Kemungkinan Hebat Multikultural

0
135

Pemimpin bukanlah kebutuhan struktural, namun merupakan kebutuhan hakiki yang wajib dimiliki sebuah pergerakan. Sosoknya dianggap sangat krusial bagi penentuan arah, tujuan, visi dan target kedepan. Ia pula dianggap dapat menentukan nasib dan memberi penerangan bagi setiap lorong dan halang rintang. Tak heran jika pemimpin yang strategis dianggap pantas untuk memimpin di Negara Indonesia yang beragam.

Pemimpin strategis adalah pemimpin yang mampu mengantisipasi, memimpikan, menerapkan konsep fleksibilitas, berfikir strategis dan bekerja untuk memulai dan membawa perubahan demi menciptakan masa depan organisasi yang lebih baik. Ia akan terus memberikan arahan dan menebar inspirasi yang diperlukan untuk mencapai visi, misi dan tujuan organisasi. Teknik kepemimpinan seperti ini memerlukan sinergisme antar lini untuk dapat menggerakkan sendi-sendi kepemimpinan secara menyeluruh. Keberagaman Indonesia tentunya menjadi faktor penting dibutuhkannya seorang pemimpin yang strategis demi terjaganya keutuhan Nusantara.

Pemimpin yang berpikir strategis tentu akan sangat berhati-hati dalam menentukan sikap dan mengambil kebijakan, terlebih harus mempertimbangkan dengan berbagai aspek sosial budaya yang ada didalam masyarakat. Pengambilan keputusan yang bergesekan dengan faktor sosial budaya tak jarang memercikkan api antar golongan, terlebih jika memang ada janji politik dibalik terusungnya seorang pemimpin tersebut, janji seorang penguasa pada golongan tertentu.

Dalam menanggapi berbagai peristiwa akibat konflik kepentingan etnis yang marak terjadi, dibutuhkan sosok pemimpin yang netral dan mampu bersikap tegas dalam pengambilan keputusan ditengah keberagaman Nusantara. Kepemimpinan multikultural, sebuah konsep menarik yang dapat ditawarkan untuk mengatasi masalah yang tersurat. Sebuah konsep baru dimana seorang pemimpin dapat memimpin dengan bijak tanpa memandang suku, ras maupun golongan.

Sosok pemimpin multikiultural dianggap mampu menjadi jembatan komunikasi antar etnis yang tersumbat Perbedaan persepsi dan pandangan antar budaya membuat sosok pemimpin seperti ini dapat menjadi penengah dan memberikan pandangan baru yang dapat mempersatukan persepsi dasar manusia dari paparan nyata aturan sosial budaya mereka. Cita-cita menghadirkan Indonesia yang merdeka, berdaulat dan damai tentu akan sangat terasa jika Indonesia memiliki sosok pemimpin yang memiliki rasa toleransi yang tinggi dengan menarik kebijakan tanpa pandang bulu.

Harapan menuju penyetaraan dan penghindaran popularitas diri akan sebuah kelompok masa yang dibawa tentu akan terwujud oleh sosok pemimpin yang dapat melihat segala sesuatu dari kaca mata yang berbeda. Pemimpin multikultural dapat menerapkan prinsip keadilan dan kebenaran dengan menarik kebijakan berdasarkan kebutuhan, bukanlah sekedar keinginan satu atau dua pihak. Kesadaran terhadap fakta perbedaan perlu disikapi dan dikelola oleh sebuah konsep kepemimpinan yang mampu menyinergikan tiap keberagaman menjadi sebuah keindahan. Pola kepemimpinan multikultural merupakan pola yang apik untuk menuju Indonesia beradab dan meminimalisir konflik sosial budaya ditengah masyarakat. Dengan adanya hal tersebut, akulturasi budaya akan terwujud sebagai bentuk sinergisme budaya dan peradaban ditengah keberagaman menjadi sebuah tatanan baru yang adil dan damai. Hal ini tentunya baik jika kita terapkan didalam memimpin sebuah organisasi agar dapat menjadi seorang pemimpin yang bijaksana dalam bertindak.

Komentar via Facebook
BAGIKAN