Trunojoyo Madura. Disini saya dan tim tidak mengharapkan kemenangan, dengan adanya kesempatan kami berlomba di Universitas Trunojoyo Madura merupakan sebuah pengalaman yang sangat berarti bagi kami. Saat pengumuman pemenang, benar dugaan kami, bahwa kita harus tetap belajar dan berjuang lagi agar bisa juara. Saat transparansi penilaian, ternyata tim kami berada pada urutan ke-6, dimana tim kami beda tipis dengan tim lain yang mendapat juara 3, 4, dan 5. Tim kami kalah pada bagian penilaian full papernya, namun apabila penilaian presentasi kita berada pada urutan ke-3. Hal ini sudah cukup luar biasa bagi saya dan tim karena hanya bermodalkan persiapan 1 hari untuk presentasi dan 2 hari pengerjaan full paper KTI, kita dapat masuk sebagai finalis 10 besar dan mendapat urutan ke-6 dalam LKTI tahap presentasi. Dari kegiatan inilah yang membuat saya termotivasi untuk terus mencoba mengikuti perlombaan hingga dapat menguasai panggung dan audiens, hingga akhirnya mendapat juara.

Komentar via Facebook
BAGIKAN