Kutuliskan Mimpi Ke Brunei di Papan Tulis Mini Kosan

0
253

Kutuliskan Mimpi Ke Brunei di Papan Tulis Mini Kosan

Oleh: Roni Haeroni, Etoser Samarinda

Perkenalkan nama saya Roni Haeroni, panggil saja saya Roni. Saya adalah Etoser Samarinda 2014 dan ini adalah tahun akhir saya sebagai Penerima Manfaat Beastudi Etos karena kurang lebih dua bulan lagi dari sekarang InsyaAllah akan berlangsung Wisuda Etoser Nusantara Angkatan 2014. Awalnya saya tak punya target khusus dalam mengembangkan profil Pemuda Kontributif (Pemimpin, Mandiri, Unggul, Disiplin, Akhlak Islami dan Kontributif) karena saya ingin lebih fokus menyelesaikan tugas akhir studi, maklum sudah mulai banyak pertanyaan “bagaimana skripsinya?”; “Sudah lulus atau belum?”; “Kapan lulus” dan masih banyak pertanyaan lainnya.

Keterlibatan saya berawal dari briefing monitoring dan evaluasi Etos Samarinda pada Maret-April 2018 untuk angkatan ETAM (Etoser Samarinda) Angkatan 2014 yang dilakukan oleh pendamping kami di ruang Asrama Al-Kahfi Beastudi Etos Samarinda. Waktu itu pendamping kami menyampaiakan dan mengingatkan bahwa walau kami berada di tahun ke-4, tetapi tetap harus mencapai beberapa target Pemuda Kontributif dan akupun harus tetap menorehkan prestasi lainnya.

Nah dari situlah saya mencoba untuk mencapai target itu. Di awal Mei 2018 lalu Alhamdulillah saya lolos menjadi finalis lomba film pendek di kompetisi Islamic National Short Movie Competition yang diadakan oleh UKM JNUKMI UNS (Unit Kegiaan Mahasiswa Jamaah Nurulhuda Universitas Sebelas Maret) di Solo, Jawa Tengah dengan tema fenomena hijrah pemuda zaman now.  Alhamdulillah saya keluar sebagai Juara Harapan 2.

Setelah lomba tersebut saya kembali merencanakan prestasi lainnya dengan menuliskan “Goes to Brunei Darussalam 2018” di papan tulis mini di kamar kos saya. Waktu itu saya termotivasi untuk lolos program belajar Bahasa Inggris yang diadakan Kerajaan Brunei Darussalam bagi warga ASEAN, sayang target lolos tak tercapai karena terkendala hal teknis internet waktu itu dan akhirnya tak sampailah target lolos program tersebut. Walau tak lolos, tulisan “Goes to Brunei Darussalam 2018” belum saya hapus sampai sekarang dan mungkin itulah doa yang tertulis hingga akhirnya tak disangka di akhir bulan Juni 2018 ada informasi mengenai program BSN (Borneo Studies Network): Youth Leadership Global Discovery Programme 2018 yang diadakan di Universiti Brunei Darussalam (UBD).

Yapp… BSN: Youth Leadership Global Discovery Programme 2018 yang diadakan di Universiti Brunei Darussalam dari tanggal 09-15 Juli 2018 inilah yang menjadi Sociopreneur Camp (SPC) kedua saya versi internasional. BSN memiliki beberapa anggota dewan kerja salah satunya Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda yang diminta mengirimkan dua orang mahasiswa terbaiknya untuk mengikuti agenda tersebut. Permintaan BSN ini datang via email kepada pihak Unmul tepatnya kepada UPT LI (Unit Pelayanan Teknis Layanan Internasional)  Unmul kurang lebih dua minggu sebelum agenda tersebut dimulai. Karena diminta segera dari pihak BSN, maka UPT LI segera melakukan sosialisasi program tersebut via online hanya ke grup WhatsApp (WA) International Student Buddy of Mulawarman University (ISBMU) atau sering disebut Buddy Unmul yaitu mahasiswa Unmul yang sudah diseleksi oleh UPT LI yang bertugas menjadi kawan bagi mahasiswa asing/tamu asing (dalam/luar negeri) yang datang internship, exchange dsb di Unmul. Kenapa hanya ke grup WA itu saja, karena memang persyaratan yang ditentukan pihak UPT LI unmul adalah sebagai berikut: Merupakan mahasiswa Student Buddy Unmul 2018, Bisa berbahasa Inggris, diutamakan yang memiliki pengalaman kepemimpinan, tidak sedang melakukan KKN/PPL/PKL. Dan kebetulannya saya sendiri adalah salah satu anggota Student Buddy Student Unmul 2018. Tak lama setelah infon itu diumumkan sayapun mendaftarkan diri sebagai sala satu pelamar program tersebut.

Setelah tiga hari disosialisasikan, selanjutnya dilakukan proses seleksi wawancara. Proses wawancara langsung dipimpin oleh Ketua UPT LI Unmul yaitu Dr. Widi Sunaryo, SP. M.Si. Setelah proses wawancara selesai, dihari itu juga secara terbuka Dr. Widi langsung mengumumkan dua orang yang terpilih untuk berangkat ke Brunei Darussalam dan salah satunya adalah saya (Roni Haeroni dari FKIP Unmul) dan satu peserta lainnya (Fitriana Ulfa dari FISIP Unmul), alhamdulillahirobbil alamiin… ucapan kesyukuranpun saya ucapkan. Kemudian selepas itu, dua orang peserta terpilih langsung diintruksikan untuk melengkapi persyaratan berkas dimulai dari data diri, passport, form penyataan kesehatan,  mencetak LoA dsb serta keesokan harinya juga kami diharuskan mengikuti proses pelepasan Mahasiswa KNN Internasional & Exchange Programme yang bertempat di Rektorat Unmul. Kemudian kami berdua segera mempersipakan segalanya menuju agenda penemuan pemimpin muda dunia tersebut. Keberangkatan Ke Brunei Darussalam merupakan keberangkatanku yang ke-5 ke luar negeri setelah sebelumnya berangkat ke-1 ke Malaysia & ke-2 ke Singapura (Januari 2016 sebagai peserta seklaigus mendapatkan achievement sebagai The Best Participant of Confirmation di agendanya ASEAN Youth Excursion Malaysia-Singapore Programme), kemudian diberi kesmpatan lagi yg ke-3 ke Malaysia kembali (Mei 2016 sebagai Panitia Program Internasional ASEAN Youth Excursion Malaysia Programme), dan di Februari 2017 kembali ke Malaysia diagendanya National Aspiration & Leadership Summit (NALS) dan Alhamdulillah Top Three Best Picture didapat disana. Selanjutnya di 2018 ini adalah keberangktan ke-5 yaitu ke Brunei Darussalam. Alhamdulillah trima kasih yaa Allah ini anugerah yang tak terhingga bagi saya 3 tahun berturu-turut (2016-2018) dapat rezeki ke luar negeri dan in sya Allah akan terus dikembangkan dan dilebarkan serta dikepakan anugerah ini agar bisa menginjakan kaki di berbagai belahan negeri-Mu lainnya di berbagai kesempatan. Alhamdulillah

Tak terasa hari menuju keberangkatan pun semakin dekat, hari keberangkatan dimulai dari tanggal 7 Juli yang bertolak dari Samarinda menuju Balikpapan kemudian ke Jakarta dan dini hari nya terbang menuju Kuala Lumpur, Malaysia dan di pagin hari tanggal 8 nya penerbangan dilanjutkan menuju Brunei International Airport. Alhamdulillah tiba di Brunei Darussalam sekitar pukul 09.00 WITA, sesampainya di sana kami selesaikan uruan visa student terlebih dahulu seharga 20 dollar Brunei Darussalam. Kemudian setelah itu di balai ketibaan kami sudah ditunggu para Buddy Student Universiti Brunei Darussalam. “Welcome to Brunei Darussalam” itulah sambutan hangat dari para buddy student UBD yang ramah & setulus hati mereka sampaikan kppada kami. Buddy Student UBD yang bertugas menjemput kami di sana waktu itu adalah Nisa, Qawi, Wendy dan Aziz. Kamipun langusng diajak berbincang-bicang oleh mereka sembari menunggu kedatangan peserta lain dari UMS (Universiti Malaysia Sabah), Untan (Universitas Tanjungpura), Unlamd (Universitas Lambung Mangkurat) dan Uniska (Universitas Kalimantan Bajarmasin). Tak lama, dua orang peserta dari UMS pun tiba (Zul Khairy dan Primus). Selepas itu kami delegas dari dua universitas diantarkan lebih dulu ke UBD via bus sewaan khas yang sopirnya adalah warga bewajah india yang sudah pandai berbahasa melayu dan sopir keturunan india ini sering disapa bos/uncle sebagai ciri khas sapaan sopan pada mereka.

Kurang lebih 15 menit kamipun sampai di UBD tepatnya kami diantarkan ke The Core UBD Residential College sebuah tempat penginapan 6 lantai dan berjumlah 8 tower bahkan menurut saya sudah termasuk kategori apartement  yang lengkap dengan berbagai fasilitasnya dari mulai satu gugus kamar terdiri dari 5 kamar ber-AC, ruang tamu ber-AC, dapur, 1 toilet dan 1 kamar mandi serta dilengakapi dengan 1 kulkas besar, 1 oven, kompor listrik, 1 mesin cuci otomatis dan berbagai peralatan dapur yang lengakap bagi mahasiswa internasional yang sedang internship, exchange, summer scholl dsb di sana. Kamipun langsung diberi kunci kamar serta diantarkan ke kamar masing-masing. Saya sendiri berada 1 gugus kamar bersama mahasiswa dari UMS, Untan dan Uniska di tower 4 lantai 6. Sedangkan delegasi yang perempuan ditempatkan di tower 5-8. Seleaps kami dari kamar, kami langsung disuguhi makan siang di lantai 1 dan sempat berbincang-bincang sharing menegnai Negara masing-masing.

Tiba hari selanjutnya adalah hari pertama kegiatan secara resmi dimulai 9 Juli 2018. Kami memulai kegiatan dengan sarapan pukul 06.30-07.45 kemudian dilanjutkan perjalanan menuju ILIA (Institute for Leadership, Innovation and Advancement) sekitar 5 menit dari penginapan via bus sewaan khas dengan sopir khas indianya hehhe. Sampai di ILIA, kami masuk dan langsung disambut dengan pembagian ID card peserta serta satu goodibag UBD lengakp dengan majalah UBD dan notenya. Acarapun dimulai dengan membacakan al-fatihah sebagi doa pembuka dan diteruskan dengan sambutan oleh Dr. Noor Hasharina Binti Pg Hj Hassan (Head, BSN Secretary) dialnjutkan ice breaking yang menggugah pemikiran kami karena kami hanya boleh berkomunikasi dalam bahasa isyarat setelah kami semua diberi instruksi untuk melakukan sesuatu semisal mengurutkan diri dari usia termuda sampai tertua dsb. Kegiatan selanjutnya adalah briefing mengenai informasi tempat dan cara serta ke mana harus berkumpul jika terjadin kebakaran atau hal yang tidak diinginkan lainnya di tempat yang sedang kami tempati tersebut. Lalu pihak ILIA pun menyampaikan lebih awal mengenai tujuan, aturan, proses maupun cara bersikap selama menjalani pelatihan disana. Seterusnya pihka ILIA menyampaikan agar para peserta menuliskan harapan dan kecemasan dari program yang sedang diikuti dan menempelkannya di white board depan. Setelah itu pihak ILIA mereviewnya serta mengulas bahwa kecemasan terbanyak adalah pada hal komunikasi, khawatir miss communication dsb, maka dari itu pihak ILIA menegaskan dan mengutakan agar kami percaya diri dalam berkomunikasi serta mereka akan bicara perlahan dalam setiap kesempatan agar mudah dipahami maksudnya, begitupun sesame peserta, pihak ILIA berharap demikian agar mereka saling memahami satu sama lainnya.

Kemudian masuklah kami pada materi Jouney Line yang disampaikan oleh Mr. Onn, di materi ini kami diajarkan dan diintruksikan untuk menggambarkan perjalanan hidup dalam suatu garis naik turun pada kertas yang sudah ada titik koordinat dan garis vertikal-horizintal yang dibagikan panitia dan setelah selesai kami diharuskan menceritakan journey line kami masing-masing selama 7 menit kapada teman di samping kami dan selepas itu kami saling menanggapi dan memberikan feedback. Tujuan utama dari journey line adalah bagaimana kami bisa belajar dan menyadari bahwa pada suatu kondisi tertentu dalam hidup ini kami bisa melewati hal itu serta dapat belajar dari pengalaman yang lalu sekaligus muhasabah bagi diri kami. Sesi selanjutnya dilanjutkan dengan workshop personality plus yang dismapiakan oleh Mr. Najeep (seorang psikolog) yang diawali dengan cara agar peserta saling menegnalkan diri melalui kertas dengan menuliskan nama, kesukaan dan hobby melaui gambar2/symbol yang mewakili darinketiga hal tersebut dan para peserta harus saling menebak gambar2 tersebut ketika saling berkenalan, di sesi ini yang menarik adalah gambar yang dibuat para psesrta unik-unik dalam menuliskan nama, kesukaan dan hobby mereka, seru dan ini merupakan cara berkenalan berbeda serta akan mudah mengingat nama dari orang yang baru dikenal. Sesi perkenalan asik pun usai dan dilajutkan dengan workshop personality plus. Pada sesi ini dijelaskan dan dipahamkan mengenai empat kepribadian beserta uji profil kepribadian dari setiap peserta untuk menegtahui mereka berada di profil kepribadian yang mana. Profil kepribadian yang diujicobakan diadaptasi dari bukunya Florence Littauer yang berjudul Pesonality Plus. Setelah uji test maka hasinya dikalkulasikan dan setelah itu akan muncul di kepribadian manakah kita berada, apakah di Sanguinis, Melankolis, Koleris atauakah Phlegamtis. Tak hanya itu, Mr. Najeep pun mengulas tuntas kelemahan dan kelebihan dari masing2 profil beserta symbol hewan dari ke-emapt kepribadian itu. Melakolis dilambangkan dengan Burung Hantu, Phlegmatis dilambangkan dengan Burung Merpati, Sanguin dilambangkan dengan Burung Merak dan Koleris dilambangkan dengan Burung Elang. Tujuan dari workshop Personality Plus ini adalah agar setiap peserta memahami kelemahan dan kekuatan kepribadiannya masing-masing. Okke selesailah sesi tersebut dan dilanjutkan dengan housekeeping yaitu proses briefing mengenai aktivitas yang harus dilakukan baik setelah ataupun sebelum kegiatan dan terakhir sebelum agenda di hari pertama ini selesai, selanjutnya adalah briefing mengenai persipan out bond dari peralatan yang hrus dibawa, kesehatan dsb yang akan dilaksankan di OOBD (Outwards Bound Brunei Darussalam) tepatnya di Pusat Pembinaan Jati Diri Kementerian Kebudayaan, Pemudan dan Olahraga di distrik Temborung yang berjarak sekitar 2 jam dari UBD.

Itulah kegiatan di hari pertama. Mari kita next ke hari kedua. Dimuai dari sarapan yang tepat waktu dan sampai di ILIA sebelum pukul 08.00 adalah salah satu kedisipilnan yang mengawali hari kedua. Sesi Hari kedua dimulai dengan doa al-fatihah sebagai doa pembuka dan dilajut dengan sesi Refleksi & Overview apa yang didapat di hari kemarin dari beberapa peserta. Inti dari sesi hari kedua ini dimulai dengan workshop Leadership Style, yang disampaikan oleh Miss Julia. Dalam gaya kepemimpinan terdapat enam gaya, yaitu komando, visioner, affiliatif, demokratis, pacesetting dan coaching yang diulas lengakp dengan berbagai cirnya masing-masing. Salah satu cirinya dalam berbicara dari gaya komando adalah lebih ke arah “do what I tell you”; gaya visioner yaitu “come with me”; gaya affiliative yaitu “people come first”; gaya demokratis yaitu “What do you think”; gaya pacesetting yaitu “do as I do now”; dan Coaching yaitu “try this”. Setelah diulas semua ciri dari berbagai gaya. Langkah selanjutnya adalah proses pemecahan 3 studi kasus yang harus diselesaikan oleh para peserta dan setelah semua selesai dibahas bersama. Selepas menyelesaiakan studi kasus kegiatan workshop dialnjutkan dengan materi “Negotiation Skill” yang disampaikan oleh Mr. Onn, beliau menyampaiakan materi negotiation melalui sebuah video di mana para peserta harus emnyimak tips dan triknya untuk bisa diterapkan nantinya. Kemudian, dalam proses penyampaian dari Mr. Onn membagikan skenario berupa 4 peran, 2 orang berperan N1 & N2 lalu 2 orang selanjutnya berperan sebagai F1 & f2. N1 & N2 diberi skenario yang tidak boleh diketahui satu sama lainnya. Setelah selesai memahami, dimulailah proses negosiasi antara N1 & N2. Selanjutnya F1 & F2 berperan sebagai pengamat yang mencatat apa saja yang harus ditingkatkan dan masukan-masukan pada N1 & N2. Setelah N1 & N2 selesai maka F1 & F2 lah yang bertukar peran dengan N1 & N2. Selanjutnya workshop dilanjutkan dengan PSTB (Problem Solving Team Building). Pada proses pelaksanaan workshop ini peserta dibagi menjadi 4 kelompok masing-masing 9 orang dan diintruksikan menuliskan serta menyebutkan permasalahannya masing, setelah itu dilakukan kesepakatan masalah mana yang akan dipecahkan dan setiap kelompok harus menunjuk 1 fasilitator dan kemudian setiap peserta saling mengungkapkan solusi dan cara menyelsaikan permasalahan tersebut. Semua anggota dituntut untuk aktif dalam diskusi pemecahan masalah agar problem solving team building tercipta dari workshop ini. Kegiatan hari kedua diakhiri dengan housekeeping dan closing setelah sebelumnya di jam 12.00-14.00 dilakukan istirahat dan sholat.

Berlanjut ke hari ke-3 workshop, di hari ini saya diberi kesempatan untuk memimpin doa dengan membacakan surah al-fatihah sebagai doa pembuka dan juga mendaptakan kesempatan untuk menyampaikan apa yang saya dapat di hari kemarin pada sesi refleksi dan overview. Pada kesempatan tersebut langsung saja saya mengenalkan diri beserta almamater kapus plus program Beastudi Etos dan Dompet Dhuafa secara singkat pada para peserta lainnya. Pada hari ketiga ini, kegiatan inti dimulai dengan workshop Effective Communication dan Barriers to Communication. Tujuan pada materi ini adalah bagaimana kedua belah pihak yang berkomunikasi dapat mengahsilkan tujuan yang sama yang dimaksud. Workshop ini dilakukan dengan cara didemonstrasikan yang sebelumnya dilakuakan pembagian kelompok dan setiap kelompok di bagi kembali menjadi divisi A & B selanjutnya setiap kelompok dibatasi dengan satu  balok yang menhalangi antara divisi A & B serta masing-masing kelompok harus memiliki satu pengamat. Divisi A dan B akan mendaptakan box teka-teki, peraturan pertama pada saat divisi A membuka box teka-teki, divisi A boleh berbicara dan divisi B tidak boleh berbicara. Saat itu divisi A boleh menyampaikan ciri-ciri apapun dari benda yang mereka temukan dari box teka-teki pada divisi B. Selanjutnya disesi kedua divisi B boleh berbicara dan menyampaikan apa yang mereka temukan dari box teka-teki pada divisi B disesuiakan dengan ciri yang sudah disampaikan oleh divisi A pada sesi pertama. Selanjutnya divis A hanya boleh berbicara “ya atau tidak saja” untuk menjawab pertanyaan penyesuaian ciri-ciri benda yang ditemukian pada box teka-teki tersebut. apabila semuanya sudah sesuai maka masing divisi boleh menyamkan benda pa yang mereka temukan dari box teka-teki tersebut apakah sama hasil akhirnya sama atau tidak. Jika hasilnya bisa sama maka Effective Communication dan Barriers to Communication merka berhasil, apabila tidak berarti gagal. Selepas permainan mengenai box teka-teki tersebut workshop dilanjutkan dengan workshop Growth Mindset yang awaknya dimulai dengan penjelasan oleh Mr. Onn mengenai berbagai gaya berpikir dari setiap orang. Kemudian dialnjutkan dengan test gaya berpikir dengan tuntuk mengetahui gaya berpikir dari para peserta. Setelah diketahui maka dibahaslah ciri serta kelbihan maupun kelemahan dari masing-masing gaya tersebut. Selanjutnya Kami pun disuguhi sebuah viadeo  di mana setelah itu kami diharuskan menebak berbagai gaya berpikir dari orang-orang yang di video tersebut. Sesi selajutnya adalah break, makan dan sholat. Selesai itu, saya dan 3 orang delegasi Indonesia lainnya melanjutkan sesi dengan membuat asuransi kesehatan di Takaful Company Brunei sebagai langkah tawakal pada Allah SWT karena di hari ke-4 dan ke-5 kami akan melakukan kegiatan outdoor di hutan.

Masuk pada hari ke-4 dan ke-5 kami melakukan kegiatan outdoor di distrik Temborung tepatnya di Pusat Pembinaan Jati Diri Kementerian Pemuda dan Olahraga Brunei Darussalam yaitu lebih spesifik lagi di OBBD (Outwards Bound Brunei Darussalam). Perjalan dimuali pukul 07.30 dari UBD menuju dermaga dan dilanjutkan dengan menaiki jetty (kapal boat) menuju distrik Temborung yang melewati wiayah perbatasan dengan Malaysia. Sekitar pukul 09.30 kami sampai di Dermaga Temborung dan kemudian dilanjutkan via bus ke Camp OBBD. Akhirnya tak lama kamipun sampi di Camp OBBD. Agenda pun diawai sambutan oleh para Coach tangguh di sana beserta owner. Kemudian dilanjtkan dengan orientasi keamanan, makan siang dan pembagian kelompok. Selanjutnya adalah sholat dzuhur dan pengenalan cara pemkaian berbagai peralatan outbond terutama life jaket yang dipakai setiap saat ketika menyebrangi jembatan gantung. Kemudian acara dilanjutkan menuju tempat penginapan di seberang sungai serta perapian tempat tidur masing-masing peserta. Kemudian peserta kembali berkumpul perkelompok dengan Coachnya masing-masing dilanjutkan dengan sesi orientasi dan ice breaking dan penitipan handphone, passport, dompet dsb karena selama outbond peserta dilarang membawa barang-barang tersebut. Saat siang mejelang sore dimulaiah permanan kepercayaan (Trust Game), Bonding Game, Group Game 1 & 2 (haling rintang) kemudian break dan sholat ashar serta dilanjtkan dengan Water Confidence Activity yang mengajarkan keberanian menghayutkan diri di arus sungai, keterampilan kayaking dan berenang serta menyamoaikan “selamat petang sungai Temborung, sambil menenggelamkan diri bersma-sama ke dalam air sungai” hehhe.

Selepas kegiatan di sungai, para peserta istirahat, sholat dan makan serta dilanjutkan setelah solat isya review dan refleksi di masing-masing kelompok dengan Coachnya masing-masing yang dipacking dengan ice breaking cop-cilpcop dan game ayam-superman. Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan istirahat di tempat penginapan masing-masing.

Keesokan harinya kegiatan diawali dengan menghadiri pengibaran bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan Brunei Darussalam. Kemudian dialnjutkan dengan bersih diri, sarapan pagi dan pelaksanaan Flying fox bagi setap peserta yang dipandu oleh para Coach. Flying fox disinilah yang merupakan pengalaman pertama saya merasakan meluncur bebas di udara di atas sungai dan jurang, Huuh… sangat luar biasa rasanya. Kegiatan setelah Flying fox selesai yaitu dialnjutkan dengan persiapan menuju Taman Negara untuk hiking ke puncak tertingi. Setelah semua dipastikan siap maka para pserta dinemput oleh para petugas dari taman Negara dengan mengguakan perahu motor sampan yang bisa diisi masing per-perahu oleh 6 penumpang. Perjalanan menuju Taman Negara harus dilalui dengan melawan arus sungai temborung selama 40 menit. Sungai Temborung yang kami lalui masih alami, lestari dan jernih airnya. Selama perjalanan banyak suara burung2 maupun binatang lainnya yang saling berbalasan seolah menyapa kami pengunjung baru yang datang kesana. Setelah 40 menit samailah kami di hostelnya Taman Negara, kamipun langsung diarahkan registrasi. Setela registarsi perjalanan dilanjutkan menuju jaur hiking Taman Negara. Bukit yang curam dan tangga pendakian yang tinggi menjadi tantang tersendiri bagi kami, kurang lebih ada sekitar 700-1000 meter anak tangga yang harus kami lalui da nada sekitar 5-7 tower setinggi 45 kaki di puncak pendakian yang harus kami taklukan. Yupss di akhir tempat pendakian adalah menaklukan pendakian tower yang tingginya sudah sama dengan pohon-pohon tinggi yang ada di hutan/taman Negara tersebut, sehingga jika sudah sampai puncak kita bisa melihat betapa luas dan hijaunya taman Negara tersebut. Setelah selesai penaklukan maka para peserta harus kembali turun dari tower dengan sangt hati-hati karena setiap bagian tangga yang dilalui baik untuk naik atau turun hanya boleh diinjak oleh satu orang sedangkan yang lainnya menynggu di bagian penyamgga tower dan setiap sati tower hanya boleh dinaiki oleh lima orang pendaki.

Selesailah proses pedakian di Taman Negara, para pesertapun kembali ke Camp OBBD dengan kegiatan bersih diri, sholat, makan dan periapan kepulangan kembali ke UBD.  Sembari menunggu waktu kepulangan, kami diberikan game kompetisi grup, yakni masing grup diberikan telur, lakban/solatif, gunting, tali dan kertas. Tantangannya adalah bagaimana caranya agar telur ini dijatuhkan dari lantai 3 tidak pecah ataupun rusak, para peserta boleh menggunakan peralatan yang sudah diberikan tadi untuk membuat alat perlindungan agar telur tersebut tidak pecah/rusak saat dijatuhkan. Waktu penjatuhan per grup pun tiba dan dimulakan lah dari grup 1-3 dan setelah diperikas telur yang tidak rusak sama seklai adalah telur yang dijatuhkan oleh grup 1 yaitu grup Awang Semaun (grup saya) alahamdulillah kerja keras tim. Setelah ice breaking tersebut selanjutnya para peserta melanjutkan perjalanan kembali menuju UBD.

Kegiatan pun masuk pada hari ke-6 yaitu closing ceremony dan pemebrian sertifikat kepada para peserta. Closing ceremony diawali oleh doa dn selanjutnya sambutan oleh Dr. Noor Hasharina Binti Pg Hj Hassan (Head, BSN Secretary) dan dilanjutkan dengan sharing season dari setiap peserta. Pada sesi ini saya mendapatkan kesempatan pertama dan di kesempatan ini saya juga kembali melakukan pengenalan singka mengenai diri, almamater, Beastudi Etos dan Dompet Dhuafa. Kemudain kegiatan dilanjutkan dengan sesi pembagian sertifikat dan sesi foto bersama serta break sejenak. Setelah break kamipun melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi Masjid Asr Hasanal Bolkiah dan Masjid SOAS (Sultan Omar Ali Saifuddien) yang merupakan ikon Negara Brunei Darussalam dengan kubah emas asli. Dan bahkan ada beberapa ptongan-potongan emas yang berbentuk persegi yang menghiasi di sekitaran tempat wudhu. Tak lupa di sana kami banyak mendokumentasikan diri di setiapn sudut pemandangannya karena saking indanya masjid tersebut. selanjutnya kami beranak kembali ke UBD untuk rehat dan packing persiapan kepulangan esok hari.

Esok hari, hari terakhir kegiatan sebelum kami check out, kami sempatkan menghadiri peringatan hari lahir sultan Hassanal Bolkiah yang ke 72 tahun di Lapangan Sir Omar Ali Saifuddien yang beseberangan dengan masjid indah Sultan Omar Ali Saifuddien. Peringatan hari lahir sultan ini merupakan bentuk kesyukuran rakyat Brnei Darussalam telah dianugerahi pemmpin  yang baik dan biaksana seperti sang Sultan Hassanal Bolkiah tersebut. Peringatan dimulai dengan menunggu Kedatangan Sultan dan Keluarga Kerajaan Sultan, setiap kali ada rombongan mobil dan para pilisi pengawal pasukan datang mereka disambut dengan suara pukulan rebbana oleh para pelajar Brunei Darussalam. Sultan tiba, perayaan pun dimulai dengan acara sermonila penghormata pada bendera Negara dan Kesultanan dan peluncuran tembakan meriam bebrapa kali ke udara serta dilanjtukan dengan proses pengelilingan pasukan tentara oleh Sultan serta atraksi baris-berbaris oleh para tentara di lapangan. Setelah itu sultan dan keluargapun kembali ke Singgasana Istana.

Selepas acara peringatan tersebut selesai, selanjutnya kami kembali dengan segera ke UBD, makan dan melanjutkan perjalanan ke Brunei Inernational Airpot untuk kembali ke pengakuan Ibu Pertiwi Nuantara Indonesia Raya. Sungguh Luar Biasa pelajaran yang didapat dari Brunei Darussalam utamanya mengenai pemahan diri (kelemahan dan kelebihan diri), kepemimpinan, kedisipilinan dalam kegiatan dan proteksi tinggi terhadap keamanan diri, kepedulaian sesama, kerja sama, kepercayaan, cara bersikap dan lain sebagianya yang bisa menjadikan diri merasa masih sangat kurang akan ilmu dan haus untuk kembali terhadap berbagai ilmu pengetahuan serta bisa menjadikan diri lebih produktif lagi dalam segala hal. Learning from Experience itulah pelajaran dari Ke-SPC-an kedua saya di Brunei Darussalam. Terima kasih. Salam Prestasi. See You on Next Top!!! Wassalamualaikum wr.wb.

Komentar via Facebook
BAGIKAN