Kepemimpinan Strategis: Mutiara yang Langka

0
340

Oleh : Reza Falufi, UNY

Manusia merupakan mahluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam kehidupan, manusia selalu berinteraksi antar sesama serta dengan lingkungan. Manusia akan hidup secara berkelompok besar maupun kecil.  Tidak hanya lingkungan yang perlu dikelola dengan baik namun kehidupan sosial manusia juga perlu dikelola dengan baik. Oleh karena itu jiwa kepemimpinan sangat diperlukan, dengan mempunyai jiwa kepemimpinan, paling tidak dapat untuk memimpin dirinya sendiri.

Lihatlah realita yang terjadi pada negeri ini, mereka yang menyebut dirinya sebagai pemimpin sudah mulai kehilangan arti kepemimpinan. Melakukan penyelewengan wewenang kekuasaan, korupsi semakin meraja rela serta perdebatan yang sejatinya untuk memuaskan  kepentingan pribadi. Bukan pemimpin seperti itu yang diharapkan oleh masyarakat.

Di sinilah peran pemuda sebagai agen perubahan untuk meningkatkan idealisme kepemimpinan agar kelak dapat melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa ini. Menempa diri dengan Kepemimpinan Strategis sejak msih usia muda tentu harus dilakukan. Apa arti kepemimpinan strategis ?

Kepemimpinan Strategis meliputi kemampuan mengantisipasi, memiliki visi, dan mempertahankan fleksibilitas, memberi kuasa kepada orang – orang lain untuk menciptakan perubahan strategis yang perlu. Pemimpin tidak dapat disukai oleh semua bawahannya, yang dapat dilakukan sebagai seorang pemimpin adalah tetap memegang teguh amanat sebagai pemimpin dalam masyarakat. Meskipun terdapat perubahan yang dinamis, seorang pemimpin mampu bergerak secara aktif untuk menyesuaikan perubahan tersebut.

Pemuda dapat membentuk karakter kepemimpinan tersebut melalui peningkatan kapasitas karakter yang berintegritas. Teori Karakter ( Trait theories) mengatakan ntuk menjadi seorang pemimpin, harus mempunyai kemampuan : intelegensi (kemampuan memahami dan memecahkan masalah), karakter (inisiatif dan percaya diri), fisik, (sehat), kategori sosial (jender, kelas sosial atau etnik).

Unsur terpenting kepemimpinan strategis ialah kemampuan mengembangkan modal manusia. Boleh saja kecanggihan teknologi kini semakin menjadi, tetapi tidak boleh lupa bahwa modal utama kemajuan suatu negara adalah modal SDM (Sumber Daya Manusia). Memang tidak mudah untuk membentuk karakter kepemimpinan strategis, butuh proses yang panjang agar strategi-strategi seorang pemimpin tetap sesuai koridor  kebaikan seluruh elemen masyarakat bukan untuk kepentingan golongan maupun individu.

Idealisme sesuatu yang wajib dipegang teguh dalam kepemimpinan strategis. Memiliki pendirian yang kokoh dan tidak mudah goyah kunci dari mempertahankan sebuah idealisme.  Para pemuda bangsa Indonesia masih memiliki harapan utnuk menjadi pemimpin yang diimpikan oleh masyarakat. Mengikuti sebuah organisasi, berani berpendapat serta tidak bersikap apatis antar sesama merupakan hal-hal yang dapat dilakukan para pemuda.

Kita boleh lelah melihat tingkah laku para pemimpin bangsa yang berlaku tidak seusai dengan amanat UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Tetapi pemuda jangan sampai lelah untuk menempa diri karena kelak dimasa yang akan datang kursi-kursi pemmpin itu akan kosong dan tentunya harus diisi dengan orang yang tepat. Jangan sampai bangsa ini selalu mengulangi kesalahan yang sama dalam menjadikan seseorang pemimpin. Meskipin kepemimpinan strategis kini sangat langka, namun harapan akan selalu ada selama pemuda sang penerus cita-cita bangsa.

Jadilah anak muda yang menawarkan sebuah perubahan. Jangan sampai jadi pemuda yang terlelap di zona nyaman. Bergegaslah berkontribusi untuk negeri! bangsa ini masih memiliki harapan”

Komentar via Facebook
BAGIKAN