Indahnya Toleransi di Bulan Ramadan

0
122

Indahnya Toleransi di Bulan Ramadan

Oleh: Siti Fatonah

lndonesia adalah negara yang memiliki beranekaragam kekayaan, mulai dari kekayaan sumbar daya alam, suku bangsa, agama, budaya, dan bahasa. Keberagamaan itulah yang menjadi ciri khas yang membedakannya dengan negara lain di dunia. Sehingga istilah Bhineka Tuggal lka menjadi semboyan lndonesia yang memiliki arti walaupun berbeda–beda namun tetap satu. wilayah lndonesia begitu luas dan terdiri dari ribuan pulau sehingga tak heran dijuluki sebagai negara kepulauan. Ada beberapa wilayah di lndonesia yang merupakan daerah minoritas Islam karena lebih besar jumlah penduduk yang memeluk agama lainnya. NTT salah satunya. Di NTT rata-rata memeluk agama Katolik. Hidup di perantauan di wilayah minoritas muslim adalah pengalaman pertamaku. Baru-baru ini di tahun 2015 seperti yang dilansir oleh (inspirasi.co), NTT baru saja menyabet trofi kerukunan umat beragama sebagai juara 1 nasional yang diberikan oleh Menteri Agama Rl. Rasa penasaranku pada daerah NTT yang sudah menggaung menjadi wilayah yang toleran dalam beragam tersebut menyelimutiku. lngin sekali merasakan dan melihat langsung bentuk toleransi beragama di NTT ini.

 

Di desa penempatanku, tempatku mengabdi menjadi KAWAN SLl Dompet Dhuafa kala  itu, aku  melakukan serangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Nuzulul Qur’an 1438 H/2017 M. Salah satu kegiatan tersebut adalah buka bersama. Dalam acara buka puasa bersama inilah aku merasakan indahnya toleransi beragama di daerah minoritas tersebut. Kehadiran bupati beserta Wakil Bupati Manggarai Barat, staf-stafnya yang terdiri dari para kepala dinas dari berbagai instansi dan juga pejabat-pejabat lainnya dalam buka bersama tersebut adalah hal yang patut diapresiasi dalam hal toleransi beragama. Karena rata-rata hampir semua tamu undangan yang hadir tersebut adalah pemeluk Katolik. lstimewanya mereka mememuhi undangan untuk hadir dan ikut serta dalam acara buka bersama yang digelar di komplek wilayah Masjid Saad Bin Abi Waqosh, dalam sambutan yang dilakukan oleh bupati dan wakil bupati Manggarai Barat saat itu terdengar sangat damai. Begitu terasa bentuk toleransi dan rasa saling menghormati diantara pemeluk agama. Bahkan dalam pembukaan acara yang diawali dengan kalam Illahi yaitu pembacaan ayat suci Al-Quran dan saritilawahnya, mereka turut menyimak dengan seksama, Beliau mengungkapkan apresiasinya setelah mendengarkan lantunan ayat suci Al-Quran yang dibawakan oleh qori yang membacakannya. Panitia pelaksanaan peringatan Nuzulul Quran memang sengaja melakukan buka bersama dengan tujuan mengenalkan Islam itu damai, selain itu juga untuk meningkatkan kerukukan  beragama yang sudah terjalin begitu baik khususnya di Manggarai Barat, Flores, NTT ini.

 

Jika sebelumnya hanya pernah kudengar cerita dari beberapa temanku yang mengatakan bahwa NTT merupakan daerah dengan toleransi tinggi. Ternyata, kali ini aku benar-benar merasakan dan melihatnya sendiri, meskipun baru sekali dan belum membuktikannya di wilayah lain. Setidaknya, acara iftar tersebut menunjukkan sikap toleransi beragama yang ada di NTT.

 

Sungguh indah jika di antara kita saling menghormati, saling menghargai hingga tercipta kerukunan, kedamaian dan ketentraman di lingkungan sekitar kita. Agama bukanlah sebab ternjadinya sikap intoleransi. Perbedaan keyakinan bukan menjadi hal yang membuat perpecahan dan adanya rasa tidak aman serta saling menyalahkan atau ajang pembenaran. Asalkan hal itu masih sesuai dengan batas-batas dari masing-masing keyakinan.

Komentar via Facebook
BAGIKAN