Membuat Diri Menjadi Pemimpin

0
416

Oleh: Ismi Kharin Adriana, PM Baktinusa 7 Surabaya

Kita tidak bisa membuat sebuah keberhasilan dengan tangan dan kaki kita sendiri, karena manusia makhluk sosial yang pasti memerlukan orang lain dalam segala hal. Apabila di renungkan, dari mulai proses lahir hingga diantar berpulang kita tak luput dari bantuan manusia lainnya. Maka ketika kita mulai untuk melakukan sebuah kerjasama di situ lah sebenarnya kita sedang sedikit lebih dekat dengan kemudahan.

Banyak sekali orang yang merasa bahwa dirinya adalah berhasil atas usaha diri sendiri. Padahal ketika kita dikatakan berhasil dalam memimpin diri sendiri alangkah lebih baik jika dapat memimpin jiwa dari sekumpulan manusia bukan ? Namun memang semuanya tidak dapat dicapai dengan mudah. Perlu proses dan perjuangan menuju kesana. Karena jika mengetahui dengan baik strategi yang paling tepat maka keberhasilan pun akan mengikuti proses yang dijalani.

Proses individu dalam menghimpun dan mengarahkan kelompok yang terorganisir untuk mencapai sebuah tujuan ini lah yang disebut sebagai kepemimpinan. Pengaruh pemimpin ini bersifat lebih dan berada di atas kebutuhan mekanis dalam mengarahkan organisasi secara rutin. Penjelasan di atas memberikan penekanan bahwa kepemimpinan amat dibutuhkan dalam suatu organisasi. Di era saat ini khusunya dibutuhkan pemimpin yang bisa mebuat perubahan strategis. Kusnadi (2005;53) mengemukakan bahwa kepemimpinan tidak saja berarti pemimpin dan mempengaruhi orang-orang tetapi juga pemimpin terhadap perubahan dan sumber aspirasi serta motivasi bawahan. Implikasinya disini adalah kepemimpinan melibatkan orang lain yakni pengikut sebagai akibat dari kesediaan menerima petunjuk dari seorang pemimpin anggota kelompok harus dapat memahami status pemimpinnya, Kepemimpinan juga melibatkan kekuasaan yaitu kemampuan untuk mengubah sikap dan perilaku individu atau kelompok, lalu kepemimpinan melibatkan pengaruh (influence) yaitu tindakan tingkah laku yang menyebabkan perubahan sikap dan tingkah laku individu dan kelompok.

Pemimpinan strategis adalah kemampuan untuk mengantisipasi, memiliki visi, mempertahankan fleksibilitas, dan memberi kuasa kepada orang lain untuk menciptakan perubahan strategik yang diperlukan. Kepemimpinan strategis di sini menuntut kemampuan untuk mengakomodasi dan mengitegrasikan kondisi-kondisi eksternal maupun internal dan kemampuan untuk mengelola ambiguitas dan terlibat pemrosesan masalah internal. Dalam kepemimpinan strategis, manajer merupakan aset penting untuk sebuah organisasi. Untuk itu sebagai manajer diperlukan adanya kemampuan yang baik mengenai diri sendiri dan juga yang terpenting adalah penguasaan akan organisasinya. Kemampuan mengelola strategis bisa di mulai melalui pemahaman perilaku di waktu lalu, kemudian memperkirakan tindakan perilaku di masa yang akan datang, setelah itu memimpin, mengubah dan mengendalikan perilaku. Di sini terlihat bahwa tanpa arahan strategis dari pemimpin, bawahan akan bersikap sama seperti tanpa ada perubahan. Padahal organisasi yang baik adalah yang mampu terus berkembang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. Untuk itu kita perlu menyadari adanya hubungan antara kepemimpinan, strategi dan kinerja organisasi. Kepemimpinan dan strategi adalah sebagai pendorong utama untuk maju dan berpeluang ideal dalam meningkatkan kinerja organisasi.

Komentar via Facebook
BAGIKAN