Kepemimpinan Srategis

0
288

Oleh: Melfa Andraini Agatha, Penerima Manfaat Beasiswa Aktivis (BAKTI NUSA) Nusantara 7

Berbicara tentang kepemimpinan artinya kita berbicara soal pengaruh. Kepemimpinan merupakan seni atua teknik untuk membuat sebuah kelompok atau orang untuk mengikuti dan mentaati segala keinginan. Tannebaum at al. (1961), mengatakan bahwa kepemimpinan pengaruh antar pribadi, dalam situasi tetentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu.

Kepemimpinan starategis adalah kemampuan seseorang untuk mengantisipasi, melihat masa depan sebuah organisasi, berpikir strategis, bekerja dengan oranglain dan untuk memulai perubahan yang mendorong organisasi mempunyai daya saing. Adapun yang menyatakan bahwa Kepemimpinan starategis adalah kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki seseorang atau kelompok yang bertangungjawab dan memiliki pengaruh penting untuk menjamin organisasi itu tetap bertahan hidup.

Banyak organisasi ataupun pemimpin yang bekerja tanpa strategi yang baik. Sasaran mereka ataupun organisasi tersebut hanyalah untuk menjaga agar organisasi mareka tetap berjalan dari hari ke hari, ataupun hanya menangani permasalahan dan kebutuhan saat ini. Sehinggga bisa dikatakan bahwa organisasi seperti ini menderita penyakit kronis atau ‘’tidak sehat’’ artinya organisasi tersebut tidak mengetahui ke mana dan mengapa ia berjalan. Sebuah strategi yang baik hendaknya terdiri dari :

  1. Tujuan, merupakan maksud-maksud dasar organisasi.
  2. Sasaran, merupakan cara khusus yang digunakan untuk mengukur dan mencapai tujuan.
  3. Prioritas, merupakan faktor-faktor yang menentukan kapan dan mengapa sesuatu dilakukan.
  4. Perencanaan, proses yang digunakan untuk mencapai sasaran yang terdiri dari personalia, sumber daya, kendala dan evaluasi.
  5. Pedoman, kerangka kerja moral dan etis yang digunakan organisasi dalam mencapai sasaran-sasarannya.

Selain memiliki strategi yang baik hendaknya seorang pemimpin memiliki peranan yang holistik yaitu harus mampu berperan sebagai motivator, fasilitator, dinamisator, konselor, dan evaluator.

Komentar via Facebook
BAGIKAN