Rekonsepsi Dakwah

0
658

Oleh: Syafei Al Bantanie, GM SMART Ekselensia Indonesia.

Bila kita mencermati aktivitas dakwah kekinian, baik di kalangan masyarakat maupun mahasiswa, terkadang kita terjebak dalam aktivitas taklim (kajian) semata. Taklim memang bagian dari aktivitas dakwah, namun ia hanya bagian kecil dari aktivitas dakwah yang harusnya integral dan komprehensif.

Dan, seringnya taklim ini diadakan di masjid, baik masjid masyarakat maupun masjid kampus. Maka, hampir bisa dipastikan yang datang adalah jamaah atau mahasiswa yang memang biasa ke masjid. Mereka yang memang sudah dalam orbit kebaikan.

Lantas, bagaimana dengan mereka yang belum mengenal masjid? Bagaimana dengan para remaja dan pemuda gaul yang asing dan alergi dengan masjid? Praktis mereka tidak akan tersentuh bila dakwah sebatas taklim.

Bukankah esensi dari dakwah adalah mengajak orang-orang yang belum tersentuh hidayah Islam? Di luar sana banyak remaja dan pemuda yang perlu kita hijrahkan. Remaja dan pemuda yang tidak terdidik agama, sehingga cara hidup mereka jauh dari tuntunan agama. Mereka inilah sasaran empuk narkoba, seks bebas, kriminalitas, bahkan aliran sesat.

Saya mendapati remaja siswi SMA 17 tahun yang (maaf) ketagihan seks bebas. Ada remaja yang obsesinya ditiduri artis idolanya. Ada remaja yang demi gengsi sosial, rela menjual harga dirinya. Remaja yang broken home, remaja yang nge-geng, dan banyak lagi.

Bukankah mereka sebenarnya yang lebih patut mendapat perhatian dari aktifitas dakwah? Memang tidak mudah masuk dan diterima di kalangan mereka, apalagi mendakwahinya. Maka, perlu kreatifitas dalam berdakwah. Perlu metode dakwah yang tepat dan sesuai segmen yang dihadapi.

Itu hanya salah satu contoh betapa kita perlu merekonsepsi dakwah. Banyak masalah sosial lainnya yang perlu dijawab dan direspon oleh para aktifis dakwah. Karenanya, *dakwah mestinya sebuah konsep utuh untuk melakukan perubahan sosial menuju tatanan yang lebih baik.*

Mari mengambil bagian dari sekian banyak ceruk dakwah dan bersinergi agar dakwah ini menjadi gerakan yang utuh dan mampu menghadirkan perubahan sosial.

Komentar via Facebook
BAGIKAN