Sebuah Pelajaran Berharga dari Australia. Kamu Juga Bisa, Begini Caranya!

0
666

Sebuah Pelajaran Berharga dari Australia. Kamu Juga Bisa, Begini Caranya!

Perkenalkan nama saya Haris Hendrik, saya merupakan Etoser 2017 asal Jogjakarta. Beberapa waktu lalu saya mengikuti Seleksi Xchange Hamada International Youth Summit 2018 pada Februari sampai Maret lalu, awalnya saya berniat mendaftar tahun depan namun saya berpikir “kalau bisa tahun ini kenapa tidak?” Akhirnya saya mencoba mendaftarkan diri melalui jalur seleksi fully funded. Fully funded merupakan jalur seleksi yang seluruh biaya (baik akomodasi, keberangkatan, makan, dll.) ditanggung oleh panitia sepenuhnya. Singkat cerita total pendaftar pada Xchange Hamada International Youth Summit 2018 kurang lebih mencapai 10 ribu pendaftar.

Untuk melaju ke babak berikutnya peserta disaring menjadi 100 peserta terbaik, Allhamdulillah saya masuk satu diantara 100 besar peserta terbaik. Saya belum bisa bernafas lega karena masih ada tahap wawancara, pada tahap ini saya harus harus bisa meyakini dewan juri bahwa saya layak menjadi delegasi tahun 2018. Selama proses wawancara mereka bertanya seputar diri, kontribusi yang sudah dan akan dilakukan, apa yang membuat saya berbeda dari yang lain, dan sekelumit pertanyaan lainnya. Setelah proses wawancara selesai, setiap finalis 100 besar diwajibkan membuat video 1 menit tentang dirinya dan diunggah di Instagram. Setelah proses seleksi selesai kami (100 besar) menunggu hasil yang diumumkan pada 31 Maret. Dari 100 besar delegasi melalui jalur fully funded, yang berhak menjadi delegasi tahun ini hanya 7 orang. Allhamdulillah saya  berhasil masuk dan menjadi satu-satunya delegasi dari Universitas Gajah Mada (UGM).

Setelah dinyatakan lulus banyak persiapan saya lakukan, mulai dari persiapan berkas Visa, pengajuan Visa, persiapan speech yang akan disampaikan ketika Internasional Simposium  nanti (speech menjadi nilai utama pada kegiatan ini). Akhirnya pada18 Juni kemarin kami bertolak ke Sidney, Australia menggunakan Malaysia Airlines. Kami transit terlebih dahulu di Kuala Lumpur dan tiba di Sidney 19 Juni pukul 10.00 waktu setempat. Setibanya di sana kami langsung mengunjungi Kedutaan Besar RI untuk mengikuti welcoming session. Setelahnya kami melakukan briefing di Sidney Olympic Park dan melanjutkan ke hotel. Saya agak terkejut karena teman sekamar saya ternyata Kak Landy delegasi dari (Universitas Negeri Surabaya) UNESA dan Kak Julio delegasi dari (Universitas Lambung Amangkurat) UNLAM, kami bercengkrama sebentar lalu mulai membahas e-Journal pertama kami, di mana untuk menentukan Best e-Journal semua delegasi diwajibkan berbicara tentang aktivitasnya di depan kamera.

Hari kedua lebih banyak kami habiskan mengeksplorasi Australia, paginya kami mengunjungi Sidney Darling Harbour lalu dilanjutkan ke Powerhouse Museum, kami di sana diberi informasi tentang sejarah dan perkembangan Australia. Puas menikmati keindahan yang disuguhkan kami ditantang mempresentasikan kembali apa yang dapat kami pelajari selama di sana, saya bersama kelompok saya membahas tentang perubahan iklim di Australia dan dampaknya. Setelah itu kami mengunjungi Madame Tussaud, saya sangat kagum karena banyak sekali patung lilin tokoh-tokoh ternama, salah satunya Nelson Mandela, tokoh idola saya. Lalu kemi kembali ke hotel bersiap-siap melakukan e-Journal kedua.

Hari ketiga kami mengunjungi universitas terbaik dan juga tertua di Australia yaitu Sydney University, sesampainya di lokasi kami disambut oleh mahasiswa Sidney University dan juga mahasiswa Indonesia yang mendapatkan beasiswa LPDP. Setelah melihat kemegahan Sydney University kami melakukan yantangan selanjutnya yaitu Debat, kami dibagi menjadi dua tim dan mosinya adalah bekerja sesuai passion dengan gaji sedikit atau bekerja tidak sesuai passion gaji besar. Tim kami memilih mosi kedua dengan alasan searilistis mungkin. Setelah debat selesai, kami diajak mengunjungi Bondi Beach, selama kurang lebih 30 menit kami kembali melanjutkan perjalanan mengunjungi landmark terkenal Australia yakni Sidnye Opera House. Selama 2 jam kami dilepas agar bisa mengeksplorasi kemegahan Sidney Opera House tersebut, sembari berjalan-jalan pikiran saya masih menempel pada e-Journal. Niat hati ingin segera kembali ke hotel, hanya saja langkah saya tertahan karena pihak penyelenggara ingin memawaancara saya seputar hal-hal yang telah saya pelajari, Allhamdulillah saya dipuji panitia karena Bahasa Inggris saya baik. Setibanya di hotel saya langsung membuat e-Journal.

Di hari keempat yang menjadi hari terakhir. Merupakan International Symposium. Di mana dihadiri oleh 3 pembicara hebat yaitu Tasya Kamilla, Katrine Jasmin, dan Syahid Majid membahas tentang passion dan leadership. Saya menilai selama simposium saya cukup aktif bertanya dan mengeluarkan pendapat. Tiba giliran saya presentasi, setiap individu hanya diberi waktu 1 menit untuk memberikan presentasi guna menentukan The Best Presentation dengan tema kaitan Pemuda terhadap Xchange Hamada International Youth Summit 2018. Saya melakukan speech selama 1 menit dan di luar ekspetasi Alhamdulillah saya mendapat apresiasi sangat tinggi dari penonton bahkan dewan juri. Setelah selesai. Akhirnya tinggalah Awarding Session, ada 3 kategori utama yang diperebutkan antara lain The Most Outstanding Delegate (Delegasi Terbaik selama kegiatan berlangsung) dan diraih oleh mahasiswa Universitas Indonesia; The Best Presentation (Presentasi Terbaik baik ketika simposium maupun presentasi sebelumnya yang dilakukan) yang direbut oleh saya (Alhamdulillah); dan Best E-Journal diraih oleh mahasiswa dari Universitas Lambung Mangkurat.

Saya sangat bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini, ini merupakan pecutan hebat agar saya terus berprestasi. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Beastudi Etos Jogja yang telah mengubah paradigma kehidupan saya untuk lebih dekat kepada Allah Swt. Beastudi Etos Jogja adalah jalan jihad saya, sedari awal saya sudah yakin dan percaya jika Beastudi Etos Jogja merupakan tempat terbaik untuk membina diri menjadi pribadi yang dekat kepada Allah Swt.

Pesan saya untuk kalian, jangan takut untuk mendaftar Beastudi Etos. InsyaAllah kamu semua akan menemukan kedekatan hakiki kepada Allah Swt. dan menjadi pribadi yang berguna bagi nusa, bangsa, dan agama.

 

Komentar via Facebook
BAGIKAN