Santripolitan Membangun Masyarakat Mandiri

0
417

Divisi Desa Produktif Beastudi Etos Yogyakarta berkesempatan mengikuti rangkaian kegiatan action plan yang dilaksanakan oleh SP2KM (Sahabat Percepatan Peningkatan Kepemimpinan Mahasiswa) UGM yaitu kegiatan Bhakti Bumi Festival (BBFest) 2017. Kegiatan ini terdiri dari serangkaian perlombaan yang disertai dengan presentasi konsep pengabdian masyarakat serta festival yang diisi stand pengabdian masyarakat dan diramaikan bazar pada saat puncak kegiatan. Bertema “Pada Bhumi ku Berbakti, untuk Rakyat ku Berdiri”, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah berbagi inspirasi mengenai pengabdian masyarakat ke seluruh kalangan.

Perlombaan ini terdiri dari tiga kategori lomba yaitu, konsep pengabdian masyarakat terbaik, poster terfavorit, dan stand terbaik. Divisi Desa Produktif Beastudi Etos Yogyakarta mengirimkan konsep pengabdian masyarakat yang diberi nama “Santripolitan”, yaitu program Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) yang sudah berjalan sejak 2016 di Desa Popongan Baru, Jalan Monjali, Sleman, Yogyakarta. Santripolitan merupakan kependekan dari santri di kota Metropolitan, karena lokasi Mesjid yang berada di daerah perkotaan. Program yang berangkat dari keresahan penerima manfaat beastudi etos Yogyakarta mengenai pendidikan karakter anak di daerah perkotaan dimana anak-anak sudah sangat mudah dalam mengakses internet, sedangkan di sisi lain, orangtua sudah mulai disibukkan dengan pekerjaannya. Seperti yang diketahui, bahwa tidak dapat dipungkiri, persaingan untuk mendapatkan pekerjaan di daerah perkotaan lebih ketat dan lebih sulit dibandingkan di daerah pedesaan.

Fokus pada pendidikan karakter anak, program ini sejalan dengan salah satu program prioritas Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yaitu melakukan revolusi karakter bangsa. Berdasarkan hasil Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2017 dari Kemdikbud, program “Santripolitan” berfokus pada dimensi pertama pendidikan karakter, yaitu olah hati yang memiliki arti bahwa setiap individu memiliki kerohanian mendalam, beriman, dan bertakwa. Program berjalan tidak hanya mengaji, tetapi dimasukkan kegiatan yang dapat menumbuhkan moral, dan menanamkan pendidikan karakter seperti kejujuran, mencintai lingkungan, bertanggungjawab, dan kerjasama.

Tim Despro akhirnya membentuk tim pengaju yang terdiri dari Taqiyah Syarah Pradini, Diah Rizky Cahyani dan Karmila dengan Syarah sebagai ketua timnya. Di bagian teknis ada tiga pos yang dibentuk yakni Dekorasi oleh Wita, Stand oleh Dadang dan Perlengkapan oleh Dion.

Babak penyisihan dari kegiatan perlombaan ini dimulai dari submit proposal disertai poster untuk menjelaskan konsep pengabdian masyarakat pada 27 Oktober 2017. Berlanjut pada tanggal 4 November 2017, divisi Desa Produktif Beastudi Etos Yogyakarta mendapatkan email yang berisi pengumuman bahwa proposal “Santripolitan” lolos, dan menjadi peserta dalam kegiatan BBFest 2017.

Sehari berselang, diberitahukan bahwa terdapat 12 proposal pengabdian masyarakat terbaik, dan pengumumannya diurutkan dari proposal yang memiliki skor nilai tertinggi. “Santripolitan” menduduki peringkat 1 pada pengumuman ini. Dua belas terbaik ini diharuskan membuka stand pengabdian masyarakat pada hari puncak kegiatan BBFest 2017 ini, dan dikompetisikan untuk mendapatkan juara kategori stand terbaik. Selain itu, lima besar dari proposal terbaik harus melakukan presentasi mengenai konsep pengabdian masyarakat di depan juri dan pengunjung pada saat hari puncak.

Jumat, 10 November 2017 menjadi hari puncak kegiatan ini. Kegiatan berlangsung di gedung Grha Sabha Pramana (GSP) UGM di Lantai 1. Acara dimulai dari pukul 07:30 hingga 15:00 WIB.

Divisi Desa Produktif beastudi etos Yogyakarta mendapatkan urutan presentasi terakhir. Presentasi pada urutan ke-5 yaitu pada pukul 13:30, program “Santripolitan” disampaikan oleh Taqiyyah Syarah Pradini (etoser 2014) selaku penanggung jawab dalam pengajuan proposal kegiatan “Santripolitan” ini.

Pengumuman pemenang dari semua kategori langsung dilakukan saat hari puncak tersebut. Pengumuman pertama adalah kategori stand pengabdian masyarakat, yang mana “Santripolitan” mendapatkan Juara 2. Dilanjutkan dengan pengumuman kategori konsep pengabdian masyarakat. Alhamdulillah, juara 1 diperoleh oleh “Santripolitan”. Artinya, dalam kegiatan BBFest 2017 ini “Santripolitan” yang merupakan program Desa Produktif beastudi etos Yogyakarta mendapatkan juara dalam dua kategori sekaligus dengan total hadiah Rp 2.750.000,-.

Komentar via Facebook
BAGIKAN