Pemuda dan Kepemimpinan

0
427

Oleh: Abdul Hamid Harahap

Setiap manusia di muka bumi ini ciptakan oleh Allah SWT adalah menjadi seorang pemimpin, tanpa kecuali. Tujuannya adalah bagaimana kemudian Allah menginginkan manusia untuk berkreasi menciptakan kemamkmuran di muka bumi. merupakan makhluk terbaik yang diciptakan Allah. Manusia memiliki beberapa keunggulan berupa  kemampuan untuk berpikir, menganalisa, memecahkan masalah dan lain-lain.

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerukan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: ”Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.  (QS. Al-Baqarah Ayat 30)

Indonesia telah melewati fase cobaan terpanjang sepanjang sejarah perjalanan bangsa Indonesia, ketika Indonesia masih terbelenggu oleh misi-misi serakah penjajah Belanda dan Jepang. Di fase ini, Allah memberikan ujian kepada pribumi berupa perampasan hak, baik itu hak tanah, kekayaan alam hingga berupa kebijakan-kebijakan penjajah yang sangat merugikan masyarakat Indonesia.

Akan tetapi ada tujuan ataupun hikmah tersendiri yang Allah rancang sedemikian rupa supaya masyarakat  Indonesia bisa mengambil pelajaran dan nilai-nilai dari fase penjajahan ini. Alhasil banyak sekali terlahir karakter kepemimpinan dan pemimpin-pemimpin muda di Indonesia seperti M. Natsir, H. Agus Salim, Soekarno, M. Hatta dan lain-lain.

Di era kemerdekaan dan globalisasi sekarang mahasiswa Indonesia masih mendapatkan tantangan yang serupa dengan pemuda zaman dahulu, tapi yang membedakan adalah konteks, banyak sekali perkerjaan rumah yang harus diselesaikan mahasiswa Indonesia. Terbukti masih banyaknya polemik dan permasalahan kemasyarakatan diberbagai sektor dan mahasiswa Indonesia harus turun tangan untuk menyelesaikannya bukan malah lepas tangan. Yusuf Qardhawi mengatakan bahwa, pemuda itu diibaratkan matahari jam 12. Matahari pada jam 12 bersinar terang dan yang paling panas. Begitu juga dengan pemuda.

Pada rentang tahun 2025 sampai dengan tahun 2030, Indonesia akan menghadapi suatu fase yang dinamakan Bonus Demografi. Ledakan penduduk besar-besaran di Indonesia akan sampai kepada puncaknya. Dalam artian, banyak sekali usia produktif ditahun ini dibandingkan usia muda ataupun usia tua (Non Produktif). Ada dua kemungkinan yang akan terjadi pada fase Bonus Demografi ini yakni terjadinya masalah sosial atau sebaliknya yaitu kemajuan Indonesia. Dalam fase ini kepemimpinanlah yang akan menjawab spekulasi diatas.

Kepemimpinan merupakan syarat dan modal utama yang harus dimiliki oleh mahasiswa untuk memberikan sumbangsih dan kontribusi bagi masyarakat. Dibutuhkan kematangan pribadi dalam mengemban amanah sosial ini. Kepemimpinan tidak bisa didapatkan dengan cara instan, akan tetapi kepemimpinan didapatkan karena semangat untuk belajar untuk meng-upgrade diri dengan berbagai cara seperti aktif di organisasi dan berbaur dengan lingkungan masyarakat. Ketika pada hari ini mahasiswa tidak menemukan nilai kepemimpinan itu, besar kemungkinan akan terjadi masalah besar-besaran di Indonesia pada fase demografi ini.

“Jika ingin melihat masa depan suatu bangsa, maka lihat keadaan pemudanya hari ini”.
(Dr. Yusuf Al-Qardhawi)

Komentar via Facebook
BAGIKAN