Pemimpin dan Ibadah

0
264

Manusia Diciptakan Oleh Tuhan Yang Maha Esa di dunia ini setidaknya memiliki dua tugas yang mulia. Pertama Beribadah kepada Allah. Sebagaimana Allah Swt telah jelaskan didalam al quran yang artinya ” Tidak aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali hanya untuk beribadah kepadaku” Makna tersirat dari Firman Allah tersebut adalah Mengingatkan kita sebagai manusia bahwa sebenarnya hakekat kehidupan kita didunia ini adalag untuk Beribadah. Semua aktifitas yang kita lakukan didunia ini hanyalah untuk ibadah. Karena ganjaran atau timpalan terbesar dari seluruh aktifitas kita ketika kita niatkan untuk ibadah adalah Syurga. Kedua adalah menjadi Khalifah (pemimpin) dimuka bumi ini. Pemimpin yang dimaksud disini adalah tidaklah dan bukanlah pemimpin yang banyak dipandangan orang-orang diluar sana. Banyak yang beranggapan bahwa pemimpin itu adalah Manusia yang menjadi Leader ditempatnya. Padahal pada hakekatnya Pemimpin itu adalah gelar yang Allah berikan kepada setiap hambanya. Tidak melihat jenis kelamin pria maupun wanita,  Orang kaya maupun orang miskin, Pejabat maupun rakyat biasa, mereka semua itu adalah pada hakekatnya adalah Pemimpin.

Berbicara tentang pemimpin maka hal yang paling Familiar ditelinga kita adalah hadits rasulullah yang artinya “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggung jawabannya atas apa yang ia pimpin.” Bahwa Identitas atau gelar pemimpin yang Allah berikan kepada kita ini adalah bukanlah gelar yang mudah untuk kita jalani. Gunung Yang terlihat gagah perkasa tidak sanggup memikul amanah ini. Lautan yang terbentang luas tidak mampu memikul beban amanah ini. Langit yang begitu dashyat juga tidak mampu memikil beban amanah ini. Tapi Manusia dengan segala keterbatasannya menyanggupi untuk memikul beban yang berat ini.

Pemimpin dan Ibadah adalah dua hal yang sangat erat hubungannya. Bahkan tidak bisa terpisahkan. Ketika berbicara tentang pemimpin berarti kita berbicara tentang Ibadah. Berbicara tentang ibadah berarti kita juga berbicara tentang pemimpin. Kenapa demikian? Karena sebenarnya Kepemimpinan seorang pemimpin itu adalah refresentasi dari Ketaatannya kepada Tuhannya, Adalah merupakan Representasi Ibadahnya kepada Tuhannya. Sebab hanya orang yang memiliki ibadah yang baiklah yang mampu menjalankan amanah menjadi pemimpin. Karena kepemimpinan yang mereka kerjakan adalah kepemimpian untuk Ibadah. Dan Jika seorang telah taat beribadah maka sesungguhnya ia adalah pemimpin sejati. Karena Untuk beribadah pastilah banyak tantangan dan rayuannya hanya orang yang kuatlah yang mempu melawan rayuan-rayuan untuk tidak beribadah.

Pemimpin dan Ibadah Juga tertuang didalam aplikasi kehidupan seorang pemimpin. Seorang Pemimpin (Individu) yang Taat beribadah pastilah tidak akan menunggu sampai mereka mendapatkan Jabatan kepeminan secara struktural baru ingin berkontribusi. Seorang semestinya tidak menjadikan gelar pemimpin sebagai landasan untuk berkontribusi. Karena Hakekatnya Untuk melakukan Kontribusi d negeri ini tidaklah selalu berbicara tentang Posisi. Karena Kontribusi itu adalah bentuk nyata dari praktek ibadah kita kepada Allah itulah yang disebut Habnumminallah wa Hablumminannas hunungan kita kepada Allab dan Hunungan kita kepada Sesama Manusia. Ibadah kita kepada Allah merupakan Bentuk hubungan kita kepada Allah dan kontribusi nyata kita di dunia ini adalah bentuk hubungan kita kepada Sesama manusia. Namun ketika kita sudah memiliki Posisi maka Kontribusi kita akan diminta pertanggung jawabannya. Karena tidak ada Posisi tanpa Kontribusi dan Kontribusi tidak selalu berbicara tentang Posisi.

Kepemimpinan pastilah akan berlalu. Tidak selamanya manusia itu menjadi seorang pemimpin. Pencabutan status pemimpin itu hanya Allah lah yang berhak mencabutnya. Beda Pemimpin pasti beda Gaya kepemimpinannya. Hal ini sebenarnya sudah Sunnatullah. Dahulu dizaman Rasulullah meninggal dunia. Ummat Islam dipimpin oleh khaliturosyidin. Sangatlah berbeda Gaya kepemimpinan antara Abu Bakar, Ummar, Utsman, dan Ali. Masing-masing khalifah itu memiliki gaya atay ciri kepimpinan yang berbeda-beda. Dengan Kedermawananna dengan Ketegasannya. Dengan kepandainnya. Dengan kejeliannya. Namun mereka mimiliki tujuan yang sama mensejahterakan Masyarakatnya.

Indonesia juga pernah beberapa kali masa pergantian kepemimpinan negara ini. Dan Masih-masing pemimpin juga memiliki Gaya kepemimpinannya masing-masing. Gaya kepemimpinan Soekarno tidaklah sama dengan Soeharto. Gaya kepemimpinan Soeharto tidaklah sama dengan Habibie. Gaya kepemimpinan Habibie tidaklah sama dengan Abdurrahman Wahid. Gaya kepemimpinan Abdurrahman Wahid tidaklah sama dengan Megawati. Gaya kepemimpianan Megawati tidaklah sama dengan SBY serta Gaya kepemimpinan SBY tidaklah sama dengan Gaya kepemimpinan Jokowi. Dan gaya kepemimpinan Jokowi tidaklah sama dengan gaya kepemimpinan presiden berikutnya. Dan seterusnya.

Perbedaan cara atau gaya memimpin bukanlah suatu hal yang harus dipermaslaahkan. Karena Gaya kemepimpinan dari setiap pemimpin adalah hayalah Cara mereka untuk menggapai tujuan yang mereka inginkan.  Namun jangan juga kita tertipu dengan Gaya kepemimpinan Seorang pemimpin kita. Karena tidak ada manusia yang sempurna semua memiliki Nafsu dan keinginan yang itu sudah Allah berikan kepada setiap Manusia. Gaya kepemimpinan bisa diciptakan sedemikian rupa. Gaya kepemimpian bisa dibuat dengan Sedemikian rupa. Namun Kebenaran Hanya Allah yang tahu. Mana pemimpin yang benar-benar memimpin untuk rakyatnya dan mana pemimpin yang bekerja hanya untuk golongannya. Dan indkator kebaikan dalam memimpin tidaklah bisa dipandang dari postur tubuh, Raut wajah ataupun gaya bahasa. Namun Ketulusan Seorang Pemimpin dalam memimpin Hanyalah dapat dilihat dari ketaatannya Beribadah. Tidaklah mungkin seorang Hamba yang taat kepada Tuhannya mempu dan berani melanggar perintah Tuhannya. Tidaklah mungkin seorang Hamba yang taat beribadah menjalankan Larangan yang Tuhannya larang. Karena Ibadah tidaklah hanya terlihat dari bentuk ibadah fisiknya namun sesungguhkan keberhasilan ibadah seorang hamba kepada Tuhannya adalah melihat dari kehidupannya sehari-hari. Dan seorang pemimpin yang tidak amanah menjalankan amanhanya adalah mereka orang-orang yang tidak taat dalam ibadahnya. Karena Kepemimpinan adalah merupakan suatu Ibadah kita kepada Tuhan yang Maha Esa Allah SWT.

Komentar via Facebook
BAGIKAN