Kepemimpinan Profetik

0
485
29873227 - compass with needle pointing the word leadership with blur effect plus blue and black tones conceptual image for illustration of leader motivation

Oleh : Rizqi Lestari

Kepemimpinan, akan muncul ribuan hasil pencarian di mesin pencari masa kini apabila kita mengetik kata tersebut di kolom pencarian. Berbagai pandangan dari para ahli di berbagai bidang ilmu, motivator, filsuf, dan tokoh-tokoh dunia akan muncul untuk mendefinisikan kata “kepemimpinan”. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kepemimpinan didefinisikan sebagai suatu cara memimpin, gaya memimpin, dan dan segala hal terkait pemimpin. Sementara itu, dalam Al-Qur’an telah disebutkan bahwa setiap manusia adalah pemimpin bagi dirinya sendiri dan orang lain.  Berdasarkan pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan merupakan suatu cara yang dimiliki oleh manusia, sebagai makhluk Tuhan, dalam memimpin dirinya dan orang lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Apabila berbicara tentang kepemimpinan, sosok pemimpin terbaik menurut saya adalah Rasulullah SAW. Kuatnya karakter kepemimpinan Rasulullah tidak hanya diakui oleh umat Islam saja, namun juga oleh umat agama lain. Pada tahun 1978, Michael H.Hart dalam bukunya yang berjudul The 100 : A Ranking of The Most Influential Persons in History, mencantumkan nama Nabi Muhammad SAW sebagai manusia yang paling berpengaruh di dunia. Pandangan ini didasarkan pada fakta bahwa ketika Rasulullah SAW memimpin Madinah, kota kecil di Timur Tengah tersebut perlahan menjadi pusat peradaban Islam yang terus meluas wilayahnya ke seluruh penjuru dunia. Kejayaan peradaban Islam ini menjadi salah satu sejarah penting bagi sejarah peradaban dunia. Oleh karena itu, Rasulullah SAW dikenal sebagai pemimpin yang kuat dan mampu membawa perubahan bagi kemajuan dunia.

Strategis merupakan suatu hal yang berhubungan, bertalian, berdasar srategi, dan sesuai dengan kondisi di sekitarnya. Suatu cara memimpin yang diterapkan oleh seseorang di satu tempat tentu akan berbeda hasilnya apabila diterapkan di tempat lain yang memiliki karakteristik berbeda dengan tempat pertama. Kepemimpinan strategis menurut saya merupakan cara memimpin seseorang yang didasarkan pada suatu misi dan strategi tertentu, serta sesuai dengan karakterisik, situasi dan kondisi masyarakat. Bagi saya, kepemimpinan profetik merupakan salah satu kepemimpinan strategis yang dapat diterapkan bagi masyarakat Indonesia dan bahkan di seluruh dunia. Profetik merupakan sifat-sifat kenabian / keteladanan. Individu yang mempunyai sikap profetik diharapkan dapat menjadi contoh dan memberikan teladan bagi orang lain dalam melakukan suatu hal. Menurut Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd. M.A., internalisasi karakter profetik merupakan salah satu solusi terbaik untuk memperbaiki kondisi bangsa Indonesia di tengah memudarnya nilai-nilai luhur karakter anak bangsa. Hal ini didasarkan pada inti karakter profetik yang dapat menjadi antitesis bagi perilaku negatif yang berpangkal pada karakter negatif di Indonesia.

Kepemimpinan profetik merupakan suatu gaya kepemimpinan yang berlandaskan pada sifat-sifat kenabian yaitu shiddiq (jujur/benar), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan), dan fathonah (bijaksana). Seorang pemimpin haruslah memiliki sifat jujur, baik jujur terhadap dirinya sendiri maupun terhadap rakyat yang dipimpinnya. Perilaku jujur ini merupakan solusi dari maraknya praktik korupsi yang dilakukan oleh para pimpinan negara. Apabila para pemimpin Indonesia telah memiliki sifat jujur dalam dirinya, maka kasus korupsi perlahan dapat dihilangkan dan uang negara bisa dipergunakan sebagaimana mestinya. Sementara itu, amanah merupakan pangkal dari penyelenggaraan kehidupan bernegara yang baik dan tertata. Seorang pemimpin yang amanah akan mempergunakan jabatannya untuk kebaikan masyarakat, melaksanakan segala hal yang telah dipercayakan padanya secara bertanggungjawab dan penuh dedikasi.

Sifat kenabian berikutnya yaitu tabligh yang berarti menyampaikan, seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang menyampaikan segala informasi secara transparan kepada masyarakat. Tidak ada informasi yang disembunyikan, ditutup-tutupi, ataupun dipergunakan untuk mengelabui masyarakat. Sifat ini dapat menghindarkan perilaku korupsi, menipu, dan perilaku lain yang berkaitan dengan penyembunyian kenyataan sebenarnya dari masyarakat. Selanjutnya, seorang pemimpin juga perlu memiliki sifat fathonah atau bijaksana. Kebijaksanaan merupakan hal penting yang membuat pemimpin disegani, dihargai, dan dicintai oleh masyarakat. Seorang pemimpin yang bijaksana akan mampu mengambil keputusan dengan pertimbangan yang adil dan rasional. Sikap bijaksana ini dapat menghindarkan pemimpin dari sifat zalim dan sewenang-wenang.

Kepemimpinan profetik berarti seorang pemimpin mampu memiliki sifat-sifat kenabian dan menjadi pemimpin yang teladan bagi orang-orang di sekitarnya. Keteladanan merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mempengaruhi seseorang. Berhenti menyuruh orang lain untuk jujur, melainkan mulailah untuk bersikap jujur dan orang lain akan mengikuti perilaku kejujuran anda. Berhenti menyuruh orang lain untuk bersikap amanah, namun cobalah untuk mengerjakan apa yang dipercayakan kepada anda dengan sebaik-baiknya hingga orang lain merasa tergerak untuk mengikuti cara anda bekerja. Mulailah untuk bersikap transparan, menyampaikan informasi secara utuh, dan bersikap bijaksana dalam mengambil keputusan, maka orang lain akan tergerak untuk mengikuti apa yang anda lakukan.

Kepemimpinan profetik bukanlah suatu kepemimpinan yang hanya cocok diterapkan dalam negara Islam saja. Sifat-sifat profetik sejalan dengan karakter positif bangsa Indonesia dan nilai-nilai luhur pancasila. Dalam menerapkan suatu pola kepemimpinan profetik, tentu akan ditemui tantangan yang tidak sedikit. Sulitnya memerangi hawa nafsu yang ada dalam diri kita menjadi tantangan terbesar untuk menerapkan sifat-sifat profetik tersebut. Syaitan pasti akan selalu berusaha untuk menghalangi niat kita dan menjerumuskan kita pada jalan yang salah, jalan para pemimpin yang zalim dan sewenang-wenang. Selain itu, kondisi lingkungan yang tidak mendukung penerapan nilai-nilai profetik juga menjadi kendala yang serius, sulitnya menerapkan sifat jujur dalam lingkungan yang terbiasa berbohong, susahnya bersikap amanah dalam lingkungan yang terbiasa melalaikan kewajiban, dan tidak mudah untuk bersikap tabligh dan fathonah dalam lingkungan yang terbiasa melakukan perilaku menyimpang.

Perjuangan memanglah harus berdarah-darah, harus tertatih dan terjatuh sebelum mencapai sesuatu yang indah. Mari tetap berjuang dalam jalan kebenaran, mari tetap melangkah dalam bingkai kebermanfaatan, mari tetap berusaha menjadi sebaik-baik pemimpin yang membawa perubahan. Kemajuan tidaklah hadir dari tangan para pemimpin lalai, mari menjadi pemimpin profetik, karena siapa tahu, kemajuan ada di tangan kita.

#SLT2017 #BAKTINUSA #KepemimpinanStrategis #MerawatIndonesia

Komentar via Facebook
BAGIKAN