Kesan Mendalama Narescamp 2017

0
20

Oleh: Siti Jannah Nuraisyah.

National Research Camp atau biasa disingkat Narescamp merupakan ajang kompetisi pengabdian dan penelitian kepada masyarakat yang dibuat dalam bentuk Idea Concept Project. Perlombaan yang diadakan oleh UKM Penelitian Universitas Negeri Semarang (UNNES) ini berbeda dengan kompetisi-kompetisi LKTI pada umumnya. Jika perlombaan lain hanya sebatas menggagas ide lalu dipresentasikan dihadapan para dewan juri, maka Narescamp juga menuntut kami sebagai tim untuk mengimplementasikannya langsung kepada masyarakat sesuai dengan kondisi Desa binaan mereka, ide yang digagas pun harus sesuai dengan potensi dan permasalahan yang sudah dipaparkan sebelumnya dalam panduan perlombaan.

Gambar 1. Desa Jatirejo sebagai objek pengabdian Narescamp 2017

Kompetisi ini biasa dilaksanakan setahun sekali oleh UKMP UNNES, dan setiap tahunnya objek desa yang dijadikan tujuan pengabdian berbeda. Pada Narescamp 2017, desa yang dijadikan sebagai tujuan pengabdian adalah Desa Jatirejo, sebuah desa wisata yang berada di Kecamatan Gunungpati, Semarang. Berdasarkan potensi pengolahan kolang-kaling yang biasa dilakukan oleh ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) di desa tersebut serta potensi pariwisata yang ada, maka kami menggagas branding produk disertai dengan pemasaran pariwisata.

Ketika sepuluh finalis diumumkan di media sosial UKMP UNNES dan diundang untuk melakukan pengabdian masyarakat di Desa Jatirejo, kami segera mempersiapkan ide yang sudah digagas dalam bentuk implemetasi langsung sehingga masyarakat dapat mudah mengerti. Kegiatan ini dimulai pada hari Kamis kami tiba di Semarang dan sejenak beristirahat di UNNES setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang dengan menggunakan kereta api. Ketika sore hari tiba, barulah kesepuluh finalis diantar ke Desa Jatirejo dan ditempatkan di homestay masing-masing bersama dengan masyarakat. Pada hari ini pula kami dituntut segera melakukan pendekatan kepada masyarakat, mencari sebanyak mungkin informasi untuk kemudian melaksanakan pengabdian masyarakat esoknya.

Hari kedua, di Jumat pagi kami terlebih dahulu berjalan-jalan mengitari desa untuk mengenal lebih dekat lalu baru kemudian melakukan pengabdian berupa sosialisasi Idea Concept Project yang kami gagas. Sosialisasi melalui perbandingan produk olahan kolang-kaling sebelum dan sesudah, masyarakat khususnya anggota KWT antusias dengan perubahan sentuhan pada produk mereka.

Gambar 2. Sosialisasi Idea Concept Project yang sudah digagas

Presentasi hasil pengabdian dilaksanakan pada hari ketiga. Seluruh finalis memaparkan hasil pengabdian yang mereka laksanakan kemarin, setelah itu pada malam hari dilaksanakan diskusi terkait keberlanjutan program yang sudah digagas supaya ide yang sudah disampaikan kepada masyarakat tidak hanya sebatas kompetisi saja, namun juga terdapat keberlanjutan demi memajukan desa. Diskusi ini difasilitasi oleh UKMP sebagai jembatan antara ide dengan keberlanjutan, karena dalam hal ini Desa Jatirejo merupakan desa binaan UKMP itu sendiri.

Gambar 3. Presentasi hasil pengabdian

Gambar 4. Diskusi terkait keberlajutan program

Hari terakhir seluruh finalis mengadakan fieldtrip ke Maerokoco sekaligus penutupan kegiatan Narescamp 2017. Setelah berkeliling dan menikmati Maerokoco, akhirnya seluruh finalis dikumpulkan untuk menentukan hasil dari keseluruhan rangkaian kegiatan Narescamp. Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang, akhirnya kami diumumkan mendapatkan Juara I dalam kompetisi ini. Namun, perjalanan sesungguhnya kompetisi ini baru dimulai dan diwujudkan dalam sebuah bukti nyata pengabdian.

Gambar 5. Berfoto bersama di Maerokoco


Gambar 6. Pengumuman pemenang Narescamp 2017

Gambar 7. Publikasi pencapaian di media kabar
Sumber: Tribun Bogor

BAGIKAN

LEAVE A REPLY