Etoser UNAIR Harumkan Bangsa di Kancah Internasional

0
136

Berlomba-lomba menjadi lebih baik merupakan salah satu karakteristik etoser. Terus berusaha meng-upgrade diri agar menjadi individu yang lebih baik agar di masa depan nanti siap menjadi bagian dari pembangun masa depan. Salah satu bentuk upgrading para etoser adalah dengan mengikuti berbagai event yang diselenggarakan oleh siapapun, apapun, dimanapun  terpenting dapat menambah pengalaman yang merupakan guru terbaik. Saya yang merupakan salah seorang etoser, memulai event internasional pertama saya dengan mengikuti kegiatan Asean Global Youth Learning Exposure 2018 yang diadakan oleh Student International di Malaysia, Singapura, dan Thailand. Terimakasih kepada Allah karena telah mengizinkan saya untuk lolos menjadi salah satu delegasi di acara ini sehingga dapat merasakan perbedaan yang cukup signifikan menurut saya antara Malaysia, Singapura, Thailand dan Indonesia.

Hari pertama acara merupakan acara penjemputan di bandara dan mengunjungi daerah putrajaya dan kantor perdana menteri Malaysia. Satu hal yang saya pikirkan dan saya syukuri di hari pertama ini adalah pelajaran  listening dan speaking skill karena bertemu banyak orang dengan latar belakang bahasa dan pengalaman yang beragam. Kami juga mencoba berbagai masakan Malaysia yang ternyata mempunyai citarasa yang cukup berbeda dengan masakan Indonesia.

Pada hari kedua, kami berada di Singapura kami menuju ke ERC Institite sebuah perguruan tinggi yang memiliki rekam jejak dalam bidang bisnis yang bagus di Singapura. Singapura merupakan negara dengan tata kota yang bagus dan modern serta memiliki kondisi ekonomi yang bagus, hal ini menjadi hiburan tersendiri bagi kami ketika di perjalanan menuju tempat kegiatan. Hari kedua acara kami adalah pemaparan materi tentang leadership dan bisnis dimana kami akan mendapat materi dari Mr. Alan Go, CEO ERC institute. Pemaparannya sangat menginspirasi untuk membuat usaha bisnis dan memotivasi saya untuk sekolah bisnis meskipun saya sekarang sedang belajar di kedokteran hewan.

Hari ketiga kami di Kuala lumpur, Malaysia menghadiri pemaparan materi tentang Leadership dan politik di Universitas Kuala Lumpur. Pemaparannya cukup menarik dan diskusi berlangsung panas terutama tentang permasalahan antara Indonesia dan Malaysia. Saya ikut berkontribusi dalam diskusi tersebut. Saya bertanya tentang bagaimana jika seorang perempuan menjadi presiden dan bagaimana cara mengatasi jika dalam suatu kerja kelompok terdapat orang yang tidak bekerja dan hanya menitipkan nama.

Hari keempat dan kelima kami di Hatyai, Thailand kami mengunjungi beberapa destinasi tempat wisata yang menarik, pasa tradisional di Thailad, mencoba berbagai makanan, dan naik tuk-tuk salah satu kendaraan unik di Thailand, Tidur di hotel mewah mencoba makanan unik. Bertemu dengan orang baru dengan logat bahasa yang saya tidak mengerti. Terutama saat di pasar tradisional dan saya berbahasa inggris tetapi mereka tidak tahu sehingga kami hanya menggunakan bahasa isyarat dengan menggunakan kalkulator. Sebuah pengalaman yang berharga.

Saya mendapatkan banyak pengalaman dengan berbincang-bincang bersama mereka dan kisah mereka cukup keren untuk membuat saya terpacu untuk terus berkarya dan mengikuti berbagai event keren yang tersebar di luar sana. Event internasional saya yang pertama untuk tampil mencoba hal baru, juga kompetensi melawan rasa takut untuk naik pesawat dan berbahasa Inggris, pengalaman yang cukup keren menurut saya adalah dapat berkunjung ke tiga negara di luar negeri yang tidak pernah saya fikirkan sebelumnya.

Masa tersebut mengetuk hati saya dan membuat saya bersungguh-sungguh berkata bahwa saya ingin menjadi yang terbaik. Saya tidak menyesal mengikuti kegiatan ini, karena pengalaman yang saya dapatkan lebih dari apapun.

Komentar via Facebook