Sebuah Pembelajaran Tentang Aktivis, Pemuda Kini dan Nanti

0
244

Sebuah Pembelajaran Tentang Aktivis, Pemuda Kini dan Nanti

 

 Solo – Setelah melewati serangkaian kegiatan dalam gelaran Future Leader Camp (FLC) 2018, 64 aktivis BAKTI NUSA terpilih diboyong menuju Solo Techno Park untuk mengikuti diskusi kepemimpinan bertajuk Kaderisasi Kepemimpinan Nasional bersama Arif Rahmadi Haryono,

Menurut Arif pergerakan pemuda tercetus ketika revolusi dimulai pada 1928, di masa itu pemuda dianggap mampu menyuarakan suara anak-anak muda. Hingga pada 1998 pergerakan para pemuda mulai terasa ketika mahasiswa berani menyuarakan suara rakyat di gedung DPR/MPR.

“Bangsa ini bergerak berkat suara-suara anak muda. Setiap momentum yang terjadi di negeri ini ada campur tangan pemuda dengan perannya masing-masing, maka apabila kita tak bisa mengambil momentum tersebut maka kita akan tergilas oleh zaman karena tak bisa mengeluarkan ide besar,” ujar Arif.

Pada kesempatan kali itu Arif turut memaparkan ide-ide besar yang harus pemuda miliki di zaman ini. “Pemikiran pemuda zaman ini haruslah terbuka, karena banyak kesempatan di luar sana. Pemuda merupakan pemimpin, sebab itulah pemuda harus terus mengasah dirinya agar mampu bersaing secara global,” ungkapnya.

Arif menambahkan, jika kepemimpinan adalah kata kerja tanpa garis akhir, hal tersebut mengindikasikan bahwa pemuda dan kepemimpinan adalah dua hal besar yang tak akan pernah terpisahkan.

“Pemimpin muda diukur dari 2 hal yakni seberapa dalam pemikirannya dan seberapa luas tindakannya,” tutupnya.

Selesai berdiskusi, Arif mengajak 64 aktivis BAKTI NUSA terpilih membentuk grup dan berdiskusi seputar tren serta kondisi terkini di Indonesia, nantinya mereka kaan mempresentasikan gagasan serta solusi tersebut di hadapan peserta lain. (AR)

Komentar via Facebook