Pemuda Kontributif Bogor Rajai Lomba Pengabdian Nasional 2017

0
18

Bogor Para penerima mahasiswa  Beastudi Etos wilayah Bogor berhasil membuktikan hasil materi pembinaannya. Selama kurang lebih tiga tahun ditempa untuk dapat berdaya dan memberdayakan orang lain, lima Penerima manfaat Beastudi Etos Dompet Dhuafa Pendidikan berhasil lolos dalam Lomba Pengabdian Masyarakat tingkat nasional. Mereka adalah Fitria Suartini (2014), Siti Jannah Nuraisyiah (2014), Pipin Supinah (2014), Irfan Syauqi (2014), dan Gustini Suryaningsih (2014). Kelima mahasiswa tersebut terbagi menjadi dua tim pengabdian mewakili Institut Pertanian Bogor (IPB).

Tim IPB yang diketuai Fitria Suartini Mahasiswa Departemen Manajemen pada ajang lomba National Research Camp (NARESCAMP) 2017 berhasil menjadi juara I mengungguli 9 Finalis dari berbagai perguruan tinggi yang terseleksi oleh panitia.

Lomba pengabdian ini dilaksanakan padai 2-5 November 2017 bertempat di Desa Jatirejo, Kecamatan Gunung Pati, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Fitria dan dua rekannya yakni Siti Jannah Nuraisyiah (IKK 2014) dan Pipin Supinah (THP 2014) menjadi juara setelah mengimplementasikan Idea Concept project (ICP) dengan judul “Integrasi Pemasaran Eksi-Kopa (Eksiskan Kolaka-Pariwisata): Sebagai Solusi Nilai Tambah Desa Jatirejo”.

Menurut masyarakat dan dewan juri ide mereka paling tepat sasaran dan dibutuhkan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Jatirejo dalam mengemas produk olahan khas Desa Jatirejo, sekaligus mengeksiskan pariwisata Desa Jatirejo, dalam hal ini adalah Susur Sungai. Dengan integrasi sistem pemasaran yang diimplementasikan oleh Mahasiswa IPB, KWT Desa Jatirejo menjadi lebih antusias dan bersemangat dalam berusaha. Hal ini ditunjukan oleh Bu Puji yang menyatakan rencananya untuk langsung menggunakan ICP yang diusulkan mahasiswa IPB.

“Nanti akan langsung kami pakai untuk expo, ungkap Bu Puji ketua KWT Desa Jatirejo.

Selain itu ada beberapa hal yang membuat ketiga mahasiswa IPB yang juga penerima Beasiswa Etos ini berhasil menjuarai lomba pemberdayaan masyarakat ini. Fitria menyatakan bahwa kesederhanaan penelitiannya justru merupakan nilai tambah untuk membantu masyarakat

Kami rasa ICP kami sederhana namun berdampak untuk kemanjuan UMKM Jatirejo”, ungkap Fitria.

Selain itu Fitria menuturkan dalam pengabdian kepada masyarakat, sopenting sekali dalam memaksimakan potensi diri sembari memikirkan perbaikan masyarakat ke depan. Sehingga sedikit demi sedikit proses pengabdian lebih dapat dirasakan dampaknya. Walaupun sedikit pengabdian yang dapat dirasakan perubahannya akan bedampak pada masyarakat tetap percaya dengan proses yang dilakukan.

“Banyak motivasi yang muncul sebelum turun mengabdi memrbaur dengan masyarakat namun saat bergaul langsung dengan masyarakat semua motivasi awal luntur berubah menjadi sebuah ketulusan dalam berbuat, serta berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat, pungkasnya (IS).

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY