Kamu Juga Bisa Ke Negeri Sakura! Begini Lho Caranya

0
251

Kamu Juga Bisa Ke Negeri Sakura! Begini Lho Caranya

 

Perkenalkan, nama saya Yudi Pratama, penerima manfaat Beastudi Etos 2012 asal Bandung dari ITB jurusan Teknik Elekotro. Saya ingin berbagi pengalaman saya sewaktu mengikuti ASEAN International Mobility for Students (AIMS) Programme di Jepang 2015 lalu, semoga teman-teman mampu mengambil pelajaran berharga dari pengalaman saya ini.

AIMS Programme merupakan salah satu program pertukaran pelajar untuk regional ASEAN-Japan dengan negara anggota yakni Malaysia, Indonesia, Thailand, Brunei, Vietnam, dan Philipina. Kampus yang berpartisipasi pada AIMS programme adalah Universiti Putra Malaysia (UPM), Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gajah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), King Mongkut’s University of Technology Thonburi (KMUTT), dan Universiti Brunei Darussalam (UBD). Mahasiswa dari kampus yang berpatisipasi tadi akan berkuliah sesuai dengan jurusan masing-masing di Tokyo University of Agriculture and Technology, Ibaraki University, dan Tokyo Metropolitan University selama satu semester atau sekitar empat bulan.

Kala itu saya mendapatkan kesempatan untuk mewakili ITB bersama delapan Mahasiswa ITB lainnya untuk berkuliah di Faculty of Engineering, Tokyo University of Agriculture and Technology. Perwakilan ITB dalam AIMS Programme berasal dari dua mahasiswa teknik elektro, tiga mahasiswa teknik mesin, dan empat mahasiswa teknik fisika. Jepang merupakan salah satu negara tujuan saya dalam menuntut ilmu terutama dengan kecintaan saya pada dunia robotik. Saya bertekad untuk ikut pertukaran pelajar ke Jepang sejak awal masuk ITB. Saya rajin memantau peluang dan informasi pertukaran pelajar ke Jepang yang ditawarkan ke ITB. Di samping itu, saya juga sering bertanya dan berdiskusi dengan senior yang sedang dan pernah menjadi perwakilan ITB dalam pertukaran pelajar ke luar negri. Akhirnya, usaha dan persiapan atas izin dan ridho Allah saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti AIMS Programme di Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT).

Kesempatan ini merupakan pengalaman dan pelajaran hidup yang berharga sekali bagi saya. Di sini, saya menemukan hal yang begitu berbeda dari Indonesia. Melaui AIMS Programme, saya bertemu dengan banyak teman baru dari negara lain dalam satu program, teman-teman Jepang, mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam PPI Fuchu-Koganei, teman-teman di Haijima Social Residence tempat kami berkediaman, dan teman-teman kajian islam Tokyo. Dengan bertemu teman baru, saya mendapatkan banyak pelajaran melalui berdiskusi dan bertanya dari mereka. Tidak jarang, kami melakukan perjalanan bersama mengekplorasi Kota Tokyo.

Kegiatan AIMS Programme yang saya ikuti dibagi menjadi tiga bagian yakni preparatory subjects, specialized subjects, dan wrap-up programme. Pada bagian preparatory subjects, kami diperkenalkan dengan bahasa, budaya, wisata, dan teknologi di Jepang. Di sesi ini kami banyak mengekplorasi Jepang ditemani oleh teman-teman dari TUAT. Ada beberapa kegiatan utama pada preparatory subjects yakni Hachioji Joint Seminar dan Japanese High-Technology. Pada Hachioji Joint Seminar, Kami dibagi menjadi beberapa kelompok dan bediskusi untuk menyelesaikan permasalahan global.

Pada Sesi Japanese High-Technolgy, Kami mengekplorasi perkembangan teknologi dari Jepang. Kami diberikan kesempatan untuk berkunjung dan mengamati secara langsung tempat-tempat yang menerapkan teknologi tinggi di Tokyo. Tempat yang paling berkesan bagi saya adalah National Museum of Emerging Science and Innovatioon atau lebih dikenal dengan Miraikan (yang artinya Future Museum). Miraikan terletak disalah satu daerah yang sangat terkenal di Tokyo yakni Odaiba. Saya menemukan teknologi masa depan seperti ASIMO yang merupakan humanoid robot asal Jepang, Tsunagari yang merupakan teknologi layar berbentuk Bumi yang memberikan informasi secara real time setelah dianalisis secara scientific data.

Di samping itu, saya juga mengikuti perkuliahan dengan mengambil enam mata kuliah utama yakni Micrprocessor and Microcontroller, Artificial Intelligence, Signal Analysis and Pattern Recognition, Research Activity in Specific Area, Parallel Processing, dan Database, dan  dua mata kuliah umum yakni Academic Writing and Presentation Skill in Engineering dan Energy and Environmetal Technology. Pada sesi ini, saya sangat menikmati perkuliahan di Jepang. Yah, perkuliahan di Jepang menurut saya memiliki kultur proses pembelajaran yang disiplin. Mulai dari Sensei yang mengajar, Beliau selalu datang tepat waktu ke kelas. Meskipun terkadang mereka harus berlari untuk menghindari keterlambatan masuk kelas. Untuk materi perkuliahan, mereka desain agar materi yang akan disampaikan sesuai dengan alokasi waktu untuk satu semester, contohnya pada kelas database yang ngajar ada tiga dosen. Jadi, setiap dosen mendapatkan slot waktu tertentu untuk menyampaikan bahan perkuliahan sesuai dengan kurikulum dan keahlian mereka masing-masing.

Pada sesi ketiga dari AIMS Programme, semua peserta pertukaran pelajar dari tiga kampus utama yakni Tokyo University of Agriculture and Technology, Ibaraki University, dan Tokyo Metropolitan University dikumpulkan. Para perwakilan peserta pertukaran pelajar dari masing-masing kampus mempresentasikan apa saja yang telah mereka peroleh selama AIMS Programme berjalan. Tibalah, saat di mana perpisahan datang. Setelah menjalani proses pembelajaran yang sangat berharga di Jepang selama satu semester. Kala itu kami peserta pertukaran perlajar pada AIMS Programme 2016 kembali ke kampus masing-masing dengan membawa pengalaman dan pembelajaran dari Negeri Sakura.

Sekian, cerita singkat saya selama menjalani pertukaran pelajar di Jepang. Semoga cerita yang singkat ini bermanfaat dan menginspirasi kamu ya. Wassalam.

Komentar via Facebook
BAGIKAN