Gala Dinner Penuh Makna Bersama Wakil Walikota Salatiga

0
139

Gala Dinner Penuh Makna Bersama Wakil Walikota Salatiga

Salatiga – Sebanyak 144 mahasiswa dari seluruh indonesia, mulai dari Aceh sampai Ambon yang mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan Wakil Walikota Salatiga Muhammad Haris dalam gelaran gala dinner. Para mahasiswa ini merupakan peserta Sociopreneur Camp (SPC) 2018 dan penerima manfaat Beastudi Etos Dompet Dhuafa Pendidikan. Gala Dinner dilaksanakan di kediaman rumah dinas Wakil Walikota Salatiga pada sabtu malam, 4 Agustus 2018.
Acara Gala Dinner dimulai dengan kegiatan makan malam. Setelah semua peserta melaksanakan makan malam, acara selanjutnya adalah sharing kepemimpinan dari bapak Haris. Dengan pembawaan yang humoris, pak Haris mengajak para mahasiswa untuk tak menyia-nyiakan kesempatan mereka menuntut ilmu di perguruan tinggi. Karena menurut Wakil Walikota yang merupakan lulusan Universitas Gadjah Mada ini pembelajaran kepemimpinan dapat diasah dalam kegiatan organisasi di dunia kampus.
“Saat ini banyak sekali orang-orang yang berlomba menjadi pemimpin, baik di daerah maupun di pemerintah pusat. Sipapun pemimpinnya, tentu kita semua mengharapkan pemimpin yang memahami satu hal secara mendalam dan mendetail. Jadi ibarat seorang dokter, ia adalah dokter super spesialis. Sehingga ketika seorang pemimpin memahami permasalahn secara detail, tentu ia dapat memberikan solusi terbaik untuk permasalahan yang dihadapi oleh masyarat yang ia pimpin” papar Muhammad Haris.
Muhammad Haris juga menyampaikan apresiasinya terhadap pemimpin-pemimpin muda yang lahir dari masyrakat atau akar rumput. Menurutnya, pemimpin yang lahir dari masyarakat akan lebih lebih paham kebutuhan yang terbaik bagi masyarakat.
“Kami mengharapkan kalian hadir sebagai pemimpin yang dibutuhkan di era kalian. Sungguh-sungguhlah dalam belajar dan ikhtiar, insyaAllah Allah akan menjadikan kalian sebagai pemimpin terbaik di masa depan.” Tambah Muhammad Haris.
Pada sesi terakhir pemaparannya, Haris berpesan kepada mahasiswa untuk tetap menjunjung kejujuran dalam setiap aktivitas, terutama ketika para mahasiswa menduduki posisi kepemimpinan nantinya. Sebab, menurutnya seorang yang sukses bukan ditentukan oleh kecerdasannya, namun integritas dan kejujurannya.
“Saya merasa cukup miris ketika melihat satu persatu kepala daerah ditangkap karena tindak pidana korupsi. Meskipun seperti itu, jangan takut untuk menduduki posisi pemerintahan jika kalian punya integritas. Semoga nantinya akan lahir pemimpin-pemimpin jujur dan amanah salah satunya dari kalian di sini,” tutup Haris. (PM)
Komentar via Facebook