Karena Mahasiswa Kudu Mandiri, yuk Belajar dari Muhammad Dzulhan

0
372

Oleh: Muhammad Saepudin.

Ada yang menarik dari Monev Malang kali ini. Saya menemukan salah seorang penerima manfaat Beastudi Etos yang mencoba memperjuangkan harapan dan asanya. Ia memiliki pekerjaan sampingan menjadi driver ojek daring.

Ya, lewat penghasilannya dari menjadi driver ojek daring, dia bisa membeli sebuah MacBook bekas seharga Rp6,5 juta. Wow.

Aktivitas ini sudah dijalani dari bulan Juli 2017 selepas pengumuman SBMPTN ketika masih di Jakarta. Lalu berlanjut ke Malang, setelah ia diterima di jurusan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya

Ada slogan yang ia pegang teguh yakni”Mahasiswa 66, pergi jam 6 pagi dan pulang jam 6 petang”. Bahkan bisa lebih dari itu. Semuanya demi cita-cita besar yang ingin ia raih

Muhammad Dzulhan, selain menjalani rutinitas kuliah, ia juga aktif bergabung di organisasi. Dzulhan menjadi salah satu contoh penerima manfaat Beastudi Etos yang telah dan sedang berusaha untuk memiliki profil mandiri, salah satu profil yang ingin dibentuk melalui pembinaan Beastudi Etos. Selain profil mandiri, diharapkan juga terbentuk profil pemimpin, unggul, disiplin, akhlak islami, dan kontributif (disingkat Pemuda Kontributif)

Komentar via Facebook
BAGIKAN