Jangan Jadi Pengekor!

0
246
64 Mahasiswa Bakti Nusa Rancang Kepemimpinan Masa Depan
64 Mahasiswa Bakti Nusa Rancang Kepemimpinan Masa Depan

Jangan Jadi Pengekor!

 

Bogor – Setelah mengikuti Leadership Training Jumat kemarin (31-08), pada Sabtu (01-09) 64 aktivis Penerima Manfaat (PM) Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) dari 18 kampus seluruh Indonesia mengikuti Strategic Leadership Training (SLT) 1.0 hari kedua di Aula Zikir Zona Madina, Bogor, Jawa Barat.

 

Membuka acara, Muhammad Syafei, Direktur Dompet Duafa Pendidikan, memberikan materi seputar Mindset Perubahan dan Menghadapi Tantangan Zaman. Dalam paparannya ia mengatakan jika kiwari generasi milenial dihadapkan pada tantangan global yang nyata, tantangan tersebut sudah seharusnya diambil dan dihadapi dengan kualitas diri.

 

“Tantangan era globalisasi dapat teman-teman hadapi dengan mudah, karenanya teman-teman harus memiliki wawasan yang luas, keberanian, dan ketekunan. Karena tanpa itu semua tantangan akan sulit ditaklukan,” kata Syafei.

 

Dalam kesempatan kali itu Syafei menyoroti fenomena maraknya bisnis daring (online.red) di kalangan anak muda, menurutnya bisnis berbasis daring merupakan hal baik yang bisa dikembangkan di zaman penuh teknologi ini, hanya saja banyak anak muda terjebak dan sekadar menjadi pengikut tanpa tahu membangun bisnis berbasis masyarakat untuk menghadapi tantangan global.

 

“Ketika kita membangun bisnis, bangunlah bisnis yang berbasis masyarakat dengan memberikan kebermanfaatan seluas-luasnya,” ujarnya. “Jangan menjadi pengikut karena milenial harus memiliki jati diri dan mampu mengaktualisasikan dirinya sebaik mungkin,” tambah Syafei.

 

Syafei mengajak para aktivis mengambil langkah konkret dengan mengubah mindset agar mampu mewujudkan pribadi penuh kompetensi demi mewujudkan Indonesia berdaya saing global. “Saatnya melangkah, sekecil apapun langkah yang teman-teman ambil, walau perlahan percaya saja jika hal itu akan menjadi bola salju yang akan bergulir dan memengaruhi anak muda lainnya untuk berbuat hal serupa. Semua kembali kepada teman-teman, kembali kepada niat untuk mengambil peran menghadapi tantangan zaman. Penting diingat, jangan mau jadi pengekor karena jelas tantangan serta risikonya kecil dan nilai di sisi Allah pun tidak terlalu istimewa,” tutupnya. (AR)

 

Komentar via Facebook