Pendidikan Berkualitas, untuk Siapa?

0
268

Suatu ketika seorang guru di pedalaman Kalimantan Barat bercerita kepada saya. Ia mengeluhkan betapa sulitnya bagi guru-guru di pedalaman untuk mengikuti pelatihan guna pengembangan diri. Mulai dari minimnya kesempatan, jauhnya jangkauan, hingga masalah pembiayaan.

Memang tak mudah tantangan yang dihadapi oleh guru di daerah pedalaman. Di satu sisi mereka dituntut untuk selalu meningkatkan kualitas diri, di sisi lain sangat sedikit kesempatan pengembangan diri yang bisa diikuti.

Untuk diketahui, intensitas pelatihan guru di daerah pedalaman bisa dihitung jari, itupun hanya bisa diikuti oleh mereka yang mendapat rekomendasi. Dan sayangnya, itu-itu saja orangnya, jarang berganti. Kalaupun ada pelatihan yang terbuka untuk semua kalangan, kendalanya adalah di pembiayaan, baik biaya pelatihan maupun biaya perjalanan. Ah, jangankan untuk ikut pelatihan, honor mereka saja tak cukup untuk biaya hidup sebulan.

Cerita guru di Kalimantan Barat tersebut hanyalah satu dari sekian banyak guru di luar sana yang tak berjodoh dengan kesempatan. Setidaknya itu fakta yang saya dapatkan selama menjalankan program pendampingan untuk sekolah di pedalaman. Akhirnya mereka pun harus pasrah dengan keadaan. Yang penting tanggung jawab mengajar tertunaikan, selesai persoalan. Toh semua kemampuan sudah mereka kerahkan.

Lalu, siapa yang lebih pantas disalahkan ketika hasil ujian anak-anak tak sesuai dengan yang diharapkan? Inilah yang teramat sering terlupakan. Hasil akhir ramai dibicarakan, sementara penyebabnya tak pernah dipersoalkan. Dan yang lebih memprihatinkan, di negara kita nilai ujian masih menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan pendidikan.

Harusnya tak perlu analisis tingkat tinggi untuk memahami bahwa kualitas pendidikan bergantung pada kualitas gurunya. Sebagus apapun kurikulumnya, tak akan berguna jika kualitas guru hanya seadanya. Maka, persoalan kualitas guru harus menjadi perhatian utama, di samping pemenuhan sarana dan prasarana.

Banyak cara yang bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan kualitas guru di daerah pedalaman. Mulai dari mengadakan pelatihan, memberikan bimbingan, menyediakan buku bacaan, hingga memberikan beasiswa pendidikan. Dan tentu akan terasa lebih lengkap jika kesejahteraaannya juga ditingkatkan.

Pelatihan dan bimbingan kepada guru harus lebih ditingkatkan intensitasnya, mengingat masih banyak guru di daerah yang belum terstandar keprofesiannya, bahkan tak sedikit yang mengajar bukan sesuai bidang keilmuannya. Selain itu, pelatihan guru harus dilakukan secara berkesinambungan, agar kompetensi guru bisa terus dan terus berkembang. Dan yang tak kalah penting, pelatihan harus bisa menjangkau ke semua guru, bukan hanya orang-orang tertentu.

Kualitas guru juga sangat dipengaruhi oleh kecakapan literasi yang dimiliki, maka guru perlu disuplai dengan buku-buku bacaan berkualitas sebagai bahan referensi. Dengan banyak membaca, guru akan mendapatkan tambahan informasi, sehingga akan membantu mereka dalam meningkatkan kompetensi diri.

Jika kualitas guru di daerah pedalaman benar-benar diperhatikan, maka manfaat pendidikan akan benar-benar bisa dirasakan. Bukan hanya untuk mereka yang tinggal di kota, melainkan untuk setiap orang yang pada tubuhnya mengalir darah Indonesia.

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2018.

Sumber: http://www.andiahmadi.com/2018/05/pendidikan-berkualitas-untuk-siapa.html

Komentar via Facebook
BAGIKAN