Celetukan Yang Lahir Dari Obrolan Mungil!

0
70

Oleh : Masykur Huda – Pendamping E-Lang (Etos Malang)

Indonesia adalah negara yang dimana masyarakatnya guyub rukun. Bagaimana tidak? Hakikat Bhineka Tunggal Ika tak cuma sekedar slogan semata, asas persatuan yang kita punya membuat masyarakat kita secara default menjadi orang yang ramah terhadap orang lain. Lihat setiap RT/RW di kampung-kampung, desa-desa, bahkan di pelosok pasti ada sekelompok masyarakat yang berkumpul untuk membangun desanya. Regulasi pemerintah pun turun, maka hampir di setiap wilayah Indonesia perkumpulan pemuda yang bergerak membangun negerinya, biasa kita kenal Karang Taruna. Anak-anak muda ini adalah sosok yang penting dalam perubahan bangsa, membawa nilai kemajuan yang berhakikat dalam naungan bhineka tunggal ika, berusaha terus mencapai Indonesia yang gemah ripah loh jinawi. Kalangan mereka bisa saja lahir dari kaum kurang mampu, menengah, hingga high class. Dari pendidikan yang rendah hingga pendidikan tinggi, apalagi Mahasiswa. Yang di gadang-gadang masyarakat adalah sosok yang bisa dan mampu mengatasi permasalahan sosial, ekonomi, politik, keamanan, dan kebudayaan. Tak peduli latar belakangnya dari studi sains atau sosial atau kedokteran,pasti akan dituntut untuk bisa menguasai semuanya. Maka dari banyak tuntutan tersebut, banyak pihak berusaha untuk membantu menyelesaikan masalahnya. Dari pemerintah, swasta dan perseorangan. Salah satu yang saya cukup kenal dekat akhir2 ini adalah Beastudi Etos Dompet Dhuafa.

Saya melihat banyak nilai luhur yang di bawa dalam upaya memberantas masalah-masalah masyarakat yang semakin hari semakin kompleks masalahnya. PEMUDA KONTRIBUTIF, sekilas memberikan kesan bahwa anak-anak muda yang di percaya menerima manfaat beastudi etos, akan membawa nilai sebagai sosok pemuda-pemudi Indonesia yang berkontribusi positif yang memiliki sifat berkesinambungan dalam membangun negeri. Ya dan terbukti alumni-alumni Beastudi Etos yang sudah banyak melalang buana menyelesaikan pelbagai permasalahan, tingkat lokal, nasional bahkan internasional!

Program yang terstuktur, membuat Beastudi Etos menjadi wajah kebaikan Indonesia, dan banyak lembaga kemudian bercermin ke Dompet Dhuafa untuk melakukan hal yg sama. Dan akhirnya Indonesia semakin maju moril-nya karena lembaga-lembaga yang memihak kepada keadilan sejahtera mulai ber-fastabiqul khoirot dalam membangun negeri. Tangan-tangan penderma yang Allah berikan rahmat dan kemudahan oleh-Nya semakin banyak, karena banyak nilai yang ingin di bawa ke akhirat kelak, menjadi saksi yang akan memberatkan amal kebaikan di dunia.

Penerima Manfaat Beastudi Etos, bersyukurlah kita, yang telah di berikan wadah untuk mendulang sebesar-sebesarnya pahala yang disediakan. Pembinaan setiap pembinaan yang bernilai strategis, membawa kita di setiap pembinaannya menambah rasa keimanan, rasa kesyukuran dan rasa ghiroh untuk terus membangun kapasitas diri dalam membangun bangsa dan negara dengan nilai religius dan keluhuran. Maka dari itu bisa jadi setiap obrolan-obrolan mungil kita dalam setiap pertemuan penuh ukhuwah itu ada celetukan-celetukan, ide-ide, gagasan-gagasan, hal kongkret dan nyata untuk membangun peradaban, dari lingkungan terkecil hingga ke negara!

Membaurlah, berjejaringlah, bersama sahabat-sahabat mu sebagai etoser! Pertemuan ukhuwah itu akan membangun peradaban! Yakinlah move on itu perlu untuk merubah nilai dari negatif menjadi nol, dari nol menjadi 1…2…3…4…5 dan seterusnya sampai tak berhingga. Kapan berhentinya? Nanti kalau Allah sudah saatnya memanggil dan kita siap untuk menghadapnya. Maka ingatlah pesan Nabiyullah Ibrahim kepada anak-anaknya, pesan  Nabiyullah Ya’qub kepada anak-anaknya bahwa kita jangan sampai mati selain dalam keimanan seorang muslim!

Jayakan Indonesia 2045!

Komentar via Facebook
BAGIKAN