Sedang Bulan Ramadan Begini Sabar Dong, Pemimpin Itu Harus Sabar

0
210

Sedang Bulan Ramadan Begini Sabar Dong, Pemimpin Itu Harus Sabar

 

Baru-baru ini saya menemukan fenomena yang saya bersyukur sekali atasnya karena saya jadi mendapatkan pelajaran yang begitu berharga di bulan Ramadan ini. Ada seorang teman saya yang merupakan seorang pejabat kampus strategis, agendanya –katanya- banyak, -katanya- sibuk. Saya kira dia adalah orang yang sangat pandai mengatur waktu, tetapi saya melihat ada yang kurang karena para anggotanya yang terlihat kurang respect padanya. Mengapa? Jawabannya adalah karena ia selalu membawa emosi pribadi ketika berorganisasi.

Menurut saya ia kurang bisa me-manage emosi diri bahkan ketika bulan Ramadan tiba, akibatnya semua urusan tercampur aduk, sehingga anggota organisasi ikut menanggung akibatnya.

Hal ini merupakan contoh kecil dari kurang mampunya seorang pemimpin untuk bisa mengatur emosi dirinya, maka hal tersebut akan berimbas pada terbengkalainya urusan-urusan organisasi dengan baik. Menurut hemat saya seharusnya pemimpin mampu bertindak dewasa dan profesional di mana pun dan juga tidak mencampuradukkan urusan pribadi dan organisasi. Seorang pemimpin harus pandai menyesuaikan diri dan bersikap dewasa serta mampu membedakan yang mana public sector dan yang mana private sector  hingga semuanya selesai dengan clear.

Apalagi di bulan Ramadan ini sudah sepatutnya kita menahan emosi supaya Allah meridhoi puasa kita.

Komentar via Facebook
BAGIKAN