Mendefiniskan Kepemimpinan

0
526

Menurut saya, setiap orang memiliki definisi masing-masing untuk memaknai kata “kepemimpinan”. Mungkin ada yang berpikir bahwa kepemimpinan adalah suatu hal yang bisa diturunkan, itulah mengapa raja dari kerajaan zaman dahulu selalu memiliki putra mahkota untuk menggantikan kepemimpinannya. Lebih lanjut, ada yang memang diakui karena sifat kepemimpinan dan didukung oleh kedudukan atau jabatan yang dipimpinnya, sehingga benar-benar menunjukkan identitas dan kualitasnya sebagai pemimpin. Namun, ada juga yang tidak secara resmi memiliki jabatan struktural sebagai pemimpin tapi benar-benar dihargai dan dihormati layaknya seorang pemimpin. Setiap orang mendefinisikan makna “pemimpin” dan “kepemimpinan” dengan cara masing-masing.

Dulu, di jurusan saya ada sebuah mata kuliah menarik, yaitu “Kepemimpinan” yang jelas membahas melulu soal kepemimpinan, pemimpin atau sifat maupun karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Ketika pertemuan pertama di kelas, dosen saya bertanya “Mengapa ada mata kuliah ini?” Seluruh isi kelas hening, belum ada yang membuka suara atau mulai berpendapat. Secara pribadi, saya juga tidak begitu yakin apakah pertanyaan tersebut pernah terlintas di pikiran saya, apalagi untuk menemukan jawabannya. Kemudian dosen saya berkata lagi. “Kenapa kita harus mempelajari kepemimpinan. Kenapa tidak belajar menjadi pengikut (orang yang dipimpin) saja?” Saya makin bingung apa maksudnya. Kemudian dosen saya hanya menjawab dengan kalimat sederhana. “Karena memimpin itu sulit. Makanya perlu belajar.”

Awalnya, saya cukup bingung mengapa dosen saya berkata demikian. Kemudian, seiring berjalannya waktu, seiring banyaknya kejadian, banyaknya orang-orang yang saya temui dan contoh-contoh yang tidak sengaja mengajarkan saya makna jawaban tersebut. Jika kita adalah pengikut, maka rumusnya mudah saja. Manut alias lakukan saja yang diperintahkan oleh pemimpin. Syukur-syukur kalo pimpinan suka, kita bisa dikasih bonus. Lain halnya dengan pemimpin. Tidak bisa hanya diam, apalagi menunggu ilham turun dari langit. Seorang pemimpin dituntut memiliki kemampuan yang untuk menetapkan visi yang jelas terhadap apa yang dipimpinnya, bertanggung jawab terhadap setiap tindakan dan keputusan yang ditetapkan, memecahkan masalah yang muncul dan menyesuaikan diri dengan segala kondisi yang mungkin terjadi.

Terlebih, pemimpin harus bertanggung jawab sepenuhnya terhadap kepentingan banyak orang. Banyak orang menggantungkan hidup dan kehidupan mereka terhadap kebijakan yang diambil oleh pemimpin. Bayangkan betapa sebuah keputusan akan sangat berdampak pada hidup banyak orang, sehingga jika keputusan tersebut tidak tepat, berapa banyak yang akan rugi bahkan menderita karenanya. Oleh karena itu, memimpin bukan pekerjaan main-main yang bisa asal jadi, apalagi jika menyangkut nasib banyak pihak yang bergantung pada kebijakan dan keputusan yang akan diambil.

Semakin kesini, saya semakin belajar bahwa kepemimpinan bukan hal yang hanya bisa dipelajari dalam satu semester kuliah, tiga sks,  satu kali dalam seminggu dan di dalam kelas.

Pemimpin dibentuk dari banyak proses, banyak kejadian, banyak pengalaman, banyak pengetahuan yang mereka selalu belajar di dalamnya, mengembangkan diri kemudian mengimplementasikannya dalam bentuk sebuah kontribusi.

Komentar via Facebook
BAGIKAN