Kami Juara di LKTI tingkat Nasional

0
98

Nama saya Asep Solahudin, penerima manfaat Beastudi Etos 2015 di Universitas Padjadjaran. Ketika membuka instagram beberapa bulan lalu, saya mendapat info terkait lomba karya tulis ilmiah di UM yang dilaksanakan oleh FORMADIKSI UM (Forum Mahasiswa Bidik Misi UM). Sayapun memutuskan untuk ikut dan mengajak dua teman saya, Dwi Setiadi dan M. Reza Saputra.  Keduanya sama-sama sefakultas dengan saya di fakultas keperawatan. Kamipun mendaftar dan mengirimkan abstrak untuk diseleksi, alhamdulillah kami lolos dan kamipun mulai menyusun full papernya. Penulisan paper dibantu dosen pembimbing bernama bu neti dari departemen keperawatan komunitas. Selama bulan juni sampai agustus kami beberapa kali bimbingan. Setelah selesai kami mengirim full papernya.

Sekitar minggu kedua Agustus, kami mendapat pengumuman. Alhamdulillah kami lolos menjadi 15 finalis terpilih dari sekitar 115 paper yang masuk. Paper yang kami buat berjudul “TOP (Telehealth Of PROLANIS): Solusi Pencegahan dan Pengelolaan Penyakit DM melalui Aplikasi Berbasis Telehealth”. TOP merupakan inovasi dari program pemerintah bernama PROLANIS atau Pengelolaan Penyakit Kronis dengan tujuan program untuk pengelolaan penyakit DM dan Hipertensi, disana kami menggabungkannya dengan konsep telehealth yang dikemas dalam bentuk aplikasi. Sasaran program diperluas untuk seluruh masyarakat agar program berfokus juga pada usaha preventif.

Kamipun berangkat menuju UM pada tanggal 22 Agustus 2018 dengan naik kereta. Kami telah berlatih presentasi. Kami terus memanjatkan doa agar Yang Maha Kuasa memudahkan kegiatan lomba yang akan kami lalui. Sampai di stasion malang kami dijemput panitia dan diantar menuju wisma penginapan. Disana saya bertemu finalis terpilih lainnya, diantaranya ada yang dari UM, UNHAS, UGM, UNTAN, PPNS, UNEJ, UNDIP, dan beberapa Universitas lainnya.

Keesokan harinya adalah hari yang ditunggu yaitu presentasi. Selama presentasi kami lancar, hanya saja jika melihat tim lain rasanya seperti membuat sangat pesimis bahkan sempat kami berpikir bahwa masuk juara harapanpun sudah alhamdulillah.

Harapan menjadi pemenang saya pikir sangat kecil, yang hanya bisa kami lakukan berdoa sebisa mungkin meski rasa pesimis masih menguasai. Keesokan harinya adalah pengumuman bersamaan dengan acara seminar. Acara seminar membahas seputar keberagaman dan tolerasi serta persatuan. Seminar telah selesai, materinya cukup menarik. Dilanjutkan dengan yang ditunggu-tunggu yaitu pengumuman pemenang. Juara harapan 2 dibacakan dilanjutkan juara harapan 1 sampai juara 2. Nama kami tidak disebut sebut, kami saling menatap satu sama lain dan kamipun langsung menunduk karena merasa sepertinya tidak mungkin menang,sayapun hanya menghela nafas sembari menunduk.

Reza menyenggol dari samping dan tidak sengaja saya melihat ke proyektor depan dan disana ternyata juara 1 nya adalah tim kami. Kami saling berpandangan dan sangat tidak percaya, sayapun berteriak tidak percaya bahkan sampai memeluk rekan tim saya disebelah, badan gemetaran semua, dan rasa haru tak tertahankan bahwan nyaris meneteskan air mata, hanya Kuasa-Nya lah yang memberi berkah ini. Saya keluar dari tempat duduk dan segera sujud syukur. Dan menuju kedepan.

Juara 1 tim kami dari Unpad, juara 2 dari PPNS, Juara 3 dari UGM, dan juara harapan 1 dari ITS, serta juara harapan 2 dari UNDIP.  Rasanya beban yang saya rasakan hilang semua, kamipun tinggal mempersiapkan perjalanan pulang, dan menuju ke Jatinangor. Untuk pulang maupun pergi kami naik kereta malabar, perjalanan yang kami tempuh sekitar 15 jam, tidak apa-apa meski cukup bosan duduk dikereta, tapi sepertinya akan lebih menarik dalam perjalanan pulang karena akan banyak hal yang kami bicarakan sebagai rasa syukur kami dan hal yang tak terduga ini. Alhamdulillah… Qadarulloh.

Komentar via Facebook
BAGIKAN