Perjuangan Kami Penuh Kebanggaan

0
134

Perjuangan Kami Penuh Kebanggaan

 

Saya Akhmad Syaikhu Firizal, Etoser 2016, bersama Kang Asep dan Teh Nissa (Etoser 2015) mengikuti lomba kebencanaan DME V (Disaster Management Event V) yang diselenggarakan UKM Kosbema UNAND. Kami telah beberapa minggu hingga akhirnya tibalah hari pengumuman finalis 10 besar dan Alhamdulillah kami lolos menuju putaran final yang mengharuskan kita untuk datang secara langsung ke UNAND.

Setelah pengumuman kami menyiapkan bahan presentasi dan poster serta perlengkapan lain untuk dipresentasikan saat putaran final. Dikala menyiapkan presentasi kami dihadapkan pada  beberapa masalah. Masalah utama yang muncul ialah tentang pendanaan dan perizinan dari fakultas. Saya sempat mengutarakan isi hati kepada tim perihal ketidakberangkatan saya ke UNAND dikarenakan masalah perizinan yang sangat ribet ditambah lagi belum adanya uang yang bisa menjamin keberangkatan saya. Tapi tim terus mendukung saya untuk berangkat. Dari situ saya kembali bersemangat karena tidak tega meninggalkan tim yang sedang semangat-semangatnya meskipun sama-sama mengalami kesulitan pendanaan. Saya mengabaikan kesulitan tersebut dan akhirnya mengurus izin ke fakultas, setelah lama mencocokan waktu akhirnya izin pun saya dapatkan meskipun harus menunggu sampai Rabu siang. Lalu saya kembali teringat masalah dana dikarenakan di bank uang yang saya miliki hanyalah Rp 500 ribu dan saya butuh uang sebesar Rp 1.500.000 untuk membeli tiket pesawat.  Akhirnya, karena sudah buntu saya nekad menghubungi semua dosen-dosen, dokter, sampai para professor. Alhamdulillah usaha saya menemui titik terang, salah satu dokter yaitu dr. Yulia menghubungi wakil dekan dan saya disuruh menghubungi secara langsung dr. Irvan, wakil dekan, Alhamdulillah saya mendapat bantuan 1.500.000 untuk transportasi tanpa harus ribet mengirimkan proposal maupun LPJ dan hanya diwajibkan mengirim foto-foto kegiatan saat di Padang. Bahagia sekali rasanya waktu itu karena saya bisa berangkat ke Padang.

Sesampainya di Padang kami menyiapkan beragam materi untuk memantapkan gagasan yang sudah dibuat. Kami mendapatkan jatah presentasi selama 8 menit dengan mempresentasikan sebuah gagasan “Medical on Disaster Application (MDA): Menuju Indonesia Tanggap Bencana” yang mengkolaborasikan antara Kedokteran, Keperawatan, dan Pasikologi. Tak disangka kami dinobatkan menjadi juara ke-2 lomba LKTI tersebut.

Kami sangat bangga karena setelah melewati beberapa masalah tim kami bisa menjadi juara, kami akan terus menjaga prestasi ini sampai kapanpun.

 

Komentar via Facebook
BAGIKAN