Mau Punya Pengaruh? Kudu Baca Tulisan Ini

0
71

Mau Punya Pengaruh? Kudu Baca Tulisan Ini

 

Kepemimpinan didefinisikan secara sederhana sebagai ‘pengaruh’. Pengaruh yang muncul dengan memberi warna bagi orang lain secara individu maupun masyarakat. Setiap orang dapat memengaruhi seseorang. Seseorang tidak bisa mengetahui siapa yang dapat dipengaruhi dan seberapa besar pengaruh itu. Pengaruh yang mampu dibentuk hari ini merupakan investasi yang baik untuk masa depan.

Kemampuan ini dapat dikembangkan berdasarkan tingkatan level kepemimpinan:
1. Jabatan: Orang lain yang dipengaruhi untuk mengikuti suatu sistem karena keharusan
2. Perkenanan: Pengaruh pada orang lain karena keinginan mereka
3. Produktivitas: Orang lain mengikuti karena melihat apa yang telah pemimpin lakukan terhadap perusahaan/organisasi
4. Menembangkan orang lain: pihak lain mengikuti karena apa yang telah dilakukan pemimpin terhadap mereka
5. Puncak: pihak lain akan hormat dan mengikuti karena jati diri pemimpin tersebut.

Kepemimpinan memiliki kunci yakni prioritas, yang diartikan sebagai efektifitas dari tugas-tugas yang dikerjakan. Ada hukum pareto yang dikontekskan menjadi “20% dari prioritas yang dilaksanakan memberi 80% hasil bagi produktivitas”. Prioritas ini bisa berartiwaktu, energi, uang, dan orang-orang yang juga mengerjakan apa yang kita inginkan terhadap 20% prioritas yang telah kita set. Penentuan prioritas ini dapat dilakukan dengan menempatkan tugas-tugas pada 4 kuadran: penting-mendesak, tidak penting-mendesak, penting-tidak mendesak, dan tidak penting-tidak mendesak.

Bahan baku paling utama dalam kepemimpinan adalah integritas. Integritas mampu melahirkan kepercayaan dan kemudian menghasilkan pengaruh yang tinggi. Integritas akan membangun reputasi yang nyata, bukan sekedar pencitraan. Munculnya integritas ini berarti pemimpin tersebut telah menerapkan kepada dirinya sebelum memimpin orang lain. Puncak ujian kepemimpinan adalah membawa perubahan positif bagi pihak yang terpengaruh. Seringkali orang akan resisten terhadap perubahan sebab hal tersebut berlawanan dengan keinginan kita sendiri dan kadangkala juga mengacaukan rutinitas.

Perubahan juga bisa jadi gagal. Kadangkala perubahan HANYA dapat dijalankan oleh orang-orang yang bermimpi, berinovasi, dan tidak takut dikritik.

Jalan pintas meraih kepemimpinan adalah memecahkan masalah. Kebesaran jiwa seseorang lebih penting dari besarnya persoalan yang muncul. Bagaimana kita mengubah pandangan dari masalah, bukan malah mengubah persoalan tersebut, adalah hal yang sangat penting. Visi dan idealisme merupakan parameter kualitas kepemimpinan yang sangat dibutuhkan selama mengarungi suatu perjalanan. Kedua hal tersebut dapat diartikan sebagai bahan bakar bagi seorang pemimpin.

Dari keseluruhan penjelasan tersebut, kepemimpinan yang paling uama adalah mampu mengembangkan orang lain sebab ini merupakan seni tertinggi yang paling kompleks. Melaksanakan tugas-tugas bisa jadi mudah, tapi bagaimana di prosesnya bisa mengembangkan potensi orang lain itulah yang paling sulit. Pemimpin ulung menciptakan lingkungan yang tepat, mengetahui kebutuhan dasar manusia, dan terus mengontrol hal-hal pendukung semisal keuangan, personalia, dan perencanaan.

Seorang pemimpin tidak dapat berada dalam level yang sama dengan yang dipimpin. Dibutuhkan waktu dan pembuktian untuk dapat naik ke level berikutnya. Semakin tinggi level juga dibutuhkan komitmen juang yang lebih besar dan kita juga harus mau dan mampu mengembangkan orang lain juga.

Komentar via Facebook
BAGIKAN