Mewujudkan Mimpi ke Negeri Matahari Terbit Jepang

0
40

Minggu 3 September lalu seorang anak yang berasal dari mBatang (Kabupaten Batang) berhasil menginjakkan kaki di Negeri Matahari Terbit Jepang. Sebuah negeri yang tersohor karena segala keunikan mulai dari masyarakat, budaya, teknologi, hingga keagungan sejarahnya;  membuat Jepang menjadi negeri yang banyak diidamkan untuk dikunjungi.

Lulut, begitu sapaan pemuda berusia 19 tahun yang kini duduk di semester tiga Manajemen Universita Diponegoro, ia berkunjung ke Tokyo kurang lebih selama seminggu untuk mengikuti Leaderpreneur Summit 2017, sebuah perhelatan pelatihan kepemudaan yang bersifat fully funded yang diadakan oleh Indonesia Global Network (IGN). Lulut Nugroho menjadi salah satu delegasi terpilih pada ajang Leaderpreneur Summit 2017 bersama 29 delegasi lainnya setelah melewati beberapa tahap seleksi.

Selama di sana para delegasi berkesempatan mengikuti kunjungan ke beberapa institusi untuk melihat lebih dekat bagaimana kehidupan sosial, kemajuan teknologi hingga budaya yang ada di sana.

Pertama, kami mengunjungi Tokyo Clean Authority, sebuah pusat pengolahan sampah di Jepang yang terletak di salah satu distrik di Tokyo. Disana kami dijelaskan bagaimana pemerintah Jepang mengelola sampah perkotaan mulai dari sampah rumah tangga sampai dengan sampah industri yang dihasilkan oleh masyarakat Tokyo setiap harinya. Sampah-sampah itu dikelola sedemikan rupa, mulai dari pemilahan, pembakaran hingga pendaurulangan menjadi bahan-bahan yang bisa dimanfaatkan kembali. Salah satu hasil pengolahan itu adalah semen yang dimanfaatkan untuk melakukan reklamasi di pantai Tokyo.

Kedua, kami mengunjungi Tokyo National Museum, yang merupakan museum untuk barang-barang antik yang memiliki nilai historis bagi negara Jepang. Di museum tersebut kita diperlihatkan bagaimana kebudayaan Jepang dari waktu ke waktu yang membuat para delegate terkagum bagaimana perkembangan teknologi dan kebudayaan di sana sejak dahulu kala. Tapi sayang waktu mengunjungi museum ini kami tidak didampingi oleh guide tour yang bisa menjelaskan detail dari hal-hal yang ada dibalik dari objek-objek peninggalan budaya di sana.

Selanjutnya, kami mengunjungi kantor UNICEF PBB yang berada di Tokyo. UNICEF merupakan salah satu lembaga PBB yang memiliki peranan di sektor perlindungan anak dan wanita. Para delegate disajikan  film dokumenter yang menceritakan bagaimana kegiatan UNICEF dalam melakukan aksi-aksi perlindungan anak dan wanita diberbagai penjuru dunia khususnya di Jepang.  Termasuk diceritakan bagaimana perkembangan lembaga UNICEF dari waktu ke waktu hingga seperti sekarang.

Terakhir kami mengunjungi Tokyo University, sebuah universitas paling tua dan paling prestisius di seantero Jepang. Kunjungan di sini dilakukan untuk mengetahui gambaran kehidupan kampus mahasiswa. Sayangnya ketika ke sini hujan sehingga waktu kunjungannya hanya sebentar, tetapi minimal kami tahu suasana belajar di sana sangat kondusif dan sangat rimbun karena banyaknya pepohonan.

Di akhir acara kami mengikuti diskusi bertajuk Leaderpreneur Summit 2017. Di situ peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk mendiskusikan tema-tema diskusi yang sudah ditentukan oleh panitia. Kemudian hasil diskusi itu dipresentasikan secara berkelompok ke depan dan dilanjutkan dengan tanya jawab oleh peserta yang lain. Diskusi berlangsung sangat seru dan menarik serta menghasilkan beberapa poin penting berupa gagasan/ide inovatif yang bisa diambil dari negara Jepang untuk bisa diterapkan di Indonesia atau negara asal peserta. Ide-idenya antara lain penerapan tong sampah pilah berbasis teknologi sensor yang mampu memisahkan jenis-jenis sampah.

Seperti itulah keseruan acara Leaderpreneur Summit 2017. Sebenarnya masih banyak hal-hal menarik yang kami dapatkan selama berada di Jepang, hanya saja akan sangat panjang sekali jika diceritakan di sini. Yang jelas setiap moment selama di Jepang rasanya selalu ada kata MasyaAllah sungguh besar keagungan-Mu untuk menggambarkan betapa memukaunya Negara Sakura. Semoga teman-teman juga bisa ke sana dan merasakan sendiri bagaimana kerennya negara Jepang. Aamiin

(Lulut, Etoser Semarang).

BAGIKAN

LEAVE A REPLY