Menimba Pelajaran dari SEHATI

0
264

Sharia Economics Activity (SEHATI) merupakan event yang diadakan oleh KSEI dari Universitas Diponegoro. Berbagai rangkaian acara inspiratif disusun, diantaranya terdapat lomba karya tulis ilmiah bagi mahasiswa. Tema besar dari acara ini adalah Towards Islamic Digital  Economic. Mengangkat issue yang kian menjamur di masyarakat adalah pilihan yang tepat, sebab setiap hal baru memiliki dua sisi yakni baik dan buruk. Mahasiswa adalah agent of change untuk bangsa ini. Sehingga event ini diselenggarakan guna menjaring ide dan solusi agar menjadi bangsa yang lebih baik dan sejahtera.

Peserta merupakan mahasiswa dari berbagai jurusan dan tingkatan yang tersebar diseluruh Indonesia. Hal inilah yang membuat saya sebagai penulis pemula merasa sedikit was-was. Bagaimana tidak, saya paling tidak suka menulis, sedangkan tema yang diangkat lumayan berat. Namun hal ini dapat ditepis oleh motivasi yang diberikan oleh orang-orang terdekat saya, akhirnya saya maju bersama tim saya yaitu Abi dan Sasa untuk menulis dan menuangkan ide kami. Saya dan kawan-kawan sadar tulisan kami belum sempurna, namun lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali.

Saat melihat bahwa paper kita lolos, sempat tersirat untuk tidak melanjutkan karena kendala biaya. Meskipun menyodorkan proposal kepada pihak kampus , tetap saja dana yang cair menunggu lembar pertanggung jawaban. Hal itu berarti dana hanya bisa ditarik setelah  kegiatan selesai. Selain itu pihak kampus juga tidak mensuport total biaya yang dikeluarkan. Ditengah kebingungan tersebut Allah memudahkan kesulitan kami. Kawan saya mau meminjamkan uangnya dan pihak etos memberi support dana kekurangan yang dibutuhkan. Saya dan tim berangkat menuju Universitas Diponegoro.

Perjalanan dimulai pada tanggal 29 Agustus 2018 dengan naik kereta menuju Universitas Diponegoro. Keesokan harinya barulah dimulai perlombaan Paper dengan tahapan presentasi dan studi kasus. Pengalaman yang menggetarkan yaitu ketika saya dan tim mendapat nomor urut satu untuk presentasi paper kami. Pengalaman pertama dan tampil pertama cukup menegangkan dan berhasil membuat saya dan tim merasa deg-degan. Ketika saya dan tim harus memulai presentasi maka segala doa dan tawakal terpasrahkan hanya kepada Allah. Sesi tersebut berjalan baik, kemudian dilanjutkan  dengan presentasi studi kasus.

Keesokan harinya kami mengikuti sesi debat. Sedikit mencengangkan ketika tim saya harus berhadapan dengan tim dari Universitas Airlangga, sehingga muncul rasa pesimis untuk dapat menjadi juara. Benar saja, pada saat pengumuman alhamdulilah Allah masih ingin saya berjuang lagi sehingga belum dapat membawa pulang piala.

Mengapa harus ikut lomba paper? saya rasa ini cukup menjadi momok juga bagi saya karena saya termasuk orang yang kurang suka menulis. Namun wahai mahasiswa, kemampuan menulis ini sangat diperlukan baik sekarang saat menjadi mahasiswa maupun setelah bekerja. Saya rasa ini ajang belajar dan pemacu saya untuk berkembang lebih baik.  Jadi mari kawan kita segera bergegas untuk mulai menulis .

Komentar via Facebook